Nurdahlia
Prodi D IV Promosi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PERAWATAN KAKI DENGAN RISIKO ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KOTA BEKASI: ASSOCIATION BETWEEN FOOT CARE AND DIABETIC FOOT ULCER RISK AMONG PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS IN BEKASI CITY Eska Riyanti Kariman; Nurdahlia; Tri Endah Pangestuti; Fazwah Firdayanti
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 15 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v15i1.1282

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan komplikasi ulkus kaki diabetik. Perawatan kaki menjadi salah satu upaya penting untuk menurunkan risiko komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku perawatan kaki dengan risiko ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Jatiluhur Kota Bekasi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 88 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku perawatan kaki diukur menggunakan Nottingham Assessment of Functional Footcare, sedangkan risiko ulkus kaki diabetik dinilai berdasarkan sistem stratifikasi risiko International Working Group on the Diabetic Foot. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku perawatan kaki baik sebanyak 49 responden (55,7%) dan risiko ulkus kaki diabetik rendah sebanyak 68 responden (77,3%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku perawatan kaki dan risiko ulkus kaki diabetik dengan p-value <0,001 dan OR 20,143. Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku perawatan kaki berasosiasi dengan risiko ulkus kaki diabetik. Edukasi perawatan kaki dan skrining kaki diabetik berkala perlu diperkuat di pelayanan kesehatan primer.