Wendy Pradytia
Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN UMKM DALAM PEMBERDAYAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT MISKIN DI KELURAHAN CIGUGUR TENGAH, KECAMATAN CIMAHI TENGAH, KOTA CIMAHI Ajeng Ayu Ariyandita; Ellya Susilowati; Wendy Pradytia; Rosilawati Rosilawati
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 8 No 1 (2026): LINDAYASOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/lindayasos.v8i1.1752

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat miskin di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan kerangka peran pengembangan masyarakat dari Ife dan Tesoriero yang mencakup peran fasilitatif, edukatif, representasional, dan teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM telah menjalankan keempat peran tersebut, namun dengan tingkat intensitas dan kualitas yang tidak seimbang. Peran fasilitatif dan edukatif tampak paling dominan melalui penyediaan akses kerja, dukungan sosial-ekonomi langsung, serta pelatihan berbasis praktik. Sebaliknya, peran representasional dan teknis masih terbatas, terutama dalam menjembatani akses terhadap sumber daya eksternal, penguatan jejaring, literasi digital, dan pembangunan sistem kapasitas pekerja. Ketimpangan antarperan ini menghasilkan pola pemberdayaan yang cenderung bersifat bertahan hidup (survival-oriented), yaitu efektif menjaga stabilitas ekonomi jangka pendek tetapi belum mampu mendorong mobilitas sosial ekonomi jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pemberdayaan berbasis UMKM tidak ditentukan oleh keberadaan peran semata, melainkan oleh keterhubungan peran-peran tersebut dalam membentuk jalur pemberdayaan yang utuh. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami mekanisme pemberdayaan berbasis UMKM serta implikasi praktis bagi penguatan peran UMKM agar lebih transformatif dan berkelanjutan. Kata kunci: UMKM; pemberdayaan sosial ekonomi; masyarakat miskin; peran UMKM; pemberdayaan komunitas
Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Local Economic Resource Development (LERD) untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Sukahati, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut Wendy Pradytia
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 25 No 1 (2026): PEKSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v25i1.1904

Abstract

Abstract This study aims to analyze a local economic development strategy based on Local Economic Resource Development (LERD) to improve community welfare in Sukahati Village, Cilawu District, Garut Regency. The study is motivated by the gap between the village’s considerable local resource potential and community welfare conditions that have not improved optimally. This research employed a qualitative approach with an instrumental case study design. Informants were selected purposively and expanded through limited snowball sampling, including village government officials, BUMDes representatives, farmer groups, MSME actors, women’s groups, youth, community leaders, and residents involved in local economic activities. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, documentation, and focus group discussions. The data were analyzed thematically through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal five main themes: agriculture-based household economic vulnerability, unintegrated local potential, low added value of local commodities, suboptimal village economic institutions, and strong social capital that has not yet been fully transformed into productive economic power. This study confirms that LERD can serve as a strategic framework for connecting local assets, community capacity, village institutions, value chains, market access, and multi-stakeholder collaboration. The findings imply the need to revitalize BUMDes, strengthen MSMEs, diversify agricultural products, involve women and youth, and integrate LERD strategies into village development planning. Keywords: BUMDes, community empowerment, LERD, local economy, village welfare Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan ekonomi lokal berbasis Local Economic Resource Development (LERD) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sukahati, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara potensi sumber daya lokal yang cukup besar dan kondisi kesejahteraan masyarakat yang belum berkembang secara optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Informan dipilih secara purposif dan diperluas melalui snowball sampling terbatas, meliputi aparat pemerintah desa, unsur BUMDes, kelompok tani, pelaku UMKM, kelompok perempuan, pemuda, tokoh masyarakat, dan warga yang terlibat dalam aktivitas ekonomi lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah. Data dianalisis secara tematik dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama, yaitu kerentanan ekonomi rumah tangga berbasis pertanian, potensi lokal yang belum terintegrasi, rendahnya nilai tambah komoditas, kelembagaan ekonomi desa yang belum optimal, dan modal sosial yang belum sepenuhnya menjadi kekuatan ekonomi produktif. Penelitian ini menegaskan bahwa LERD dapat menjadi kerangka strategis untuk menghubungkan aset lokal, kapasitas masyarakat, kelembagaan desa, rantai nilai, akses pasar, dan kolaborasi multipihak. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya revitalisasi BUMDes, penguatan UMKM, diversifikasi produk pertanian, pelibatan perempuan dan pemuda, serta integrasi strategi LERD ke dalam perencanaan pembangunan desa. Kata Kunci: BUMDes, ekonomi lokal, kesejahteraan desa, LERD, pemberdayaan masyarakat
STUNTING PREVENTION BEHAVIOR IN EARLY MARRIAGE FAMILIES IN SUKAHAJI, BABAKAN CIPARAY Aisha Syarifa Salma; Wendy Pradytia; Ellya Susilowati; Rosilawati Rosilawati
Indonesian Journal of Social Work Vol 9 No 2 (2026): Indonesia Journal of Social Work
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/ijsw.v9i2.1756

Abstract

Abstract Stunting is influenced by biological factors and broader social determinants, and families formed through early marriage face layered vulnerabilities that weaken household-level prevention. This study aimed to describe stunting prevention behaviors among early married families in Sukahaji Subdistrict, Babakan Ciparay District, Bandung City, using a three-level prevention framework. A qualitative descriptive study was conducted through in-depth interviews with five mothers who married before age 19, selected purposively, supported by key informants (community social workers and posyandu cadres), as well as observation and documentation; data were analyzed thematically. The findings indicate that primary prevention was fragile due to low literacy on stunting and pregnancy nutrition, incomplete understanding of health guidance, psychosocial barriers, and socioeconomic constraints that made pregnancy diets largely dependent on household food availability. Secondary prevention was reactive and relied on posyandu monitoring and cadre prompting, with responses focused on increasing food intake and providing milk, supported by PMT and DASHAT but not consistently grounded in comprehensive nutrition understanding. Tertiary prevention involved gradual behavior change following external guidance, yet sustained home-based rehabilitation was constrained by limited practical nutrition skills, economic barriers, and weak social support, and preventive outreach to adolescents to reduce early marriage was uneven. These findings highlight the central role of posyandu cadres as local connectors and the need to strengthen maternal health literacy, practical caregiving skills, and socioeconomic support to achieve sustainable household-level stunting prevention. Keywords: Stunting, Prevention Behavior, Early Marriage, Qualitative Study, Posyandu, Indonesia