Rina Rusdiawati
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Instrumen Hasil Belajar Matematika melalui Pendekatan Software Anates di SDN Pakis 2 Rina Rusdiawati; Rufi’i Rufi’i; Sabariah Sabariah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4451

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas instrumen evaluasi dalam menghasilkan informasi yang akurat mengenai pencapaian kompetensi peserta didik, khususnya pada mata pelajaran matematika di sekolah dasar. Instrumen yang kurang berkualitas dapat menyebabkan hasil penilaian tidak mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya sehingga diperlukan analisis kualitas butir soal secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas instrumen hasil belajar matematika siswa kelas III di SDN Pakis 2 Kecamatan Trowulan menggunakan perangkat lunak Anates. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 20 siswa kelas III yang mengikuti Penilaian Akhir Tahun (PAT) mata pelajaran matematika. Data penelitian berupa lembar jawaban siswa yang dianalisis menggunakan software Anates untuk mengukur validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh (distraktor) pada setiap butir soal. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar butir soal memiliki kualitas yang cukup baik dan layak digunakan sebagai instrumen evaluasi pembelajaran. Tingkat kesukaran soal berada pada kategori mudah dan sedang sehingga sesuai dengan kemampuan peserta didik. Dari aspek daya pembeda, sebanyak 6 dari 20 butir soal berada pada kategori baik dalam membedakan siswa berkemampuan tinggi dan rendah. Namun demikian, analisis efektivitas pengecoh menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa distraktor yang belum berfungsi secara optimal karena kurang dipilih oleh siswa, sehingga perlu dilakukan revisi pada alternatif jawaban non-kunci agar lebih efektif. Secara keseluruhan, penggunaan software Anates terbukti membantu guru dalam melakukan analisis kualitas butir soal secara objektif, cepat, dan akurat. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan dan evaluasi instrumen tes agar kualitas penilaian pembelajaran semakin valid, reliabel, dan mampu memberikan gambaran yang tepat mengenai hasil belajar siswa.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Mobile Learning Mohammad Khoirul Amin; Rina Rusdiawati; Sabariah Sabariah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4792

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam penyediaan bahan ajar yang mampu mendukung proses pembelajaran yang fleksibel, interaktif, dan mudah diakses. Fenomena ini membuat peneliti mengembangkan bahan ajar berbasis mobile learning yang layak, praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model ADDIE yang meliputi tahap analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru, dan peserta didik yang terlibat dalam uji coba produk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, angket respons pengguna, dan tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis mobile learning yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media. Selanjutnya, respons guru dan peserta didik menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi dalam penggunaan bahan ajar. Hasil uji efektivitas juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan bahan ajar berbasis mobile learning. Kesimpulan pengembangan bahan ajar yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang mendukung pembelajaran mandiri, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta memfasilitasi proses belajar yang lebih fleksibel sesuai dengan tuntutan era digital.