Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen pada Sayuran Hidroponik di Mifra Hidrofarm Berau Arsyadani Sabilal Haq; Venny Sartika; Herwan Galingging; Kuirinus Charlestiano
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 19, No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jat.v19i1.36895

Abstract

Sayuran hidroponik semakin dikenal dan digemari masyarakat. Selain lebih sehat karena lebih alami pada proses penanamanya, mengkonsumsi sayuran hidroponik juga telah menjadi gaya hidup bagi konsumennya. Tujuan dalam penelitian ini yakni menganalisis factor apa saja yang berpengaruh terhadap permintaan sayur serta mengetahui persepsi konsumen terhadap sayuran hidroponik di Mifra Hidrofarm Berau. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data diambil sebanyak 30 responden yang merupakan pelanggan aktif secara accidental sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor terhadap permintaan konsumen, meliputi harga, umur, pendapatan, tanggungan keluarga, pendidikan, pekerjaan, gaya hidup, dan promosi. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa variabel pendapatan dan promosi berpengaruh signifikan terhadap permintaan konsumen, sedangkan variabel harga, umur, pendidikan, pekerjaan, dan gaya hidup tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil Uji F hitung adalah 4,1117 > F tabel sebesar 2,396 dengan signifikansi 0,0043 sehingga dapat diartikan bahwa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap permintaan sayuran hidroponik. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,6103 dapat diartikan bahwa 61,03% variable bebas berpengaruh terhadap variabel terikat yang diuji. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran berbasis promosi dan peningkatan daya beli konsumen penting dalam mengembangkan pasar sayuran hidroponik di Berau. Sedangkan persepsi konsumen terhadap sayuran hidroponik dikategori baik/positif. Kata kunci: Sayuran, hidroponik, persepsi, promosi.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Sebagai Solusi Kemandirian Pupuk Di Kampung Bangun, Kabupaten Berau Charlie Novianry Panjaitan; Setyawan; Lukmanul Hakim; Fitriyah Agustika; Hesty Sapriana; Venny Sartika
Mandela : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2026): Mandela: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Berau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35915/mandela.v2i01.1195

Abstract

Fluktuasi harga pupuk kimia yang terus merangkak naik menjadi beban utama yang menekan margin keuntungan petani. Sebagai solusi strategis atas permasalahan tersebut, telah dilaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Pembuatan Kompos di Kampung Bangun, Kabupaten Berau, pada tanggal 10 April 2026. Program ini bertujuan untuk menekan biaya produksi pertanian melalui kemandirian pupuk organik, memulihkan unsur hara tanah yang terdegradasi akibat residu kimia, sekaligus memberdayakan masyarakat dan pemuda desa agar lebih tertarik pada sektor agribisnis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama: sosialisasi teori secara tatap muka di balai pertemuan, praktik langsung pembuatan kompos di lahan warga, dan rencana monitoring berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Kampung Bangun, di mana peserta mampu memahami proses fermentasi anaerob maupun aerob, serta memanfaatkan limbah organik sekitar (kotoran ternak dan limbah pertanian) menjadi pupuk kompos yang berkualitas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja secara mandiri di sektor pertanian, menciptakan sirkular ekonomi di tingkat desa, dan mendukung terwujudnya sistem pertanian berkelanjutan di wilayah Berau