Artikel ini mengkaji rekonstruksi model pembelajaran integrative berbasis tauhid pada perguruan tinggi Islam kontemporer sebagai upaya merespons dualisme epistemologis antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih mendominasi sistem pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis wacana filosofis-pedagogis. Kerangka teoretis dibangun secara berlapis dengan menempatkan Paradigma Tauhid sebagai grand theory, Integrasi-Interkoneksi Keilmuan sebagai middle theory, dan Integrative Learning Theory berkonstruksivisme Vygotsky sebagai applied theory. Temuan utama menunjukkan bahwa rekonstruksi model pembelajaran integrative berbasis tauhid harus dilakukan pada tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu rekonstruksi ontologis yang menempatkan tauhid sebagai fondasi kosmologi keilmuan, rekonstruksi epistemologis yang mengintegrasikan wahyu, akal, indra, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan yang sah, serta rekonstruksi aksiologis yang mengorientasikan ilmu pada kemaslahatan umat dan peradaban. Model pembelajaran integrative berbasis tauhid yang diusulkan terdiri atas lima komponen sinergis, yaitu paradigma tauhid sebagai pijakan filosofis, kurikulum terintegrasi sebagai struktur, strategi integrative learning sebagai metode, dosen integratif sebagai aktor, dan iklim akademik tauhidik sebagai ekosistem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi pembelajaran integrative berbasis tauhid bukanlah sekadar reformasi metodologis melainkan transformasi paradigmatik yang memerlukan komitmen institusional dan intelektual yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan perguruan tinggi Islam.
Copyrights © 2026