Eska Riyanti Kariman
Prodi D III Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Pencegahan Demam Berdarah (Dengue) di Jakarta Timur Eska Riyanti Kariman; Ni Made Riasmini; Nelly Yardes
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23230

Abstract

ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a significant public health problem in Indonesia. Based on data recorded by theIndonesian Ministry of Health and based on the DKI Jakarta Provincial Health Office, DHF cases continue to increase. This condition shows the need for effective prevention efforts, one of which is through increasing public knowledge. However, there is still a gap between knowledge and prevention behavior. To determine the relationship between thelevel of knowledge and DHF prevention behavior in the community in RW 08, Jatinegara Village, East Jakarta. This type of research is descriptive analytical with a cross-sectional approach. A sample of 90 people was taken using a purposive sampling technique, with the criteria that there had been a family member who had DHF. Data werecollected using a questionnaire on knowledge and behavior of dengue fever prevention (20 questions each, Guttman scale), which had been tested for validity and reliability (Cronbach's Alpha 0.723 and 0.879). Data analysis used thechi-square test. The majority of respondents with high knowledge had good dengue fever prevention behavior(86,5%), while respondents with low knowledge tended to have less good behavior (84,2%). The results of the chi-square test showed a p-value of 0.000 (0,05) and an Odds Ratio (OR) of 34,286, which means that high knowledgeincreases the chances of good prevention behavior by 34 times compared to low knowledge. There is a significant relationship between the level of knowledge and dengue fever prevention behavior in the community. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Level of Knowledge, Prevention Behavior.  ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan data yang tercatat di Kemenkes RI maupun bersadarkan Dinkes Provinsi DKI Jakarta, kasus DBD terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan yang efektif, salah satunya melalui peningkatan pengetahuan masyarakat. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan. Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan DBD pada masyarakat di  Kelurahan Jatinegara Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross- sectional. Sampel sebanyak 90 orang diambil menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria pernah ada anggota keluarga yang terkena DBD. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan DBD (masing-masing 20 soal, skala Guttman), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha 0,723 dan 0,879). Analisis data menggunakan uji chi-square. Mayoritas responden dengan pengetahuan tinggi memiliki perilakupencegahan DBD yang baik (86,5%), sedangkan responden dengan pengetahuan rendah cenderung memiliki perilaku kurang baik (84,2%). Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value 0,000 (0,05) dan Odds Ratio (OR) 34,286, yangberarti pengetahuan tinggi meningkatkan peluang perilaku pencegahan yang baik sebesar 34 kali dibandingkan pengetahuan rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan DBD pada masyarakat. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD), Tingkat Pengetahuan, Perilaku Pencegahan.
HUBUNGAN PERAWATAN KAKI DENGAN RISIKO ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KOTA BEKASI: ASSOCIATION BETWEEN FOOT CARE AND DIABETIC FOOT ULCER RISK AMONG PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS IN BEKASI CITY Eska Riyanti Kariman; Nurdahlia; Tri Endah Pangestuti; Fazwah Firdayanti
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 15 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v15i1.1282

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan komplikasi ulkus kaki diabetik. Perawatan kaki menjadi salah satu upaya penting untuk menurunkan risiko komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perilaku perawatan kaki dengan risiko ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Jatiluhur Kota Bekasi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 88 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku perawatan kaki diukur menggunakan Nottingham Assessment of Functional Footcare, sedangkan risiko ulkus kaki diabetik dinilai berdasarkan sistem stratifikasi risiko International Working Group on the Diabetic Foot. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku perawatan kaki baik sebanyak 49 responden (55,7%) dan risiko ulkus kaki diabetik rendah sebanyak 68 responden (77,3%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku perawatan kaki dan risiko ulkus kaki diabetik dengan p-value <0,001 dan OR 20,143. Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku perawatan kaki berasosiasi dengan risiko ulkus kaki diabetik. Edukasi perawatan kaki dan skrining kaki diabetik berkala perlu diperkuat di pelayanan kesehatan primer.