Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Struktur Tari Lacak Apung Di SMA Negeri 9 Palembang: Struktur Tari Lacak Apung Di SMA Negeri 9 Palembang Gabrela Malika Casta; Rully Rochayati; Dedy Firmansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1602

Abstract

Tari Lacak Apung merupakan salah satu tari kreasi berasal dari daerah Sumatera Selatan yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat di rumah apung Sungai Musi. Secara etimologis, nama tarian ini berasal dari kata "lacak" yang berarti ”mencari” atau “melacak”, dan "apung" yang merujuk “mengapung” atau “di atas air”. Tarian ini lahir dari pengamatan kehidupan masyarakat rumah apung di Sungai Musi, yang menjadi jantung budaya dan ekonomi Palembang. Sebagai tari kreasi baru, proses penciptaannya melibatkan eksplorasi gerak, musik, dan kostum yang terinspirasi langsung dari aktivitas warga sungai, seperti mendayung, memancing, dan interaksi sosial di atas air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokuinentasi kemudian dianalisis dengan teknik analisis data observasi, teknik analisis data wawancara, dan teknik analisis data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari lacak apung memiliki 3 struktur, yakni : Struktur awal, Struktur tengah, Struktur akhir. Jumlah penari yakni 5 orang penari perempuan dan memiliki 20 ragam gerak yang di bentuk dalam tiga adegan mulai dari awal, konfik, serta berakhirnya tarian. Keywords: Struktur tari lacak apung
PROSES PEMBELAJARAN TARI PEGI MANTANG MENGGUNAKAN AUDIO VISUAL DI KELAS VII A SMPN 3 TUNGKAL ILIR Diana Nurlailatul Masruroh; Dedy Firmansyah; Rully Rochayati
TAMUMATRA Vol 8 No 1 (2025): Tamumatra
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v8i1.30164

Abstract

This study discusses how the Pegi Mantang dance learning process uses audio-visual media in class VII A of SMPN 3 Tungkal Ilir. This study aims to determine and describe the Pegi Mantang dance learning process using audio-visual media. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study on Pegi Mantang dance learning using audio-visual media in the learning process include introductory activities, core activities, and closing activities. Before conducting learning activities, teachers had three stages, namely planning, implementation, and evaluation. Before teachers conducted learning in the classroom, they made lesson plans so that learning in the classroom would run according to the planned objectives. Teachers had teaching modules and ATP as guidelines for teaching, which contained the learning flow and learning objectives compiled by the teachers. Before starting the lesson, the teacher prepares audio-visual media such as a laptop connected to a projector, a projector to display images or dance videos, and speakers for sound amplification. This study found that students learn more effectively when using audio-visual media because they can directly see the dance lessons, which are interesting. By using audio-visual media, students can understand the material more easily and become more skilled and motivated.