Abstract Islamic higher education faces a continuing challenge in aligning institutional academic outputs with labor market needs and societal demands. This study evaluates research governance at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta by examining how research management supports or constrains the integration of teaching, research, and community engagement within the Tridharma framework. Using a convergent parallel mixed-methods design, the study combines institutional data from SIAPP, SINTA, and SciVal, structured survey data, interviews with research governance stakeholders, and discourse analysis of policy documents from 2019 to 2024. The findings show that the Output Cost Standard, SIAPP system, and “The Seven Hypes” thematic framework have strengthened administrative control, proposal management, and research direction. However, the data also reveal fluctuating research grants, including 1,046 funded projects during 2019–2023, a decline in publication output after its 2021 peak, and limited participation in the 2024 competency-based research program, with only 33 of 81 study programs submitting proposals. The study concludes that research governance should move beyond administrative compliance toward stronger integration with curriculum development, teaching innovation, student involvement, and community engagement. Abstrak Pendidikan tinggi Islam masih menghadapi tantangan dalam menyelaraskan output akademik institusi dengan kebutuhan pasar kerja dan tuntutan masyarakat. Penelitian ini mengevaluasi tata kelola penelitian di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan menelaah bagaimana manajemen penelitian mendukung atau menghambat integrasi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam kerangka Tridharma. Dengan menggunakan desain convergent parallel mixed methods, penelitian ini menggabungkan data institusional dari SIAPP, SINTA, dan SciVal, data survei terstruktur, wawancara dengan pemangku kepentingan tata kelola penelitian, serta analisis wacana terhadap dokumen kebijakan periode 2019–2024. Temuan menunjukkan bahwa Standar Biaya Keluaran, sistem SIAPP, dan kerangka tematik “The Seven Hypes” telah memperkuat kontrol administratif, pengelolaan proposal, dan arah penelitian. Namun, data juga menunjukkan fluktuasi hibah penelitian, termasuk 1.046 penelitian yang didanai pada 2019–2023, penurunan publikasi setelah mencapai puncak pada 2021, serta rendahnya partisipasi dalam program riset berbasis kompetensi 2024, dengan hanya 33 dari 81 program studi yang mengajukan proposal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola penelitian perlu bergerak melampaui kepatuhan administratif menuju integrasi yang lebih kuat dengan pengembangan kurikulum, inovasi pengajaran, keterlibatan mahasiswa, dan pengabdian masyarakat.