Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlibatan masyarakat terhadap pemanfaatan website sebagai media penguatan sistem informasi pendidikan, khususnya dalam meningkatkan akses informasi dan kualitas layanan pendidikan. Research gap dalam penelitian ini terletak pada masih terbatasnya kajian empiris yang menguji hubungan langsung antara keterlibatan masyarakat dan efektivitas pemanfaatan website dalam konteks sistem informasi pendidikan berbasis studi kasus lokal. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada aspek teknis sistem informasi atau tingkat penerimaan teknologi, tanpa mengintegrasikan dimensi partisipasi sosial secara mendalam. Novelty penelitian ini terletak pada analisis empiris yang mengintegrasikan variabel keterlibatan masyarakat dengan pemanfaatan website dalam sistem informasi pendidikan melalui pendekatan studi kasus kontekstual. Penelitian ini menempatkan masyarakat sebagai aktor aktif yang tidak hanya menggunakan sistem, tetapi juga berkontribusi terhadap efektivitas fungsi website sebagai media informasi pendidikan. Selain itu, penelitian ini menggabungkan perspektif pengelola pendidikan dan pengguna untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika pemanfaatan website pendidikan di tingkat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap satu pengelola sistem informasi pendidikan dan empat pengguna aktif website, serta dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat memiliki pengaruh terhadap optimalisasi pemanfaatan website dalam sistem informasi pendidikan. Website berperan dalam meningkatkan akses informasi, transparansi data pendidikan, serta efisiensi layanan administrasi. Masyarakat memanfaatkan website untuk mengakses informasi kegiatan pendidikan, program lembaga, serta layanan administrasi berbasis digital. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan literasi digital, akses internet, serta rendahnya partisipasi aktif dalam pemanfaatan fitur interaktif website. Secara keseluruhan, keterlibatan masyarakat berkontribusi positif terhadap penguatan sistem informasi pendidikan, meskipun diperlukan peningkatan kapasitas digital dan pengembangan sistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna.