Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Utilization of thermophilic cellulolytic bacteria isolates and Trichoderma harzianum fungi on rice strow composting Dini Mufriah; Rini Sulistiani
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 1 (2013): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.132 KB)

Abstract

The thermophilic cellulolytic bacteria are potential organisms for applications such as in decomposition of organic materials and enzyme technology. One potential organic materials which is very abundant in Indonesia is rice straw, which have not been optimally utilized. The problem is, the compostingprocess of straw in nature is used to take along time, so it needs to add effective decomposer microoroganisms which can adapt on compost termperature rise. The aims of this research were to isolated and selected thermophilic cellulolytic bacteria and Trichoderma harzianum and tested the isolates on rice straw composting. This research is executed in laboratory in faculty of agriculture, University of Alwashliyah Medan. Twenty thermophilic cellulolytic bacteria were isolated from several process composting of rice strawand corn waste at high temperature, from peat land and sidebu-debu hot spring, while Trichoderma harzianum fungi that used in this research was already got from previous research. Cellulolytic activity was determined by ability of bacteria and fungi to degrade carboxymethyl cellulose (CMC) substrate. Cellulolytic microorganisms was selected based on clear zone which form surrounding the colonies. Cellulase activity was measured by dinitrosalisilic acid (DNS) method. Results showed that there were 5 isolates (JG12, JG9,JG7 JR2, SD1) showing the best ability to degrade CMC. JG12 isolate had the higest diameter ratio of clear zone and enzyme activity ( 2,6 and 5,07 x 10-3 U/mL), while T. Harzianum had ratio of clear zone 1,22 and enzyme activity 4,02 x 10-3 U/mL).Then the selected bacteria and T. Harzianum were test on rice straw composting. This selection was used complete block Random Design Factorial, which consist of bacteria isolates as the first factor (S0=control, S1= Straw+JG7, S2=Straw+JR2, S3=Straw+JG9, S4=Straw+JG12, S5=Straw+SD1) and T. Harzianum as the second factor( T0=control, T1=Straw+T. harzianum). The result of this research are the highest decreasing of ratio C/N is caused by the treatment combination S4T1 which is consist of JG12 bacteria isolate that isolated from corn waste composting and Trichoderma harzianum (C/N = 17,16).
Response of growth and production of rice varieties caused by application amendment straw Bokashi and specific location of fertilization in salin soil Rini Sulistiani; Dini Mufriah
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 1 (2013): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.641 KB)

Abstract

Efforts to improve rice tolerance to salt stress conditions to obtain salinity tolerant varieties can be done through adaptation of anatomy and morphology. Research was conducted in Paluh Ketuk, Kecamatan Percut Sei Tuan. The experiment was using factorial randomized block design with two factors.The first factor is Amendment (A) consists of 4 degrees: 0 t/ha, 4 t/ha, 8 t/ha and 12 t/ha. The second factor is the Varieties (V) consists of 6 kinds: Ciherang, Bestari, Inpari 4, Mekongga, Inpari 13 and Cibogo. The variables are: leaf area, number of tillers, number of productive tillers, number of grains per panicle,number of chlorophyll, 1000 grain weight and grain weight/ plot. Data were analyzed by F test and Duncan Multiple Range Test (DMRT), further analysis by response curve. The yield of higher in order are Bestari, Ciherang and Mekongga. Compost treatments were significant in variable of leaf area and grain weight per plot. Whereas the varieties treatments were significant on number of tillers, number of productive tillers, number of grains per panic and grain weight per plot. Combination treatments of compost and varieties were significant on grain weight per plot. Rice varieties suggested are Bestari, Ciherang and Mekongga its tend to have better resistance to higher grain yield than other varieties.
Pengaruh Berbagai Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Hayati Bioneensis Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai Edamame(Glycine Max L. Merill) Di Dataran Rendah. Dini Mufriah; Rini Sulistiani
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.756 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v8i1.90

Abstract

Manfaat kedelai edamame sebagai sumber protein tinggi perlu ditingkatkan produksinya terutama di dataran rendah yang cukup luas di indonesia yang belum dimanfaatkan untuk penanaman kedelai. Pengelolaan bahan organik yang baik dengan penggunaan pupuk-pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga dapat mendukung pertumbuhan kedelai didataran rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai pupuk organik padat dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil Edamame didataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan ini dilaksanakan di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli serdang, Sumatera Utara, pada bulan April sampai bulan Juni 2020 pada ketinggian tempat ± 50 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian berbagai jenis pupuk organik padat dengan dosis masing-masing 30 ton/ha yaitu: Pukan Sapi ?P1?, Pukan Kambing ?P2?, kompos ?P3?. Faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk Pupuk Hayati Bioneensisyaitu : tanpa pupuk ?0 gr /plot)?B0?, Bioneensisdengan dosis 10 gr/plot?B1?, Bioneensisdengan dosis 20 gr/plot?B2?Bioneensisdengan dosis 30 gr/plot ?B3?. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik padat berpengaruh nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering bagian atas edamame, berat basah akar dan berat polong per plot. Sedangkan pemberian pupuk hayati bioneensisdan interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Berat polong per plot terbesar diperoleh pada tanaman edamame yang diberi perlakuan pupuk kandang30 ton.ha-1 yaitu sebesar1.379 gr/plot
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG SEMI (Zea mays L) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK Dini Mufriah; Lisdayani Lisdayani
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.481 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v9i1.143

Abstract

Jagung semi (baby corn) sangat populer sebagai sayuran. Ketersediaan hara dalam tanah yang rendah dapat menjadi faktor pembatas dari produksi jagung semi yang cenderung memiliki perakaran pendek dan daya serap hara yang terbatas. Penambahan pupuk dan bahan organik lainnya sangat dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang kambing dan pupuk majemuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk kandang kambing yang terdiri dari K0 = 0 ton/Ha (kontrol), K1 = 5 ton/Ha (1 kg), K2 = 10 ton/Ha (2 kg). Faktor ke dua adalah pemberian pupuk NPK Y0 = 0 kg/Ha (kontrol), Y1 = 200 kg/Ha (40 gam), Y2 = 400 kg/Ha (80 gam). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang kambing memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam, jumlah daun umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, diameter batang umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, berat jagung semi per plot tanpa klobot, berat jagung semi per tanaman serta berat jagung semi per tanaman, dimana perlakuan pupuk kandang kambing terbaik pada K2 (10 ton/ha). Perlakuan pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, dan 4 minggu setelah tanam, jumlah daun umur 4 minggu setelah tanam dimana perlakuan pupuk NPK terbaik pada Y2 (400 kg/Ha).
PENGGUNAAN PUPUK ANORGANIK DAN CAMPURAN BIOCHAR DENGAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG KEDELAI (Glycine max L. Merril) Syarifa Mayly B. D; Dini Mufriah; Rini Sulistiani; Muhammad Yusuf Dibisono
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.74 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v10i1.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan aplikasi pupuk an organik dan campuran biochar dengan pupuk kandang yang tepat untuk pertumbuhan kacang kedelai. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Split Plot Design dimana petak utama pemberian pupuk anorganik (F) terdiri dari 2 taraf, yaitu : F0 (tanpa diberi pupuk anorganik); F1 (diberi pupuk anorganik), anak petak yaitu campuran biochar dengan pupuk kandang (K) yang terdiri dari 6 taraf yaitu: K1 (Biochar sekam padi + pupuk kandang ayam); K2 (Biochar sekam padi + pupuk kandang sapi); K3 (Biochar serbuk gergaji + pupuk kandang ayam); K4 (Biochar serbuk gergaji + pupuk kandang sapi); K5 (Biochar tangkos kelapa sawit + pupuk kandang ayam); K6 (Biochar tangkos kelapa sawit + pupuk kandang sapi). Aplikasi pupuk anorganik dan campuran biochar dengan pupuk kandang memberikan perbedaan nyata pada tinggi tanaman, jumlah klorofil, dan total luas daun, sedangkan interaksi keduanya hanya berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan total luas daun. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan aplikasi pupuk anorganik, kombinasi pemberian pupuk anorganik dengan biochar tankos sawit + pupuk kandang ayam. Sedangkan aplikasi biochar sekam padi + pupuk kandang sapi, biochar tankos sawit + pupuk kandang ayam, biochar serbuk gergaji + pupuk kandang ayam menunjukkan nilai terbaik.
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK RUMPUT LAUT (Sargasum sp ) DAN NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) Mhd Yusuf Dibisono; Dini Mufriah; Syarifah Mayly; Rini Sulistiani
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.647 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v10i1.186

Abstract

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L) merupakan salah satu sayuran buah yang banyak di konsumsi segar oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pupuk organik rumput laut dan pupuk NPK Mutiara yang tepat untuk pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktorial yang diteliti yaitu: pupuk organik rumput laut (R) terdiri dari 3 taraf perlakuan R1 = 10 ton/ha (1,5 kg/plot), R2 = 20 ton/ha (3 kg/plot), R3 = 30 ton/ha (4,5 kg/plot), dan faktor dosis pupuk NPK terdiri dari 3 taraf perlakuan P0= 0 kg/ha (0 g/plot), P1 = 200 kg/ha (30 g/plot), P2 = 300 kg/ha (45 g/plot). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), tinggi tanaman (cm), jumlah cabang, jumlah buah persampel (buah), jumlah buah perplot, berat buah persampel (gram), dan berat buah perplot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk rumput laut berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Pemberian pupuk rumput laut terbaik pada perlakuan R3 = 30 ton/ha (4,5 kg/plot). Pupuk NPK Mutiara memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, berat buah persampel, berat buah perplot, dan jumlah buah perplot. Pemberian pupuk NPK Mutiara terbaik pada perlakuan P2 = 300 kg/ha (45 g/plot). Interaksi pupuk rumput laut dan NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap jumlah buah persampel, berat buah persampel.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L) DENGAN PERLAKUAN PUPUK KANDANG DAN BPF RHIPHOSANT PADA LAHAN KERING Rini Sulistiani; Syarifa Mayly B. D; Dini Mufriah; Muhammad Yusuf Dibisono
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.3 KB) | DOI: 10.47662/alulum.v10i1.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang dan bakteri pelarut fosfat Rhiphosant yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi kacang hijau di lahan kering. Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk kandang (P) terdiri dari P0 (0 ton/ha), P1(3 ton/ha), P2 (6 ton/ha dan P3 (9 ton/ha). Faktor kedua aplikasi BPF Rhiphosant (B) terdiri dari perlakuan B0 (0 kg/ha), B1(1 kg/ha), dan B2 (2 kg/ha). Aplikasi pupuk kandang memberikan perbedaan tidak nyata pada bobot kering tanaman dan indeks panen tanaman kacang hijau di lahan kering. Namun pupuk kandang memberikan efek berbeda nyata pada komponen hasil panen yaitu jumlah polong dan bobot biji. Perlakuan BPF Rhiphosant memberikan efek tidak nyata pada pertumbuhan vegetatif dan komponen panen. Demikian juga kombinasi perlakuan pupuk kandang dan BPF Rhipohosant menunjukkan pengaruh tidak nyata untuk semua parameter yang diamati, sehingga belum diperoleh kombinasi dosis yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tertinggi kacang hijau di lahan kering.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG UNGU (Solanum melongena L) VARIETAS REZA PADA BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK PADAT Muhammad Mahendra; Syarifa Mayly; Dini Mufriah
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v11i1.437

Abstract

Buah terong adalah jenis sayuran yang sangat disukai oleh banyak orang , karena selain rasanya enak dan lezat untuk dijadikan sebagai bahan sayuran atau lalapan , buah terong juga mengandung banyak gizi yang cukup tinggi. Kandungan yang terdapat pada teong yaitu kandungan vitamin A sebesar 30,0 SI dan fosfor sebesar 37,0 mg per 100 g buah terong. Komoditas tanaman terong cukup potensial untuk dikembangkan sebagi penyumbang terhadap keanekaragaman bahan pangan dan juga sayuran bergizi bagi penduduk. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi jenis pupuk organik padat terhadap karakteristik pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L) varietas Reza. Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman terong dipengaruhi oleh pemupukan. Pemupukan adalah pemberian pupuk terhadap tanaman dana alahan, dimana pupuk diberikan ke lahan sebagai sumber hara tanaman untuk memenuhi kebutuhan tanaman yang tidak mampu dicukupi oleh hara yang secara alamiah terdapat dalam tanah. eberapa jenis pupuk organik padat antara lain pupuk yang berasal dari bahan organik seperti kompos, bokashi, biochar, sedangkan pupuk organik padat yang berasal dari kotoran hewan antara lain pupuk kandang ayam, sapi, kasgot dan kascing. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh aplikasi jenis pupuk organik padat terhadap karakteristik pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L) varietas Mustang. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan kombinasi diantaranya P1= Pupuk Kasgot ( 1,5 kg/plot ),P2 = Pupuk Kascing ( 1,5 kg/plot ), P3 = Pupuk Kandang Sapi ( 1,5 kg/plot ), P4= Pupuk Kandang Ayam ( 1,5 kg/plot ), P5= Biochar Sekam Padi ( 1,5 kg/plot ), P6= Biochar Sekam Padi + Pupuk Kasgot, P7= Biochar Sekam Padi + Pupuk Kascing, P= Biochar Sekam Padi + Pupuk Kandang Sapi, P9 = Biochar Sekam Padi + Pupuk Kandang Ayam, varietas Terung Ungu yang digunakan yaitu varietas Mustang. Hasil Penelitian menunjukkan Perlakuan pemberian pupuk organik padat berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, dan jumlah daun. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (pupuk kasgot) sebesar 58.67 cm, dan jumlah daun tertinggi pada perlakuan P1 (pupuk kasgot) sebesar 10.22 helai, diameter batang tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (Kasgot) yaitu sebesar 3.71 cm dan diameter batang terendah terdapat pada perlakuan P5 (biochar sekam padi) sebesar 3.52 cm
BIOKONVERSI SABUT KELAPA MUDA MENGGUNAKAN LARVA LALAT TENTARA HITAM (Hermetia illucens) MENJADI PUPUK ORGANIK Elly Dani; Muhammad Yusuf Dibisono; Dini Mufriah; Lisdayani Lisdayani
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v7i1.949

Abstract

Maggot memanfaatkan limbah organik sebagai sumber makanan, kemampuan maggot dalam mengurai sampah organik terkait dengan kandungan beberapa bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan. Lalat jenis Black Soldier Fly mempunyai ukuran lebih besar dari lalat lainnya dan lalat jenis ini tidak menimbulkan penyakit karena masa hidupnya hanya untuk kawin dan bereproduksi. Upaya untuk meningkatkan kualitas pakan juga dipengaruhi adanya sumber protein hewani. Pakan yang belakangan ini cukup populer sebagai sumber protein hewani yang tinggi protein dan harganya terjangkau yaitu maggot BSF. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media sampah organik seperti sabut kelapa muda, sampah restoran, kotoran ayam dan kotoran puyuh yang dapat meningkatkan kualitas pupuk organik dengan bantuan larva maggot BSF. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan pemberian variasi jenis campuran bahan organik dan beberapa perlakuan bahan organik kepada larva BSF. Hasil penelitian menunjukan, bahwa pemberian maggot dengan sabut kelapa muda tanpa dicampur dengan sampah organik sangat berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan biomassa awal terhadap biomassa akhir maggot dari pakan yang dikonsumsi, menentukan bobot maggot yang paling maksimal dan mengetahui konsumsi substrat. Pemberian magot dengan sabut kelapa muda pada perlakuan SKM 1 berpengaruh nyata terhadap kadar C organik frass yang dihasilkan, yaitu sebesar 40,71% dan pada prameter C/N perlakuan SKM 1 (sabut kelapa muda + Larva maggot) menunjukan hasil yang nyata sebesar 74,54%. Akan tetapi pemberian sabut kelapa muda pada perlakuan SKM 1 tidak berpengaruh nyata terhadap biomassa akhir maggot, dikarenakan perlakuan pada SKM 1 menghasilkan lebih sedikit frass, lebih banyak residu kasar dan juga menyebabkan larva berukuran kecil dan kurus yang menunjukan larva tersebut tidak mampu mendegradasi sabut kelapa dengan baik, hal ini disababkan karena sabut kelapa muda mengandung selulosa (32%), lignin (38%), dan hemiselulosa (0,25%) sehingga susah dicerna oleh larva BSF.
Respon Pemberian Pupuk Petroganik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Tanaman Mentimun (Cucumis sativus l.) Di Desa Besar II Terjun Serdang Bedagai Anggi Andini; Eri Samah; Dini Mufriah
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i2.7138

Abstract

In this research, we wanted to see the response of applying petroganic fertilizer to the growth and production of several varieties of cucumber (Cucumis sativus L.) in Besar II village, Terjun Serdang Bedagai. The study was conducted by a factorial Randomized Block Design (RBD), with two factors namely: Petroganic Fertilizer Factor (P) with 4 levels, namely: P0= 0 kg/plot (Control), P1= 0.5 tons/ha (50 gram/plot), P2= 1 ton/ha (100 gram/plot) (recommended dose), P3= 1.5 ton/ha (150 gram/plot), Cucumber Variety Factor (V) with 2 levels, namely V1= Harmoni Plus, V2= Monas F1. The growth of cucumber plants due to petroganic fertilizers showed a significant effect on plant height, stem diameter at plant ages 15, 30 and 45 days after planting, fruit length at 45 and 50 days after planting, fruit weight at 40, 45 and 50 days after planting. Petroganic fertilizer had no significant effect on fruit length 40 days after planting. The best petroganic fertilizer treatment is P3 which is 150 gram/plot. The growth of cucumber plants due to the variety treatment showed no significant effect on all parameters, namely plant height and stem diameter at the age of 15, 30 and 45 days after planting and fruit length and fruit weight at 40, 45 and 50 days after planting. The best variety treatment was V2, namely the Monas F1 variety. The interaction between the petroganic fertilizer treatment and the variety treatment had no significant effect on all observed parameters.