Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

BENTUK PENYAJIAN DRUMBAND SMA NEGERI 3 UNGGULAN KAYUAGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Heryanto, A; Firmansyah, Dedy; Anggraeni, Annisa
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.958

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine and describe the form of Drumband Presentation at SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung, Ogan Komering Ilir Regency. This study uses a qualitative method. Based on the results of the study, the Presentation Form of Drumband High School 3 State High School Kayuagung Ogan Komering Ilir Regency is divided into two (2) versions, namely Defile and Display. The presentation order consists of the initial (Pampare), Middle (Mars and Song) and the final ( Down tool). While the Display in terms of Drumband SMA Negeri 3 Featured Kayuagung is a form of presentation Drumband that plays one or several songs by using a number of combinations of musical instruments on the Out door page (In the open stage) or In door (Stage Arena) in a line that forms a formation with a pattern that always changes according to the choreography flow of the song being played. For this version of the Display the composition of the formation and sequence of presentation from beginning to end consists of: Solo Fox in - Early Respect - Mars, Formations and Songs (Tentative according to Duration and Event) - Final Respect - Solo Fox Out. The types of musical instruments presented from the defile and display versions consist of: 1) Command Sticks, 2) Types of melodic musical instruments consisting of Trumpets, Mellophone, Bellyra, and Marching Bell, 3) Types of rhythmic musical instruments, namely: Drum Strings , Tenor Drum and Bass Drum, and 4) Flag (Flag).Keywords : Presentation Form, DrumbandAbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Bentuk Penyajian Drumband SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Bentuk Penyajian Drumband SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir ini terbagi menjadi dua (2) versi yaitu Defile dan Display.Urutan penyajiannya terdiri dari Bagian awal (Pampare), Bagian Tengah (Mars dan Lagu) dan Bagian akhir (Turun alat). Sedangkan Display dalam istilah Drumband SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung adalah Bentuk Penyajian Drumband yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik pada halaman Out door (Panggung terbuka) atau In door (Panggung Arena) dalam barisan yang membentuk formasi dengan polanya yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi terhadap lagu yang dimainkan. Untuk versi Display ini susunan formasi dan Urutan penyajiannya dari awal sampai akhir terdiri dari: Solo fox in ? Penghormatan awal ? Mars, Formasi dan lagu (Tentatif sesuai dengan Durasi dan Event) ? Penghormatan akhir - Solo Fox Out. Adapun jenis-jenis alat musik yang disajikan dari versi defile dan display tersebut terdiri dari: 1) Tongkat Komando, 2) Jenis alat musik melodis terdiri dari Terompet, Mellophone, Bellyra, dan Marching Bell, 3) Jenis alat musik ritmis yaitu: Senar Drum, Tenor Drum dan Bass Drum, dan 4) Flag (Bendera). Kata kunci  : Bentuk Penyajian, Drumband
PENATAAN ARTISTIK PERTUNJUKAN TEATER DUL MULUK TUNAS HARAPAN DI PALEMBANG Firmansyah, Dedy; Dhony, Nugroho Notosutanto Arhon
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.992

Abstract

AbstractArtistic arrangement is important in theater performances, as is Dul Muluk theater. "Decoration (scenery) is a background scene (background) where to play the play". Dul Muluk Theater is inseparable from the elements that support the show. The elements are divided into two parts, namely the main elements and supporting elements of the show. The main elements consist of: director, script, performer (actor / actress) and audience, while supporting elements of the show include: dress, property set, musical system, and stage decoration / decoration set. But in discussing this research journal, the writer discusses the supporting elements of his performance. The object of study in the research journal was the traditional arts group Dul Muluk Tunas Harapan, Pemulutan District, which was staged in Palembang. The theory used in this research journal is through Dramaturgi Harymawan's approach as grand theory. This type of research used in this research journal uses descriptive qualitative analysis. Data collection techniques carried out by observation, literature study, interviews, and documentation. The results of the research include; 1) Clothing that is useful to reinforce the character in accordance with the needs of the play, 2) Property as supporting elements of equipment in a theater performance, 3) Music Arrangement; apart from being a accompanist, illustrations, both as opening all the plays, opening scenes, giving effect to the play, and as a closing act also to give color and impression to the scene depicted on stage, 4) Tata Performances; the atmosphere of a place where the human soul can fly freely. A place where art is given breath.Keywords : Artistic Settings, Dul Muluk Theater, and Dramaturgy TheoryAbstrakPenataan artistik merupakan hal yang penting dalam pertunjukan teater, seperti halnya teater Dul Muluk. ?Dekorasi (scenery) merupakan pemandangan latar belakang (background) tempat memainkan lakon?. Teater Dul Muluk tidak terlepas dari unsur-unsur yang mendukung pertunjukan. Unsur-unsur tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu unsur pokok dan unsur pendukung pertunjukan. Unsur pokok terdiri dari: sutradara, naskah, pemain (aktor/aktris) dan penonton, sedangkan unsur pendukung pertunjukan meliputi: tata pakaian, set properti, tata musik, dan tata pentas/set dekorasi. Namun dalam pembahasan jurnal penelitian ini penulis membahas unsur pendukung pertunjukannya. Obyek yang dijadikan kajian dalam jurnal penelitian adalah kelompok seni tradisional teater Dul Muluk Tunas Harapan Kecamatan Pemulutan yang dipentaskan di Palembang. Teori yang digunakan dalam jurnal penelitiaan ini yaitu melalui pendekatan Dramaturgi Harymawan sebagai grand teori. Jenis penelitian yang digunakan dalam jurnal penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian di antaranya adalah; 1) Tata Pakaian yang berguna untuk mempertegas karakter sesuai dengan keperluan lakon, 2) Properti sebagai unsur pendukung perlengkapan dalam pertunjukan teater, 3) Tata Musik; selain sebagai pengiring, ilustrasi, baik sebagai pembuka seluruh lakon, pembuka adegan, memberi efek pada lakon, maupun sebagai penutup lakon juga untuk memberi warna dan kesan pada adegan yang digambarkan di atas pentas, 4) Tata Pentas; suasana tempat di mana jiwa manusia dapat terbang dengan bebas. Suatu tempat di mana seni diberi nafas.Kata kunci : Peanataan Artistik, Teater Dul Muluk, dan Teori Dramaturgi
KONSEP MAT DALAM MUSIK KULINTANG TARI MILUR Dedy Firmansyah; Awang Kautzar
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.839 KB)

Abstract

The function of kulintang music for the Komering tribe is as a supporting means to carry out the entire process of customary marriage of the Komering tribe. One of the marriage process in it there is a procession using milur dance accompanied by kulintang music. The concept of mat is a distinctive character as well as a guideline in the kulintang music game, so the writer is interested in studying the concept of mat in the komering kulintang music, especially in accompanying the milur dance. This study also analyzes the shape and structure of the kulintang music mat concept in the stages of the Komering marriage, especially in accompanying the milur dance. The analysis includes musical elements contained in the form and structure of the musical presentation such as phrases, figures and motifs. This study uses qualitative methods and data collection is done by observation, interviews, study of written data and documents. The results of this study conclude that the concept of mat in kulintang music to accompany the milur dance is a guideline for coordinating musical games so that each player can play his musical instruments correctly and appropriately. Whereas the form of kulintang music in accompanying the milur dance always begins with the concept of mat in each of its performances.
BENTUK DAN STRUKTUR PENYAJIAN MUSIK KULINTANG PADA PROSES ARAK-ARAKAN DALAM ADAT PERNIKAHAN SUKU KOMERING DI OKU TIMUR Dedy Firmansyah
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 1, No 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.979 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v1i2.131

Abstract

This research tittle is the Form And Strucuture Of Presentation Of Music In Process Kulintang Procession Komering Interest In Traditional Wedding In Oku East. Kulintang music is means of a tribal society of komering in marriage. That staging in customery marriage are parade process, milur dance, giving the customery law, and sada sabai dance. But in its development nowadays the existence of kulintang music is declining in customery marriage.Based on the fact, this research aims to reveal the factors that affect the existence of kulintang music in East OKU. Besides, this research to do the description of analysis form and structure of kulintang music in every stage of the komering family marriage. Analysis includes the elements of musical the form and structure of the prersensation of kulintang music. The technique of collecting data to do with an observation, interviews, study says and documents. For analysis then used the method of analysis form and structure of music. In addition to the existence and the dynamics of the music kulintang not justbe descriptive, then this research will borrow the concepts of culture, music, and social community to have a perspective that is analytical. The study conclude that the cause of the decrease existence of the kulintang music in east OKU is because the disappearance of clan system in 1979. Clans system that change into district made there was no more loyality to the customery marriage process that use kulintang music. Internal and external factor are also influence thing to the existence of kulintang music. That internal and external factor consist of management, less of capability to play kulintang, motivation, finance, government role, and influence goreign culture. Keywords: kulintang; customery marriage; dynamics; form and structure music
SENI MUSIK ETNIK HADRAH NUR MUHAMMAD DI KECAMATAN JAYALOKA KABUPATEN MUSIRAWAS KAJIAN BENTUK SAJIAN DAN STRUKTUR MUSIK Arif Kurniawan; Dedy Firmansyah
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p52-63

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk dan struktur seni musik etnik  Hadrah yang ada di Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musirawas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk musik etnik  Hadrah yang ada di Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas adalah jenis musik ansambel yang dilengkapi dengan struktur lirik (syair) lagu, alat musik, teknik permainan, pemain dan vokal. Alat musik yang digunakan adalah alat musik ritmis seperti Genjringan, Kentam, Keprak, Darbuka, Gendang Bass, Ketiplak dan Kemplingan, Simbal serta Tamborin. Teknik permainan yang digunakan adalah teknik permainan pola dasar, pola ningkah dan pola variasian. Jumlah keseluruhan anggota adalah 15 anggota termasuk pelatih, terbagi menjadi 10 pemain musik dan 5 orang penyanyi (vokal)
Efektivitas Penggunaan Metode Drill pada Pembelajaran Ansambel Pianika di Kelas X SMA Negeri 2 Muara Dua Kisam Ari Anggara; Dedy Firmansyah; Feri Firmansyah
Pelataran Seni Vol 6, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.11582

Abstract

APLIKASI SIBELIUS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENULIS NOTASI MUSIK BERMAS Dedy Firmansyah; Nugroho Notosutanto Arhon Dhony
Jurnal Sitakara Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v6i1.5285

Abstract

Bermas merupakan sebuah syair yang dilantunkan tanpa menggunakan notasi musik sebagai pedoman atau acuan dalam menyelaraskan nada, oleh seseorang atau beberapa tokoh dengan diiringi musik yang ada di dalam pertunjukan teater dul muluk, disampaikan di awal pertunjukan dan diakhir pertunjukan sebagai salam pembuka dan salam penutup. Bermas juga merupakan salam penghormatan kepada penonton baik sebagai penanggap atau yang punya hajat juga kepada tamu undangan yang datang. Hal tersebut menarik untuk dilakukan penelitian karena belum terdapat notasi musik bermas dengan struktur yang lengkap. Tujuan penelitian agar lagu bermas dibuat notasi musiknya secara lengkap melalui media aplikasi Sibelius.
TRANSPOSISI TTI (TRANSFER, TRANSLATION, IMITATE) DALAM PEMBELAJARAN NOTASI MUSIK MELALUI SCORE CREATOR A Heryanto; Dedy Firmansyah
Jurnal Sitakara Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v5i2.4782

Abstract

ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimanakah Konsep Transposisi TTI (Transfer, Translation, Imitate) dalam Pembelajaran Notasi Musik melalui Score Creator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan tentang penerapan Transposisi TTI (Transfer, Translation, Imitate) dalam Pembelajaran Notasi Musik melalui Score Creator. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Konsep Transposisi TTI (Transfer, Translation, Imitate) dalam Pembelajaran Notasi Musik melalui Score Creator ini dapat efektif dan efisien dengan 6 tahapan: 1) Hal pertama yang perlu guru lakukan adalah menginstruksikan kepada siswa untuk membawa Handphone Android dengan mendownload aplikasi Score Creator pada Google Play Store. 2) Sebelum mengklik menu ‘Aplikasi Score Creator’ 3) Langkah ke tiga ini adalah tahapan menggunakan aplikasi Score Creator di Handphone siswa masing-masing. 4) Pada tahapan inilah pelatih atau guru dapat mengklarifikasi kepada siswa tentang Notasi sebuah lagu. 5) Langkah berikutnya adalah tahapan  “Imitation 6) Langkah terakhir yakni siswa dapat mengulang-ulang memutar “Play” dan (menirukan) bunyi terjemahan Notasi pada aplikasi Score Creator secara mandiri. Kata Kunci : Score Creator,Transposis ( Transfer, Translation, Imitate), Notasi Musik
Bentuk Penyajian Musik Terbangan Pada Acara Arak-Arakan Pernikahan Oleh Grup Syarofal An-Nisa di Desa Kenten Laut Sumatera Selatan Anissya Tri Indriani; Dedy Firmansyah; Feri Firmansyah
Jurnal Sitakara Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah Bentuk Penyajian Musik Terbangan pada acara Arak-Arakan Pernikahan oleh grup Syarofal AN-NISA di desa Kenten Laut Sumatera Selatan. Masalah difokuskan pada Musik Terbangan (rebana) yang berasal dari negara Arab Saudi yang bertujuan sebagai sarana dakwah dan mempunyai sejarah kisah sejak dahulu yang menceritakan sejarah perjuangan Baginda Nabi Muhammad SAW. Masuknya musik terbangan ke Indonesia sehingga sampai saat ini masih berkembang khususnya di Desa Kenten Laut. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori Prof. Dr. Sugiyono dalam buku Metode Peneltian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Data-data dikumpulkan melalui Observasi, wawancara dan Hasil, dan dianalisis secara ringkas dan jelas, kajian ini menyimpulkan bahwa terdapat beberapa unsur dalam bentuk penyajian yakni pemain, alat musik, lagu, musik, kostum penonton, tempat pertunjukan dan penelitian ini ditemukan beberapa pola-pola pukulan yang berbeda salah satunya pukulan serang(selang), kincat dan yahum. Kata Kunci : Bentuk Penyajian; Musik; Terbangan.
Efektivitas Penerapan Metode Out Door terhadap Pembelajaran Tari Tanggai pada Kelas X.2 di SMA PGRI Gelumbang Rhana Zakira; Dedy Firmansyah; Rully Rochayati
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v3i1.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Adakah Efektivitas Penerapan Metode Out Door Terhadap Pembelajaran Tari Pada Kelas X di SMA PGRI Gelumbang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kategoripre-test and post-test one group yaitu sebuah eksperimen yang dilakukan sebelum eksperimen (pre-test) dan sesudah eksperimen (post-test) (Arikunto, 2013: 124). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik Tes. Teknik Analisis Data dalam peneltian ini menggunakan a) Analisis Data Tes, b) Uji Normalitas Data, c) Uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan pengujian normalitas didapatkan data terdistribusi normal, maka analisis data tes akhir yang telah diuraikan sebelumnya. Diketahui uji t hipotesis dengan    dengan  = 9,44 dan  dan dk = diperoleh  2,04. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima atau   atau 9,44  2,04. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan metode out door dalam hasil pembelajaran Tari tanggai pada siswa kelas X.2.D SMA PGRI Gelumbang.