Hilda Kamilatul Maola
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Prosem) Sebagai Instrumen Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Amri Sawab; Hilda Kamilatul Maola; Nur Khusni Badrudin; Ma’mun Hanif
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/nv86se54

Abstract

Learning planning is a crucial aspect of effective education delivery. Teachers are required not only to master the learning material but also to develop systematic plans to optimally achieve learning objectives. The Annual Program (Prota) and Semester Program (Prosem) are learning tools that serve as guidelines for managing time allocation, material distribution, and student competency achievement. This study aims to describe the concept, objectives, development steps, and implementation of Prota and Prosem in Islamic Religious Education (PAI) learning. The method used was library research with a qualitative descriptive approach. Data were obtained from various books, scientific journals, and documents related to learning planning. The study results indicate that Prota and Prosem play a strategic role in increasing learning effectiveness by helping teachers manage time, systematically organize material, and ensure the achievement of competencies stipulated in the curriculum. With appropriate planning, the learning process can be more focused, effective, and tailored to student needs. Keywords: Annual Program, Semester Program, Learning Planning, Islamic Religious Education, Curriculum ABSTRAK Perencanaan pembelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang efektif. Guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menyusun perencanaan yang sistematis agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Prosem) merupakan perangkat pembelajaran yang berfungsi sebagai pedoman dalam mengatur alokasi waktu, distribusi materi, dan pencapaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, tujuan, langkah penyusunan, serta implementasi Prota dan Prosem dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait perencanaan pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa Prota dan Prosem memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran karena membantu guru mengelola waktu, menyusun materi secara sistematis, serta memastikan ketercapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Dengan penyusunan yang tepat, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kata Kunci: Program Tahunan, Program Semester, Perencanaan Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Kurikulum
KURIKULUM BERBASIS CINTA: KONSEP, TANTANGAN, IMPLEMENTASI, STRATEGI, SERTA KEEFEKTIFAN DI ERA DIGITAL Farida Restu Safita; Zulvan Alwan Faozi; Hilda Kamilatul Maola; Selviyana Selviyana; Alvi Kamalia; Rodianto Rodianto
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11271

Abstract

ABSTRACT The changing landscape of digital education has not only expanded the ways in which students acquire knowledge but has also reshaped the quality of interaction, social responsibility, and character development within the learning process. Issues such as cyberbullying, low levels of empathy, the dissemination of unverified information, and declining communication ethics indicate that technological competence needs to develop alongside human values. Against this backdrop, this study examines the Love-Based Curriculum (KBC) through a qualitative approach using library research. The literature was identified through Google Scholar, SINTA, GARUDA, and Scopus, covering publications from 2021 to 2026. Of the 63 articles identified initially, 24 were selected based on their relevance and alignment with the focus of the review and subsequently analyzed using content analysis. The literature synthesis indicates that KBC is grounded in compassion, empathy, respect for others, and social responsibility, which can be integrated with digital literacy. Its implementation encompasses value-based learning, educational digital projects, teachers’ digital role modeling, interactive learning media, and collaboration among schools, families, and communities. These findings position KBC as a pedagogical framework with the potential to strengthen character while fostering a more humane, ethical, and responsible digital culture. ABSTRAK Perubahan lanskap pendidikan digital tidak hanya memperluas cara peserta didik memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengubah kualitas interaksi, tanggung jawab sosial, dan pembentukan karakter di dalamnya. Persoalan seperti cyberbullying, rendahnya empati, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, serta melemahnya etika komunikasi memperlihatkan bahwa kecakapan teknologi perlu berjalan bersama nilai kemanusiaan. Dalam konteks tersebut, penelitian ini menelaah Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui pendekatan kualitatif dengan metode library research. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, SINTA, GARUDA, dan Scopus pada publikasi tahun 2021–2026. Sebanyak 63 artikel ditemukan pada tahap awal, kemudian 24 artikel diseleksi berdasarkan relevansi dan kesesuaian dengan fokus kajian untuk dianalisis menggunakan content analysis. Sintesis literatur memperlihatkan bahwa KBC bertumpu pada kasih sayang, empati, penghormatan terhadap sesama, dan tanggung jawab sosial yang dapat dipadukan dengan literasi digital. Penerapannya mencakup pembelajaran berbasis nilai, proyek digital edukatif, keteladanan digital guru, media pembelajaran interaktif, serta keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Temuan tersebut menempatkan KBC sebagai kerangka pedagogis yang berpotensi memperkuat karakter sekaligus membentuk budaya digital yang lebih humanis, etis, dan bertanggung jawab.