Julianto Julianto
Magister Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN MELALUI PRAKSIS KRITIS PENDIDIKAN SAINS EMANSIPATORIS DI SEKOLAH DASAR Devi Maya Gustina; Dwi Puri Rahayu; Fitri Miftahul Jannah; Julianto Julianto; Enny Susiyawati; Fitria Hidayati
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.8021

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pentingnya pendidikan sains emansipatoris di tingkat sekolah dasar untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan berkelanjutan pada siswa. Dalam konteks perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin parah, pendidikan berbasis keberlanjutan menjadi sangat penting untuk membentuk generasi yang peduli terhadap alam. SD Negeri 1 Sonoageng, dengan pendekatan pendidikan yang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan berbasis lingkungan, menjadi lokasi penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan sains emansipatoris dapat memfasilitasi pembelajaran yang kritis dan transformatif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran sains dan wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan beberapa siswa. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola-pola penting dalam praktik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan sains emansipatoris di SD Negeri 1 Sonoageng efektif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis siswa, meskipun terdapat tantangan dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan sumber daya dan tekanan kurikulum. Siswa menunjukkan perubahan perilaku positif terhadap lingkungan dan merasa lebih bertanggung jawab atas keberlanjutan alam sekitar. Kesimpulannya, pendidikan sains emansipatoris dapat menjadi alat yang efektif dalam membentuk kesadaran lingkungan berkelanjutan pada siswa sekolah dasar, meskipun membutuhkan dukungan kebijakan dan sumber daya yang lebih baik.
ANALISIS KEBUTUHAN AWAL PENGEMBANGAN MEDIA AUGMENTED-REALITY BERBASIS ASSEMBLER-STUDIO-WEB PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR M. Asy'ari; Wahono Widodo; Binar Kurnia Prahani; Julianto Julianto; Suryanti Suryanti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.7741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan awal dalam pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan Assembler Studio Web pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap guru untuk menggali informasi terkait kendala dalam pembelajaran IPAS, kebutuhan akan media pembelajaran interaktif, serta kesiapan dalam mengadopsi teknologi AR. Observasi dilakukan di kelas untuk memahami proses pembelajaran secara langsung, sedangkan dokumentasi mencakup analisis silabus, modul ajar, dan bahan ajar yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS masih didominasi metode ceramah dan buku teks, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak. Guru dan siswa membutuhkan media pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi. AR berbasis Assembler Studio Web berpotensi menjadi solusi efektif karena dapat menyajikan materi dalam bentuk visual dan interaktif. Namun, implementasi teknologi ini memerlukan dukungan infrastruktur sekolah, pelatihan guru, serta desain media yang mudah digunakan. Dengan demikian, pengembangan media AR dalam pembelajaran IPAS berpotensi meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan penerapannya di sekolah dasar.