Sukri
Universitas Darul 'Ulum Lamongan, IAI Ar-Risalah INHIL Riau, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Academic Ecosystem: Reorientasi Manajemen Pendidikan Tinggi dalam Lanskap Global Kontemporer Sukri; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1203

Abstract

Artikel ini mengkaji reorientasi manajemen pendidikan tinggi dalam membangun digital academic ecosystem (ekosistem akademik digital) yang adaptif terhadap lanskap global kontemporer. Pandemi COVID-19, percepatan revolusi industri 4.0, dan kemunculan kecerdasan buatan generatif telah memaksa perguruan tinggi di seluruh dunia melakukan transformasi digital yang sebelumnya diperkirakan memakan dekade menjadi proses yang berlangsung dalam hitungan bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka sistematis dan analisis wacana kebijakan pendidikan tinggi global. Temuan utama menunjukkan bahwa reorientasi manajemen pendidikan tinggi harus dilakukan pada empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu reorientasi paradigmatik dari institusi pendidikan tradisional menuju ekosistem akademik digital, reorientasi struktural dari hierarki birokratis menuju jaringan kolaboratif lintas pemangku kepentingan, reorientasi pedagogis dari transmisi pengetahuan menuju koproduksi pengetahuan berbasis data, dan reorientasi kultural dari budaya akademik tertutup menuju budaya akademik terbuka yang berorientasi pada dampak sosial. Model digital academic ecosystem yang diusulkan terdiri atas lima komponen sinergis, yaitu infrastruktur digital sebagai fondasi, tata kelola data sebagai sistem saraf, kompetensi digital sivitas akademika sebagai aktor, kemitraan ekosistem sebagai jaringan, dan budaya inovasi sebagai iklim akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital di pendidikan tinggi bukanlah proyek teknologis semata melainkan transformasi kultural dan paradigmatik yang memerlukan kepemimpinan visioner, koherensi kebijakan, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Rekonstruksi Model Pembelajaran Integrative Berbasis Tauhid pada Perguruan Tinggi Islam Kontemporer Sukri; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1204

Abstract

Artikel ini mengkaji rekonstruksi model pembelajaran integrative berbasis tauhid pada perguruan tinggi Islam kontemporer sebagai upaya merespons dualisme epistemologis antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih mendominasi sistem pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis wacana filosofis-pedagogis. Kerangka teoretis dibangun secara berlapis dengan menempatkan Paradigma Tauhid sebagai grand theory, Integrasi-Interkoneksi Keilmuan sebagai middle theory, dan Integrative Learning Theory berkonstruksivisme Vygotsky sebagai applied theory. Temuan utama menunjukkan bahwa rekonstruksi model pembelajaran integrative berbasis tauhid harus dilakukan pada tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu rekonstruksi ontologis yang menempatkan tauhid sebagai fondasi kosmologi keilmuan, rekonstruksi epistemologis yang mengintegrasikan wahyu, akal, indra, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan yang sah, serta rekonstruksi aksiologis yang mengorientasikan ilmu pada kemaslahatan umat dan peradaban. Model pembelajaran integrative berbasis tauhid yang diusulkan terdiri atas lima komponen sinergis, yaitu paradigma tauhid sebagai pijakan filosofis, kurikulum terintegrasi sebagai struktur, strategi integrative learning sebagai metode, dosen integratif sebagai aktor, dan iklim akademik tauhidik sebagai ekosistem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi pembelajaran integrative berbasis tauhid bukanlah sekadar reformasi metodologis melainkan transformasi paradigmatik yang memerlukan komitmen institusional dan intelektual yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan perguruan tinggi Islam.