Helga Sania Putri
Universitas Muhammadiyah Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIFITAS MEDIA LEAFLET DAN AUDIO VISUAL TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN PADA ANAK SDS IT AL-MANAR TAKENGON DALAM MEMILIH JAJANAN SEHAT TAHUN 2024 Helga Sania Putri; Anwar Arbi; Nopa Arlianti; Hanifah Hasnur; Qurrata A’yun
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.6378

Abstract

Latar belakang: Penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang jajanan sehat, dengan media seperti leaflet dan audio-visual. Leaflet mudah diakses, dapat dibaca ulang, dan menyajikan informasi ringkas, sementara audio-visual lebih menarik dengan kombinasi gambar, suara, dan teks. Berdasarkan pengamatan awal di SDS IT Al-Manar, ditemukan bahwa banyak pedagang di sekitar sekolah menjual jajanan dalam kondisi kurang higienis, sementara siswa cenderung membeli makanan tanpa memperhatikan kebersihan dan kandungan gizinya. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi mengenai jajanan sehat melalui metode yang efektif dan menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media leaflet dan audio-visual dalam meningkatkan pengetahuan siswa SDS IT Al-Manar tentang pemilihan jajanan sehat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi experiment. Dilaksanakan 4-5 November 2024. Populasi seluruh anak kelas 6 di SDS IT Al-Manar Takengon yang berjumlah 60 orang. Desain sampel menggunakan total populasi sebanyak 60 responden. Analisis data menggunakan uji t independent dan paired sample t test dengan Stata 15 meliputi univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan setelah diberikan intervensi pada kelompok leaflet dan audio visual (p=0,003), kelompok leaflet pada sebelum dan setelah diberikan intervensi (p=0,0001) dengan perubahan 62,90%, dan kelompok audio visual pada sebelum dan setelah diberikan intervensi (p=0,0001) dengan perubahan 63,69% dalam memilih jajanan sehat. Kesimpulan: Metode audio-visual dan leaflet sama-sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Dinas Kesehatan diharapkan mengintegrasikan audio-visual dalam promosi kesehatan di sekolah dan komunitas, sementara leaflet tetap digunakan sebagai media pendukung yang mudah diakses. Kombinasi keduanya menjadi strategi edukasi yang optimal