Luciana Fransisca M
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK EPILEPSI DI RS ADVENT MEDAN: PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK EPILEPSI DI RS ADVENT MEDAN Rani Kawati Damanik; Ester Saripati Harianja; Mestika Lumbantoruan; Luciana Fransisca M
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1405

Abstract

Latar Belakang: Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronik yang berisiko tinggi menyebabkan keterlambatan perkembangan pada anak, di mana sekitar 30–40% anak dengan epilepsi mengalami gangguan neurodevelopmental yang berdampak jangka panjang apabila tidak terdeteksi secara dini. Kemampuan orang tua dalam melakukan deteksi dini masih terbatas akibat kurangnya edukasi terstruktur selama kunjungan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi terhadap kemampuan deteksi dini perkembangan anak epilepsi pada orang tua di Rumah Sakit Advent Medan. Metode: Desain penelitian menggunakan metode pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan dengan metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, dan pemberian leaflet. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi (pre-test) sebanyak 25 responden (83,3%) berada dalam kategori Tidak Mampu dan 5 responden (16,7%) berada dalam kategori Mampu. Setelah edukasi (post-test), sebanyak 22 responden (73,3%) meningkat menjadi kategori Mampu dan 8 responden (26,7%) masih dalam kategori Tidak Mampu. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z = -4,187 dengan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi terhadap kemampuan deteksi dini perkembangan anak epilepsi. Kesimpulan: Program edukasi deteksi dini perlu dilaksanakan secara rutin, terstruktur, dan berkelanjutan sebagai bagian integral pelayanan keperawatan anak guna meningkatkan kompetensi orang tua dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak epilepsi.