Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Motivasi Siswa Mengikuti Kelas Tenis di Bina Tennis Academy Klaten Yoga Dwi Setyawan; Nurhidayat Nurhidayat; Vera Septi Sistiasih
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.9960

Abstract

Motivasi merupakan faktor penting yang menentukan konsistensi dan keberhasilan seseorang dalam mengikuti kegiatan olahraga, termasuk tenis lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi siswa dalam mengikuti kelas tenis di Bina Tennis Academy Klaten ditinjau dari faktor intrinsik dan ekstrinsik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh siswa aktif Bina Tennis Academy Klaten yang berjumlah 30 orang (10 laki-laki, 20 perempuan), dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket tertutup berskala Likert modifikasi (1–4) dengan 34 butir pernyataan yang mencakup indikator motivasi intrinsik (kesehatan, perhatian, minat, bakat) dan motivasi ekstrinsik (metode melatih, alat latihan, kondisi lingkungan). Koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,948. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi keseluruhan siswa berada pada kategori tinggi (56,67%), diikuti kategori sedang (30,00%) dan sangat tinggi (13,33%). Motivasi intrinsik memperoleh rerata skor 3,28 (kategori tinggi), sedangkan motivasi ekstrinsik memperoleh rerata skor 3,14 (kategori tinggi). Indikator minat dan kesenangan menjadi pendorong terkuat dari sisi intrinsik, sementara dukungan pelatih menjadi faktor ekstrinsik yang paling dominan. Disimpulkan bahwa siswa Bina Tennis Academy Klaten memiliki motivasi yang tinggi dalam mengikuti kelas tenis, dengan motivasi intrinsik lebih kuat dibandingkan motivasi ekstrinsik.