DAGUSIBU adalah singkatan dari "Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang," yang menggambarkan betapa pentingnya pengelolaan obat di rumah dengan cara yang tepat, dikarenakan banyaknya obat yang sering menumpuk, kadaluarsa, dan digunakan tidak sesuai anjuran, sehingga diperlukan edukasi agar masyarakat mampu menyimpan, menggunakan, dan membuang obat dengan benar demi keselamatan dan efektivitas terapi. Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan faktor utama terjadinya ROTD dan ESO. Oleh karena itu, penerapan prinsip DAGUSIBU menjadi penting untuk mencegah terjadinya masalah terkait obat di masyarakat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan edukasi, untuk mengetahui pengaruh edukasi dan untuk mengetahui hubungan edukasi tentang DAGUSIBU obat-obat gangguan kulit terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di RW 08 Kelurahan Kejaksan, Kota Cirebon berdasarkan data sosiodemografi. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan one group pretest- posttest design dan menggunakan kuesioner dengan skala Guttman sebanyak 16 pertanyaan tentang DAGUSIBU obat-obat gangguan kulit. Data demografi yang diukur dalam penelitian ini meliputi tingkat pengetahuan, usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Media edukasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah leaflet DAGUSIBU. Analisis data menggunakan uji Paired T-test atau Wilcoxon signed renk test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Dari hasil penelitian nilai tingkat pengetahuan diatas 75% dengan kategori baik dan dibawah 75% dengan kategori kurang, terdapat peningkatan pengetahuan, yaitu dari nilai rata-rata 71,13 sebelum diberikan edukasi menjadi 81,69 setelah edukasi. Pada tingkat pendidikan tinggi (81,9%) dan pendidikan rendah (18,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan responden, dengan diperoleh nilai korelasi pretest (0,261) dan posttest (0,316). Pada variabel pekerjaan, hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value yang sangat signifikan, yaitu < 0,001 pada pretest dan 0,003 pada posttest.