Wildan Fikri Ansyah
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning untuk Memperpanjang Attention Span dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Wildan Fikri Ansyah; Ahmad Khoirus Sya’bani; Purnomo Purnomo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.5121

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan media sosial menyebabkan perhatian (attention span) peserta didik dalam pembelajaran semakin menurun, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta kurang optimalnya pemahaman dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan attention span dalam pembelajaran PAI, penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), perubahan attention span setelah penerapan CTL, serta aktivitas CTL yang mendukung perhatian siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Tengaran pada bulan Mei hingga Juni 2026 dengan informan guru PAI dan peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL mampu memperpanjang attention span peserta didik melalui pembelajaran yang menghubungkan materi dengan pengalaman nyata. Pembelajaran menjadi lebih aktif, interaktif, dan bermakna, ditandai dengan meningkatnya keaktifan siswa dalam berdiskusi, bertanya, memberikan tanggapan, serta mempertahankan fokus hingga akhir pembelajaran. Berbagai aktivitas kontekstual seperti diskusi kelompok, bermain peran, presentasi, pemecahan masalah, dan refleksi pengalaman turut memperkuat keterlibatan siswa. Dengan demikian, pendekatan CTL berkontribusi dalam memperpanjang attention span sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan pendekatan CTL pada mata pelajaran lain atau jenjang pendidikan yang berbeda, serta menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed-methods guna mengukur secara lebih terukur pengaruh CTL terhadap peningkatan attention span peserta didik.
IMPLEMENTASI PROGRAM GEMPITA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA SMP NEGERI 6 SALATIGA Ahmad Khoirus Sya'bani; Wildan Fikri Ansyah; Purnomo Purnomo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12987

Abstract

The strengthening of religious character has become an important focus in education because it plays a significant role in shaping students’ behavior, attitudes, and values within a socially and culturally diverse environment. One of the efforts undertaken by SMP Negeri 6 Salatiga is the implementation of the GEMPITA Program (Gerakan Mengkaji dan Pendalaman Kitab Suci Kita/ Movement to Study and Deepen Our Holy Scriptures), which serves as a religious habituation program for all students according to their respective faiths. This study aims to analyze the implementation of the GEMPITA Program, the forms of activities conducted, its contribution to strengthening students’ religious character, and the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through interviews and observations involving the principal, program coordinator, and students. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the GEMPITA Program is implemented systematically through the grouping of students based on their religion and level of ability, teacher mentoring, and monitoring through activity journals. The program contributes to strengthening religious character by enhancing religious understanding and practices, fostering worship habits, strengthening spiritual awareness, and promoting attitudes of tolerance among students from different religious backgrounds. The findings affirm that religious habituation integrated into school culture and implemented inclusively can strengthen students’ religious character while fostering mutual respect within a multireligious school environment. ABSTRAK Penguatan karakter religius menjadi salah satu fokus penting dalam pendidikan karena berperan dalam membentuk perilaku, sikap, dan nilai siswa di tengah keberagaman sosial dan budaya. Salah satu upaya yang dilakukan SMP Negeri 6 Salatiga adalah melalui Program GEMPITA (Gerakan Mengkaji dan Pendalaman Kitab Suci Kita) yang dilaksanakan sebagai program pembiasaan keagamaan bagi seluruh siswa sesuai agama yang dianut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program GEMPITA, bentuk kegiatan yang dilaksanakan, kontribusinya terhadap penguatan karakter religius siswa, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi yang melibatkan kepala sekolah, koordinator program, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GEMPITA dilaksanakan secara terstruktur melalui pengelompokan siswa berdasarkan agama dan tingkat kemampuan, pendampingan oleh guru, serta monitoring melalui jurnal kegiatan. Program ini berkontribusi terhadap penguatan karakter religius melalui peningkatan pemahaman dan praktik keagamaan, pembentukan kebiasaan beribadah, penguatan kesadaran spiritual, serta berkembangnya sikap toleransi antarumat beragama. Temuan penelitian menegaskan bahwa pembiasaan keagamaan yang terintegrasi dalam budaya sekolah dan dilaksanakan secara inklusif mampu memperkuat karakter religius sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati dalam lingkungan sekolah yang multireligius.