Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Performansi Turbin Uap dengan Kapasitas 115 MW dan Putaran 3000 Rpm pada unit 1 PLTU Labuhan Angin Sibolga Gunawan Sihombing; Kurniawan Lubis; Parlindungan Panggabean
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4803

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah salah satu tulang punggung dalam penyediaan energi listrik di Indonesia Mengingat peningkatan konsumsi energi listrik yang signifikan seiring dengan pertumbuhan populasi dan industri, efisiensi dan keandalan PLTU menjadi kunci dalam memastikan suplai energi yang stabil dan berkelanjutan, Untuk mencapai efisiensi yang tinggi, turbin harus dioperasikan pada kondisi optimal sesuai dengan spesifikasi desainnya dengan alasan tersebut, penulis tertarik untuk membahas lebih rinci dan spesifik mengenai Analisis performansi turbin uap dengan kapasitas 115 MW dan putaran 3000 RPM pada Unit 1 PLTU Labuhan Angin Sibolga Penelitian bertujuan menganalisis perhitungan Turbin Heat Rate turbin uap dan Efisiensi Turbin pada PLTU Labuhan Angin. Berdasarkan analisis performa Turbine Heat Rate (THR) dan efisiensi turbin untuk Unit 1 PLTU Labuhan Angin selama periode 1 Mei 2024 hingga 10 Mei 2024, dapat disimpulkan bahwa Turbine Heat Rate (THR) rata-rata adalah 2,83 kJ/kWh, yang menunjukkan efisiensi konversi energi yang baik.Efisiensi Turbin rata-rata sebesar 35,294% dari hasil tersebut turbin uap kapasitas 1115 MW dan Putaran 3000 Rpm pada unit 1 PLTU Labuhan Angin Sibolga memenuhi standart layak operasional sesuai dengan standart turbin uap di Indonesia (30%–40%).
Peran Fakultas Teknologi Industri Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Smk Terhadap Transformasi Teknologi Industri: Pengabdian Melva Elvrida Pangaribuan; Piala Mutiara; Mona H Siregar; Swingly Purba; Gunawan Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7384

Abstract

Transformasi teknologi industri yang ditandai dengan perkembangan Industri 4.0 telah mengubah secara signifikan sistem produksi, manajemen, dan layanan industri. Perubahan ini menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman sistem industri secara menyeluruh. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya SMK berbasis teknologi seperti SMK Telkom, memiliki peran strategis sebagai calon tenaga kerja industri digital. Namun, masih terdapat kesenjangan pemahaman antara kompetensi sekolah dan kebutuhan industri. Fakultas Teknologi Industri (FTI) sebagai bagian dari pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani kesenjangan tersebut melalui pengembangan kurikulum, pembelajaran berbasis praktik, pemanfaatan teknologi industri, serta kerja sama dengan dunia industri. Makalah ini membahas peran Fakultas Teknologi Industri dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap transformasi teknologi industri serta dampaknya terhadap kesiapan sumber daya manusia menghadapi dunia kerja modern.
Analisis Pengaruh Fluktuasi Sumber Daya Listrik Terhadap Keakuratan Pengukuran Daya Dengan Teknik Pembobotan Di Jaringan Distribusi Gunawan Sihombing; Muhammad Wahyu Pratama
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6145

Abstract

Pengukuran daya listrik merupakan elemen penting dalam sistem distribusi energi, yang berhubungan langsung dengan efisiensi, penghematan energi, dan pengelolaan biaya. Namun, fluktuasi sumber daya listrik, khususnya yang berasal dari energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin, sering kali mempengaruhi keakuratan pengukuran daya dalam jaringan distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fluktuasi sumber daya listrik terhadap keakuratan pengukuran daya dan mengevaluasi efektivitas teknik pembobotan dalam meningkatkan akurasi pengukuran pada sistem distribusi listrik. Dengan menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik pembobotan dapat secara signifikan mengurangi kesalahan pengukuran daya, dengan penurunan kesalahan rata-rata sebesar 4.9%, serta pengurangan MAE dan RMSE. Pembobotan ini memberikan perhatian lebih pada fluktuasi daya, baik dari sisi waktu, jenis sumber daya, dan intensitas beban, sehingga menghasilkan pengukuran yang lebih stabil dan akurat. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembobotan efektif dalam meningkatkan stabilitas dan efisiensi pengukuran daya, terutama dalam menghadapi fluktuasi sumber daya yang dinamis. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan metode pengukuran yang lebih efisien untuk sistem distribusi listrik yang mengandalkan sumber daya terbarukan.
Optimalisasi Konversi Energi Gelombang Laut menjadi Listrik Menggunakan Metode Point Absorber untuk Wilayah Pesisir Indonesia Gunawan Sihombing; Irwansyah Putra; Kurniawan Lubis; Devi Maiya Sari Nasution; Husni Thamrin
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6532

Abstract

Pembangkit energi listrik berbasis gelombang laut (wave energy) merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan Energi gelombang laut memanfaatkan pergerakan gelombang untuk menghasilkan energi yang dapat dikonversi menjadi listrik. Teknologi ini memiliki potensi untuk diterapkan di wilayah pesisir, terutama di negara-negara yang memiliki garis pantai panjang dan potensi gelombang laut yang tinggi. Teknologi konversi energi gelombang laut telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pembangkit energi listrik berbasis gelombang laut yang dapat diterapkan di wilayah pesisir dengan memanfaatkan teknologi konversi energi terbarukan. Teknologi yang digunakan difokuskan pada sistem Point Absorber karena efisiensinya dalam mengubah energi gelombang laut menjadi listrik. Metodologi penelitian meliputi studi literatur, pemilihan teknologi, pemodelan dan simulasi, pembangunan prototipe, serta pengujian kinerja sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menghasilkan daya hingga 12,5 kW dengan efisiensi konversi energi rata-rata sebesar 21%. Sistem juga menunjukkan ketahanan yang baik dalam kondisi laut ekstrem dan dilengkapi dengan baterai lithium-ion sebagai sistem penyimpanan, yang mampu menyimpan energi hingga 50 kWh dan mendistribusikan 12 kW per jam selama 4–6 jam. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa meskipun biaya implementasi awal relatif tinggi (USD 1,5 juta), sistem ini memiliki potensi pengembalian investasi dalam waktu 5–7 tahun. Selain memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi di wilayah pesisir, sistem ini juga terbukti ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap ekosistem laut. Dengan demikian, pembangkit listrik berbasis gelombang laut merupakan solusi energi alternatif yang layak dan berkelanjutan untuk daerah pesisir.
Perancangan Antena MIMO Metamaterial Sub-6 GHz untuk Komunikasi Darurat Pascabencana Berbasis UAV Tengku Machdalie Sofie; Gunawan Sihombing
Fuse-teknik Elektro Vol 6 No 1 (2026): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub-6 GHz metamaterial MIMO antenna for post-disaster emergency communication applications based on Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Damage to telecommunications infrastructure during disasters causes communication interruptions, so a fast, flexible, and reliable emergency communication system is needed. UAV technology was chosen because it has high mobility and is able to function as an air base station in disaster-affected areas. However, the implementation of the MIMO system on UAVs faces obstacles in the form of mutual coupling between antenna elements due to limited installation space. Therefore, this study integrates a Complementary Split Ring Resonator (CSRR) metamaterial structure on a MIMO microstrip antenna to improve antenna performance. The research method is carried out through the design, simulation, optimization, fabrication, and antenna testing stages using CST Studio Suite and ANSYS HFSS software. The antenna is designed at a working frequency of 3.5 GHz to 5.8 GHz using a Rogers RT5880 substrate with a 2x2 MIMO configuration. The parameters analyzed include return loss, VSWR, gain, bandwidth, mutual coupling, isolation, Envelope Correlation Coefficient (ECC), and radiation efficiency. The results showed that the antenna was able to work optimally at Sub-6 GHz frequencies with a return loss value reaching -31.2 dB, VSWR 1.08, a gain of 9.8 dBi, a bandwidth of 1.15 GHz, and a radiation efficiency of 87.4%. The use of CSRR metamaterials succeeded in reducing mutual coupling from -12 dB to -24 dB and increasing isolation to 24.1 dB. The low ECC value of 0.011 indicates excellent MIMO diversity performance. The implementation of the antenna on the UAV also showed stable communication, low latency, and good data transmission under moving conditions. Based on these results, CSRR-based metamaterial MIMO antennas have great potential to be applied to post-disaster emergency communication systems because they are able to improve communication quality, expand signal coverage, and support real-time communication efficiently
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN APARATUR DESA SERTA PELAKU UMKM DALAM PENGOPERASIAN SISTEM SMART ENERGY BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) DI DESA PEKAN TANJUNG BERINGIN Devi Maiya Sari Nasution; Rika Deni Susanti; Gunawan Sihombing; Tengku Machdhalie Sofie
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61711

Abstract

Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, memiliki aktivitas ekonomi yang ditopang oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sejumlah fasilitas umum yang seluruhnya bergantung pada energi listrik, namun aparatur desa dan pelaku UMKM belum memiliki kompetensi dalam mengoperasikan teknologi monitoring energi berbasis digital. Setelah sistem Smart Energy berbasis Internet of Things (IoT) terpasang, tantangan utama bergeser pada bagaimana memastikan mitra mampu mengoperasikan, membaca, dan memanfaatkan data dari sistem tersebut secara mandiri dan berkelanjutan. Artikel ini memaparkan secara khusus pelaksanaan dan hasil tahap pelatihan serta pendampingan dalam rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Metode pelaksanaan pada tahap ini mencakup penyusunan modul pelatihan, sosialisasi konsep dasar IoT dan konservasi energi, pelatihan praktik pengoperasian dashboard monitoring, simulasi pembacaan dan interpretasi data konsumsi energi, serta pendampingan dan evaluasi pemahaman peserta melalui pengamatan langsung dan tanya-jawab terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Juli 2026 di Kantor Desa Pekan Tanjung Beringin dan diikuti oleh 22 peserta dari unsur aparatur desa dan masyarakat, difasilitasi oleh lima belas dosen dan tiga mahasiswa lintas perguruan tinggi mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dasar IoT dan konservasi energi, peningkatan keterampilan praktis dalam membaca dashboard dan mengidentifikasi pola konsumsi listrik, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya data konsumsi energi sebagai dasar pengambilan keputusan. Sebagian besar peserta pelatihan mampu mendemonstrasikan pengoperasian dasar sistem secara mandiri pada sesi simulasi penutup. Model pelatihan dan pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi pada program penguatan literasi teknologi energi di desa-desa lain sebagai bagian dari pengembangan konsep Smart Village yang berkelanjutan.
Implementasi Sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya di Wilayah Pedesaan perkebunan bukit lawang kecamatan bahorok Gunawan Sihombing; Kurniawan Lubis; Hilda Ayu Marlina; Devi Maiya Sari Nasution; Irfansyah Siregar; Hariyati Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i1.119

Abstract

Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan salah satu infrastruktur dasar yang berperan penting dalam menunjang keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Namun, keterbatasan akses jaringan listrik dan tingginya biaya operasional menyebabkan masih banyak jalan desa yang belum memiliki penerangan memadai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem PJU tenaga surya sebagai solusi penerangan jalan yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi survei lokasi, instalasi PJU tenaga surya pada titik-titik strategis, serta kegiatan pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai prinsip kerja, pengoperasian, dan perawatan sederhana sistem. Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan pelatihan dan sosialisasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan serta pemeliharaan sistem. Keberadaan PJU tenaga surya juga memberikan manfaat sosial berupa meningkatnya rasa aman, kenyamanan, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pada malam hari. Dengan demikian, implementasi PJU tenaga surya yang disertai edukasi dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan penerangan jalan di wilayah pedesaan