Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, memiliki aktivitas ekonomi yang ditopang oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sejumlah fasilitas umum yang seluruhnya bergantung pada energi listrik, namun aparatur desa dan pelaku UMKM belum memiliki kompetensi dalam mengoperasikan teknologi monitoring energi berbasis digital. Setelah sistem Smart Energy berbasis Internet of Things (IoT) terpasang, tantangan utama bergeser pada bagaimana memastikan mitra mampu mengoperasikan, membaca, dan memanfaatkan data dari sistem tersebut secara mandiri dan berkelanjutan. Artikel ini memaparkan secara khusus pelaksanaan dan hasil tahap pelatihan serta pendampingan dalam rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Metode pelaksanaan pada tahap ini mencakup penyusunan modul pelatihan, sosialisasi konsep dasar IoT dan konservasi energi, pelatihan praktik pengoperasian dashboard monitoring, simulasi pembacaan dan interpretasi data konsumsi energi, serta pendampingan dan evaluasi pemahaman peserta melalui pengamatan langsung dan tanya-jawab terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di Kantor Desa Pekan Tanjung Beringin dan diikuti oleh 22 peserta dari unsur aparatur desa dan masyarakat, difasilitasi oleh lima belas dosen dan tiga mahasiswa lintas perguruan tinggi mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dasar IoT dan konservasi energi, peningkatan keterampilan praktis dalam membaca dashboard dan mengidentifikasi pola konsumsi listrik, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya data konsumsi energi sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebagian besar peserta pelatihan mampu mendemonstrasikan pengoperasian dasar sistem secara mandiri pada sesi simulasi penutup. Model pelatihan dan pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi pada program penguatan literasi teknologi energi di desa-desa lain sebagai bagian dari pengembangan konsep Smart Village yang berkelanjutan.