Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DESIGN UPPER STRUCTURE OF THE RIVER BAKI BRIDGE USES A STEEL FRAME Fuadiyah, Tasliyatul; Enda, Dedi; Puluhulawa, Indriyani
Journal of Green Science and Technology Vol 2, No 3 (2018): JOURNAL OF GREEN SCIENCE AND TECHNOLOGY
Publisher : FAKULTAS TEKNNIK UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v2i3.2146

Abstract

In general, the bridge type is a reinforced concrete bridge, composite and steel frame. The Baki River Bridge was originally a 40 m long Wood type bridge connecting the village of Mengkopot - Tanjung Pisang because the condition of the Baki river bridge has been damaged especially on bridge floors and girders due to age, so it is planned to re-use the steel frame bridge structure. By using the steel bridge structure, it is expected that later it can be a comparison for the future bridge planning.In this study, the structure of the planned bridge consists of bridge slabs, sidewalk slabs, backrest pipes, longitudinal and transverse girders, steel frames, wind ties, and joints. By following the SNI T-02-2005 bridge loading standard, SNI T-03-2005 for planning steel bridge structures and SNI T-12-2004 for planning concrete structures on bridges.From the planning results obtained thickness 200 mm Bridge Slab and thick sidewalk slab 250 mm with a longitudinal girder profile used WF 600.200.11.17 mm steel with a distance between girders 1.75 m. Transverse girders of steel profiles WF 700,300.13.24 are used with the distance between girders 5 m. Used Steel profiles WF 400,400.13.21 as Main Frame and Steel WF profile 150.150.7.10 as profiles for wind ties.?Keywords: Steel frame, girder, connection,
Kajian Eksperimental Material dan Elemen Dinding Beton Beragregat Kasar Styrofoam dengan Lapisan Coating Dedi Enda; Saptahari Mudijana S Poetra; Sigit Darmawan; Ivan Sandi Darma
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.3.2

Abstract

Abstrak. Material beton merupakan jenis material yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan. Untuk keperluan non-struktural, penggunaan beton normal menyebabkan beban mati akibat elemen beton non-struktural cukup besar, sehingga untuk mengurangi berat beton non-struktural tersebut digunakan beton ringan dengan agregat kasar dari bahan ALWA, salah satunya styrofoam. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya terhadap beton dengan agregat kasar styrofoam, diketahui bahwa mutu beton turun seiring dengan penambahan persentase agregat styrofoam didalam beton, hal ini diakibatkan styrofoam sebagai bahan penyusun beton terlalu lemah, sehingga di dalam penelitian ini agregat kasar styrofoam dilakukan perkuatan dengan coating dengan menggunakan pasta berupa semen, fly ash dan air (ALWA styrofoam). Eksperimen dilaksanakan dengan butiran styrofoam yang dilapisi coating dengan ukuran maksimum 2 cm direncanakan sebagai agregat kasar dengan rasio air semen 0.5, 0.6, 0.7 dan 0.8 dengan kekuatan target 15 MPa. Hasil uji menunjukkan berat isi beton ALWA styrofoam 25%-30% lebih rendah dari beton normal, dengan kuat tekan beton ALWA styrofoam meningkat seiring menurunnya faktor air semen. Untuk kegunaannya sebagai dinding nonstruktural/partisi, hasil analisis struktur menunjukkan bahwa pola keruntuhan portal dinding pengisi panel beton ALWA styrofoam diawali dengan kehancuran daerah sudut kemudian dilanjutkan dengan kehancuran pada kolom portal bagian bawah.Abstract. The concrete material is a type of material that is widely used in building construction. For the purposes of the non-structural, the use of normal concrete causes dead load due to non-structural concrete elements are quite large, because of that to reduce the weight of the non-structural concrete lightweight concrete is used with coarse aggregate of ALWA material, one type of that is styrofoam. From the research that has been done by previous researchers with the concrete with coarse aggregate styrofoam, it is known that the quality of the concrete decrease with the addition of the percentage of the aggregate of Styrofoam in the concrete, this is due to styrofoam as the building blocks of concrete are too weak, so in this study coarse aggregate styrofoam do retrofitting of the coating by using a cement paste, fly ash and water (ALWA styrofoam). Experiment is carried out with Styrofoam granules coated with coating with maximum size of the coating is 2 centimeters is used as coarse aggregate with the ratio of cement water are 0.5, 0.6, 0.7 and 0.8 with a targeted strength of 15 Mpa. The results of the test show that the weight of the concrete ALWA styrofoam 25% -30% lower than normal concrete, the concrete compressive strength increases with decreasing ALWA styrofoam cement water factor .As non-structural wall use/ partition, the results of the analysis show of the structure as a non-structural walls, the collapse pattern of charger wall portal ALWA styrofoam concrete panel begins with the destruction of the corner area and then proceed with the destruction of the bottom of portal column.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU SISA PEMBAKARAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI SUBSITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Dedi Enda Enda
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.057 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.358

Abstract

Ketergantungan penggunaan fly ash terutama fly ash tipe F hasil sisa pembakaran batu bara sebagai bahan tambah pembuatan beton cukup tinggi, akan tetapi tidak semua daerah di Indonesia tersedia bahan ini, seperti di pulau Bengkalis, untuk itu perlu dikembangkan bahan tambah alternatif dengan memperhatikan ketersediaannya di lapangan, yaitu berupa abu sisa pembakaran sampah organik. Penelitian di laboratorium dilakukan dengan variasi subsitusi abu sisa pembakaran sampah organik dengan semen berdasarkan satuan volume. Adapun volume semen yang dikurangi untuk diganti abu sisa pembakaran sampah organik yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% dengan kuat beton rencana yang digunakan yaitu 25 MPa, 30 MPa dan 35 MPa. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh dari penggunaan abu sisa pembakaran sampah organik sebagai subsitusi parsial semen terhadap kuat tekan beton 25 MPa, 30 MPa dan 35 MPa, menyebabkan mutu beton menurun seiring penambahan abu sisa pembakaran sampah organik sehingga abu sisa pembakaran sampah organik tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam beton.Kata Kunci - beton, abu sisa pembakaran sampah organik, kuat tekan beton
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMBANGUNAN TURAP PULAU BENGKALIS Oni Febriani; Boby Rahman; Dedi Enda
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.814 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1032

Abstract

Pulau Bengkalis merupakan salah satu pulau yang ada di Pulau Bengkalis Propinsi Riau, dengan kondisi tanah yang didominasi oleh tanah lunak dan tanah gambut. Dengan kondisi tanah seperti itu maka bagian pinggir drainase alami seringkali terjadi keruntuhan, sehingga Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan giat membangun dinding penahan tanah berupa turap di Pulau Bengkalis untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan makin meningkatnya pembangunan turap di Pulau Bengkalis maka diperlukan penyusunan data penyebaran pembangunan turap di Pulau Bengkalis dengan menggunakan sistem informasi geografis, sehingga dengan terdatanya pembangunan turap di Pulau Bengkalis, memberikan kemudahan untuk mengetahui peningkatan pembangunan turap dari tahun ke tahunnya. Pada penelitian ini dilakukan survey lapangan, dan pengolah data dengan perangkat lunak, MapSource, Arcmap 10.1 serta di integrasikan dengan data koordinat GPS map 62CSx, untuk mendapatkan hasil pemograman Sistem Informasi Geografis, Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Penelitian Deskriptif, artinya pengumpulan data dan dokumentasi. Dari penelitian ini diperoleh pembangunan turap pada tahun 2013 didapat 17 titik, tahun 2014 didapat 17 titik, tahun 2015 didapat 44 titik dan 2016 didapat 57 titik, dengan kerusakan turap yang ada di Pulau Bengkalis yaitu rusak ringan, rusak sedang, rusak total dan dalam kondisi baik.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PERKUATAN AGREGAT KASAR STYROFOAM DENGAN LAPISAN COATING PADA PEMBUATAN BETON RINGAN Dedi Enda
INOVTEK POLBENG Vol 6, No 2 (2016): INOVTEK VOL.6 NO 2 - 2016
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.119 KB) | DOI: 10.35314/ip.v6i2.71

Abstract

Abstrak Material beton merupakan jenis material yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan, baik sebagai material elemen struktural utama maupun elemen non-struktural. Untuk keperluan non-struktural, penggunaan beton normal menyebabkan beban mati akibat elemen beton non-struktural cukup besar, sehingga untuk mengurangi berat beton non-struktural tersebut digunakan beton ringan dengan agregat kasar dari bahan ALWA, salah satunya styrofoam. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya terhadap beton dengan agregat kasar styrofoam, diketahui bahwa mutu beton turun seiring dengan penambahan persentase agregat styrofoam didalam beton, hal ini diakibatkan styrofoam sebagai bahan penyusun beton terlalu lemah, sehingga di dalam penelitian ini agregat kasar styrofoam dilakukan perkuatan dengan coating dengan menggunakan pasta berupa semen, fly ash dan air (ALWA styrofoam). Eksperimen dilaksanakan dengan butiran styrofoam yang dilapisi coating dengan ukuran maksimum 2 cm direncanakan sebagai agregat kasar dengan rasio air semen 0.5, 0.6, 0.7 dan 0.8. Hasil uji menunjukkan berat isi beton ALWA styrofoam 25%-30% lebih rendah dari beton normal, dengan kuat tekan beton ALWA styrofoam meningkat seiring menurunnya faktor air semen.  Kata kunci : beton,  ALWA styrofoam.
DESIGN UPPER STRUCTURE OF THE RIVER BAKI BRIDGE USES A STEEL FRAME Tasliyatul Fuadiyah; Dedi Enda; Indriyani Puluhulawa
Journal of Green Science and Technology Vol 2, No 3 (2018): JOURNAL OF GREEN SCIENCE AND TECHNOLOGY
Publisher : FAKULTAS TEKNNIK UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v2i3.2146

Abstract

In general, the bridge type is a reinforced concrete bridge, composite and steel frame. The Baki River Bridge was originally a 40 m long Wood type bridge connecting the village of Mengkopot - Tanjung Pisang because the condition of the Baki river bridge has been damaged especially on bridge floors and girders due to age, so it is planned to re-use the steel frame bridge structure. By using the steel bridge structure, it is expected that later it can be a comparison for the future bridge planning.In this study, the structure of the planned bridge consists of bridge slabs, sidewalk slabs, backrest pipes, longitudinal and transverse girders, steel frames, wind ties, and joints. By following the SNI T-02-2005 bridge loading standard, SNI T-03-2005 for planning steel bridge structures and SNI T-12-2004 for planning concrete structures on bridges.From the planning results obtained thickness 200 mm Bridge Slab and thick sidewalk slab 250 mm with a longitudinal girder profile used WF 600.200.11.17 mm steel with a distance between girders 1.75 m. Transverse girders of steel profiles WF 700,300.13.24 are used with the distance between girders 5 m. Used Steel profiles WF 400,400.13.21 as Main Frame and Steel WF profile 150.150.7.10 as profiles for wind ties.‘Keywords: Steel frame, girder, connection,
DESIGN UPPER STRUCTURE OF THE RIVER BAKI BRIDGE USES A STEEL FRAME Tasliyatul Fuadiyah; Dedi Enda; Indriyani Puluhulawa
Journal of Green Science and Technology Vol 2 No 3 (2018): JOURNAL OF GREEN SCIENCE AND TECHNOLOGY
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v2i3.2146

Abstract

In general, the bridge type is a reinforced concrete bridge, composite and steel frame. The Baki River Bridge was originally a 40 m long Wood type bridge connecting the village of Mengkopot - Tanjung Pisang because the condition of the Baki river bridge has been damaged especially on bridge floors and girders due to age, so it is planned to re-use the steel frame bridge structure. By using the steel bridge structure, it is expected that later it can be a comparison for the future bridge planning.In this study, the structure of the planned bridge consists of bridge slabs, sidewalk slabs, backrest pipes, longitudinal and transverse girders, steel frames, wind ties, and joints. By following the SNI T-02-2005 bridge loading standard, SNI T-03-2005 for planning steel bridge structures and SNI T-12-2004 for planning concrete structures on bridges.From the planning results obtained thickness 200 mm Bridge Slab and thick sidewalk slab 250 mm with a longitudinal girder profile used WF 600.200.11.17 mm steel with a distance between girders 1.75 m. Transverse girders of steel profiles WF 700,300.13.24 are used with the distance between girders 5 m. Used Steel profiles WF 400,400.13.21 as Main Frame and Steel WF profile 150.150.7.10 as profiles for wind ties.‘Keywords: Steel frame, girder, connection,
Renovasi Tungku Masak UMKM Duri Febriani, Oni; Enda, Dedi
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/yey80v75

Abstract

Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh UMKM adalah keterbatasan teknologi dan fasilitas pendukung produksi, yang dapat menghambat produktivitas dan efisiensi usaha, seperti UMKM Dadang Bersaudara yang mengalami permasalahan terkait tungku masak, kondisi tungku masak UMKM Dadang Bersaudara saat ini dalam kondisi rusak. Oleh karena itu tim dari Politeknik Negeri Bengkalis khususnya Jurusan Teknik Sipil menawarkan solusi pemecahan dengan melakukan renovasi tungku masak, solusi ini menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan ini dilakukan melalui tahapan survei awal, perancangan ulang tungku masak, pelaksanaan renovasi dan evaluasi dan monitoring. Dari kegiatan renovasi tungku masak UMKM Dadang Bersaudara berhasil memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas hidup pelaku usaha dan memberikan dampak positif pada kesehatan pekerja dan lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk diterapkan pada UMKM lain di wilayah yang serupa.
Desain Gazebo Ramah Lingkungan untuk Mendukung Objek Wisata Pantai Desa Pambang Pesisir Kecamatan Bantan Zulkarnain; Dearni, Roma; Enda, Dedi
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/6wqgjj87

Abstract

Pantai Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, merupakan salah satu potensi wisata alam di Kabupaten Bengkalis. Keindahan alam pantai ini memiliki daya tarik yang besar, tetapi belum didukung dengan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Melalui program pengabdian yang dilakukan oleh Tim dari Politeknik Negeri bengkalis khususnya Jurusan Teknik Sipil, bertujuan untuk merancang dan membangun gazebo ramah lingkungan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan kawasan wisata Pantai Desa Pambang Pesisir. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui proses Identifikasi dan Analisis Lokasi, Perancangan Desain, Pelaksanaan Pembangunan dan Monitoring serta Evaluasi, Hasil desain Gazebo yang dibangun memiliki struktur berbahan kayu sebagai rangka utama, atap asbes, dan lantai dari kayu. Struktur ini tidak hanya menyatu dengan lingkungan pantai, tetapi juga tahan terhadap cuaca pesisir. Realisasi dari gazebo ramah lingkungan ini mendukung pengembangan objek wisata pantai Desa Pambang Pesisir. Gazebo ini tidak hanya memberikan manfaat praktis sebagai fasilitas wisata, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat setempat.
ANALISIS HASIL DELINIASI BATAS DESA LUBUK MUDA KECAMATAN SIAK KECIL-BENGKALIS RIAU Enda, Dedi; Yuhaini; Afizan, Nur; Maulana S, Muhammad Zikri; mubarokah, lailatim
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 7 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v7.i1.380

Abstract

Penetapan batas wilayah desa merupakan langkah fundamental dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang baik, pengelolaan sumber daya alam yang optimal, dan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan. Batas desa berpengaruh terhadap luas wilayah desa yang berimplikasi terhadap pembagian dana desa. Batas Desa Lubuk Muda didelineasi ulang pada tahun 2024 melalui kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menganalisis perbedaan batas dalam hal karaksteristik segmen batas, pergeseran segmen batas, dan perbedaan luas wilayah. Terdapat perubahan karakteristik segmen batas yang berupa titik temu, segmen berbatasan dan segmen tidak berbatasan. Pergeseran batas Desa Lubuk Muda dengan Desa Sungai Siput menyebabkan panjang batas pantai desa Lubuk muda bertambah cukup signifikan yaitu 3402,99 meter dari sebelumnya 1302,69 meter, hal yang sama juga terjadi pada segmen batas Desa Lubuk Muda – Desa Tanjung Belit (5) terjadi penambahan panjang batas 2043,88 meter. Berdasarkan perhitungan, luas wilayah Desa Lubuk Muda hasil kesepakatan mengalami penambahan luas wilayah 38,83% jika dibandingkan dengan data Sebelum Penetapan (Batas Indikatif BIG 2023) atau terjadi penambahan sebesar 111,45% jika dibandingkan dengan data Bagian Tata Pemerintahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis