Amelia Stephani Marpaung
Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN KERJA GURU Amelia Stephani Marpaung; Aprillitzavivayarti; Linardo Pratama
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan reward dan punishment untuk meningkatkan kedisiplinan kerja guru; (2) mengidentifikasi bentuk penerapan reward dan punishment; serta (3) mengkaji faktor-faktor yang menghambat penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data terdiri atas data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder seperti dokumen resmi, arsip, serta jurnal penelitian. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan kerja guru dilakukan melalui pendekatan manajerial, pembinaan, dan keteladanan. Penerapan reward masih sederhana dan belum terstruktur, umumnya berupa penghargaan non-material seperti pujian, pengakuan kinerja, dan pemberian kepercayaan. Sementara itu, punishment diterapkan secara bertahap dan proporsional melalui teguran, pembinaan, hingga tindakan administratif sesuai tingkat pelanggaran. Keberhasilan strategi ini didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama antar guru, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Namun, pelaksanaannya masih terhambat oleh belum adanya sistem yang terstruktur, kurangnya konsistensi kebijakan, serta faktor internal guru seperti motivasi dan kesadaran terhadap kedisiplinan.