Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam penyediaan bahan ajar yang mampu mendukung proses pembelajaran yang fleksibel, interaktif, dan mudah diakses. Fenomena ini membuat peneliti mengembangkan bahan ajar berbasis mobile learning yang layak, praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model ADDIE yang meliputi tahap analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru, dan peserta didik yang terlibat dalam uji coba produk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi, angket respons pengguna, dan tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis mobile learning yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media. Selanjutnya, respons guru dan peserta didik menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi dalam penggunaan bahan ajar. Hasil uji efektivitas juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan bahan ajar berbasis mobile learning. Kesimpulan pengembangan bahan ajar yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang mendukung pembelajaran mandiri, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta memfasilitasi proses belajar yang lebih fleksibel sesuai dengan tuntutan era digital.