Muhammad Faisal
Universitas Darul ‘Ulum Lamongan, STAI Sultan Abdurrahman Kepri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Paradigma Integrasi-Interkoneksi dalam Pengembangan Keilmuan Islam Kontemporer Dahlina; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1205

Abstract

Paradigma integrasi-interkoneksi yang dikembangkan oleh M. Amin Abdullah telah menjadi salah satu pendekatan paling berpengaruh dalam upaya mendamaikan ilmu agama dan sains modern di perguruan tinggi Islam Indonesia. Artikel ini menganalisis implementasi paradigma integrasi-interkoneksi dalam pengembangan keilmuan Islam kontemporer dengan mengidentifikasi lima dimensi kunci implementasi, yakni epistemologis, metodologis, kurikular-pedagogis, institusional-struktural, dan kultural-kontekstual. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis literatur sistematis, penelitian ini mengembangkan kerangka kerja komprehensif yang mencakup indikator terukur untuk setiap dimensi, model kematangan transformasi empat fase yang terdiri dari dekonstruksi, reorientasi, integrasi-interkoneksi, dan institusionalisasi, serta studi kasus tiga institusi pendidikan Islam di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa implementasi paradigma integrasi-interkoneksi menghadapi tantangan signifikan pada dimensi epistemologis dan institusional, sementara dimensi kurikular-pedagogis menunjukkan kemajuan relatif lebih konsisten. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama yang meliputi risiko epistemologis berupa integrasi superficial, risiko institusional berupa resistensi struktural, risiko pedagogis berupa kesenjangan implementasi, dan risiko kontekstual berupa kehilangan identitas lokal. Artikel ini menyumbangkan model implementasi yang dapat dijadikan panduan bagi institusi pendidikan Islam dalam mengoperasionalisasikan paradigma integrasi-interkoneksi secara berkelanjutan dan kontekstual.
Hybrid Academic Leadership: Model Kepemimpinan Pendidikan dalam Ekosistem Digital dan Disrupsi Global Dahlina; Said Maskur; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1206

Abstract

Transformasi digital dan disrupsi global telah mengubah secara fundamental lanskap pendidikan tinggi, menuntut model kepemimpinan akademik yang mampu beroperasi secara efektif dalam ekosistem yang semakin kompleks dan tidak pasti. Penelitian ini mengembangkan konsep hybrid academic leadership sebagai model kepemimpinan pendidikan yang mengintegrasikan dimensi transformatif, digital, kolaboratif, adaptif, dan strategis dalam ekosistem digital dan disrupsi global. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dan kerangka analisis multidimensi, penelitian ini mengembangkan model transformasi berfase empat yakni asessment, pengembangan, implementasi, dan institusionalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa hybrid academic leadership menuntut pergeseran dari paradigma hierarkis-tradisional menuju paradigma jaringan-adaptif yang mampu mengoordinasikan kepemimpinan tatap muka dan digital secara simultan. Framework yang dikembangkan mengidentifikasi lima dimensi integratif dengan indikator terukur untuk menilai kompetensi kepemimpinan hibrida. Studi kasus terhadap tiga institusi pendidikan tinggi menunjukkan variasi signifikan dalam pengembangan kepemimpinan hibrida. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program pembinaan kepemimpinan hibrida, penguatan infrastruktur digital-kepemimpinan, dan pembangunan ekosistem pembelajaran organisasi sebagai strategi transformasi kepemimpinan akademik kontemporer
Toward Integrated Knowledge Model: Integrasi Ilmu dan Keislaman dalam Pendidikan Modern Dahlina; Muhammad Faisal
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.1207

Abstract

Dikotomi ilmu agama dan ilmu umum merupakan warisan epistemologis kolonial yang terus menghambat pengembangan model keilmuan integratif dalam pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini mengembangkan model pengetahuan terintegrasi (integrated knowledge model) yang menghubungkan ilmu dan keislaman sebagai paradigma baru bagi pendidikan modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dan kerangka analisis multidimensi yang mencakup dimensi epistemologis, ontologis, aksiologis, pedagogis, dan institusional, penelitian ini mengembangkan model transformasi berfase empat yakni dekonstruksi, reorientasi, integrasi, dan konsolidasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemikiran Al-Attas tentang Islamisasi dan dewesternization, Al-Faruqi tentang Islamisasi ilmu berbasis prinsip tauhid, dan Amin Abdullah tentang integrasi-interkoneksi memberikan fondasi epistemologis yang saling melengkapi bagi model pengetahuan terintegrasi. Framework yang dikembangkan mengidentifikasi lima dimensi integratif dengan indikator terukur untuk menilai tingkat integrasi ilmu-keislaman dalam institusi pendidikan. Studi kasus terhadap tiga universitas Islam di Indonesia menunjukkan variasi signifikan dalam implementasi model integratif. Penelitian ini merekomendasikan reformulasi epistemologi integratif, pengembangan kurikulum transdisipliner berbasis tauhid, dan penguatan arsitektur institusional sebagai strategi pembangunan model pengetahuan terintegrasi dalam pendidikan modern