Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun Dian Rahayu; Nurul Hijjah; Khairuman Khairuman; Ambia Nurdin
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dft1fh45

Abstract

Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan hal yang sederhana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna dan setiap individu memiliki kecepatan perkembangan yang berbedabeda. Proses percepatan dan perlambatan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor herediter, lingkungan, budaya lingkungan, sosial ekonomi, iklim / cuaca, nutrisi, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 1-3 tahun di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua ibu dan balita usia 1-3 tahun di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk, dengan teknik Total sampling didapatkan sampel sejumlah 35 responden. Variabel independent yaitu status gizi balita usia 1-3 tahun dan variabel dependent yaitu perkembangan balita usia 1-3 tahun. Pengambilan data menggunakan observasi BB/TB dan KPSP kemudian diolah dengan editing, coding, scoring, dan tabulating dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian dari 35 responden didapatkan sebagian besar status gizi balita adalah gizi baik sebanyak 25 responden (71.5%). Sebagian besar perkembangan balita adalah sesuai sebanyak 23 responden (65.7%). Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Rank didapatkan t hitung 3,647 dan bila dibandingkan dengan t tabel (α= 0,025) adalah 1,960 maka t hitung > t tabel yaitu 3,647 > 1,960 sehingga H1 diterima artinya ada hubungan antara status gizi dengan perkembangan balita usia 1-3 tahun. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa status gizi akan mempengaruhi perkembangan balita. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak memerlukan zat gizi agar proses pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan baik.
Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Pasie Raja Aceh Selatan Kiki Asrifa Dinen; Aulia Zahrima; Mukhlisin Mukhlisin; Nurul Afrida; Deri Rahmat Akram; Nirwanna Nirwanna; Najma farha; Alviya Lisma Dewi; Dini Arminarthi; Riska Yuniarma; Raihatul Husna; Marida Tiana; Nurul Hijjah; Fera Julita; Isma Warni; Hasmatul Jannah; Mudatul izza
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v4i1.2505

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is one of the government's strategic initiatives aimed at improving the nutritional status of students, supporting the quality of education, and reducing the risk of malnutrition among school-aged children. This study aims to evaluate the implementation of the Free Nutritious Meal Program in Pasie Raja District, South Aceh Regency, by assessing the program's effectiveness, target accuracy, service quality, and the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. The study employed a qualitative approach using an evaluative research method. Data were collected through observations, interviews with school personnel, meal providers, and relevant government agencies, as well as document analysis. The data were analyzed through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Free Nutritious Meal Program has provided positive benefits by improving students' access to nutritious meals and supporting their concentration during learning activities. However, several challenges remain, including delays in food distribution, limited menu variety, and suboptimal monitoring of food quality. Therefore, stronger inter-agency coordination, enhanced monitoring and evaluation systems, and improvements in distribution mechanisms are necessary to ensure the program is implemented more effectively, efficiently, and sustainably. The findings of this study are expected to provide valuable input for local governments and other stakeholders in improving the implementation of the Free Nutritious Meal Program.