Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KESADARAN PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH (SD) Solikah, Siti Nur
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): MEI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.236 KB) | DOI: 10.30787/gemassika.v2i1.260

Abstract

Health development aims to improve the degree of public health. The degree of public health is determined by behavioral factors. To support efforts to improve healthy behaviors, the national vision of health promotion is "Clean and Healthy Behavior (PHBS)." The child is our hope for the future. Adverse community behavior or lifestyles that can damage the public order in the health sector, can start from the behavior of individuals, families or the behaviors of society and school-age children. The purpose of this activity is to know the effect of health education on awareness, knowledge of PHBS and skills about hand washing and correct way of brushing. Based on observations found 60% of students seen snack in the open and using food preservatives, 75.5% of students did not wash hands before and after meals, 62.2% of students experienced dental caries as much as 67.7% of students frequent diarrhea as much as 58% and 54.8% of students are long and dirty nails. Lack of awareness of clean life behavior in elementary school age children is due to lack of socialization about the importance of clean living in school by health workers. Health education activities conducted on May 14, 2016, appropriate and targeted goals are school age students in Elementary School 2, Tugu, Jumantono Karanganyar with health education methods with lecture and demonstration techniques. After this activity is expected to increase student awareness level about PHBS in school.??
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS PADA ANAK USIA 6 – 12 TAHUN DI SD MOJOSONGO V SURAKARTA Lestari, Sri; Solikah, Siti Nur
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan keadaan patologis,yaitu dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang di perlukan untuk fungsi tubuh yang normal,tetapi masih banyak pendapat yang menganggap bahwa kegemukan adalah sehat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2010,prevalensi kegemukan pada anak balita secara nasional 14%.Terjadi peningkatan di banding hasi lriset serupa tahun2007,yakni12,2%.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desainstudicase control. Sampel penelitian adalah anak-anak yang berus i 6-12 tahunsebanyak 42 sampel masing masing terdiri dari 21 kasus dan 21 kontrol.Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling, analisa datadilakukan dengan uj i statistik univariat dan bivariat ( childsquaredan regresilogistik sederhana).Hasil Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa faktor yang tidak berhubungan dengan obesitas pada anak usia 6 -12 tahun adalah jenis kelamin, pendidikan ibu, kebiasaan makan utama dan faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak usia 6 -12 tahun adalah kebiasaan makan fast food dan kebiasaan minum soft drink.Kata kunci : Obesitas, Anak usia 6-12 tahun, Kebiasaan makan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN PENCEGAHAN DISMENORE DI SMK EMPAT LIMA SURAKARTA Solikah, Siti Nur; Trisnowati, Tatik
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2017): Vol. 5. No. 1 Juli 2017
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap insan yang dilahirkan akan melalui tahap tumbuh kembang yang berbeda-beda. Tahap pertumbuhan dan perkembangan usia remaja pada seorang wanita ditunjukkan dengan munculnya tandatanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. Semua wanita normal akan mengalami haid sebagai tanda kematangan organ reproduksi. Dismenore merupakan rasa sakit di perut bagian bawah selama menstruasi dan juga dapat dirasakan di pinggul, punggung bawah, atau paha. Rasa sakit bersifat spasmodik (kram) yang dapat mengganggu aktivitas. Pengetahuan dan sikap remaja tentang dismenore mempengaruhi cara pencegahan dismenore yang dialaminya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMK Empat Lima yang mayoritas anak didik perempuan mengalami dismenore dan mengalami gangguan aktivitas belajar saat haid.Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan perilaku pencegahan dismenore di SMK Empat Lima Surakarta.Metode: Jenis penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional, terhadap 70 responden siswi SMK Empat Lima Surakarta dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Korelasi Kendal Tau. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pengetahuan siswi SMK Empat Lima Surakarta tentang dismenore yang termasuk dalam kategori kurang sebanyak 8,2%, kategori cukup 34,28%, kategori baik 57,15%. (2) Sikap siswa SMK Empat Lima Surakarta terhadap dismenore yang termasuk kategori kurang sebanyak 14,20%, kategori cukup 35,7%, kategori baik 50%. (3) Perilaku pencegahan siswa SMK Empat Lima Surakarta terhadap dismenore yang termasuk kategori kurang sebanyak 38,0%, kategori cukup 4,28%, kategori baik 57,15%. (4) Hasil analisis menunjukkan ada hubungan kuat antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan dismenore (r ; 0,712 p = 0,000) dan ada hubungan kuat antara sikap dengan perilaku remaja dalam pencegahan dismenore di SMK Empat Lima Surakarta (r ; 0,745 p = 0,000).Simpulan: Ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku pencegahan dismenore di siswa SMK Empat Lima SurakartaKata kunci: Pengetahuan, Sikap, Penatalaksanaan Kesehatan, Dismenore
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI KLINIK PRATAMA MBOGA SUKOHARJO Waluyo, Sunaryo Joko; Solikah, Siti Nur
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2020): Vol. 8. No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i2.191

Abstract

Latar belakang: Senam diabetes adalah senam fisik yang dirancang serta disesuaikan dengan pada umur serta status kesehatan fisik yang jadi bagian dari penatalaksanaan penyakit diabetes melitus. Senam diabetes yang lakukan adalah senam aerobic beresiko rendah/ low impact yang bisa meningkatkan penggunaan glukosa oleh otot aktif sehingga secara langsung sanggup menurunkan kadar glukosa darah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh aktifitas senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes di klinik Pratama Mboga Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2018.Metode: Penelitian ini memakai metode komparatif yakni membandingkan kondisi responden sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Jumlah responden dalam Penelitian ini sebanyak 18 responden diperoleh dari total sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui wawancara, kuesioner, serta observasi langsung dengan melakukan pengambilan sampel darah kapiler responden dan dilakukan pengukuran kadar gula darahnya menggunakan gluko meter.Analisis data penelitian dilakukan dengan 2 tahap uji analisis yaitu uji analisis univariat serta uji analisis bivariat memakai uji paired t- test.Hasil: Rata-rata nilai kadar gula darah dari minggu pertama sampai minggu ke empat terjadi penurunan rata rata nilai kadar gula darah antara sebelum melakukan kegiatan senam diabetes dan sesudah dilakukan senam diabetes yakni pada minggu pertama kadar gula darah sebelum senam 270.72mg/dl setelah senam 265.39 mg/dl terjadi penurunan 5.333 mg/dl, minggu kedua sebelum 271.56 mg/dl sesudah melakukan senam 266.61 mg/dl terdapat penurunan 4.944 mg/dl minggu ke tiga sebelum melakukan senam 26.561 mg/dl setelah malakukan senam menjadi 256. 50 mg/dl terdapat penurunan 5.056 mg/dl dan minggu ke empat sebelum kegiatan senam 276.61 mg/dl setelah kegiatan senam 269.89 mg/dl terjadi penurunan 6.722 mg/dl. Sedangkan rata rata selisih penurunan kadar gula darah sebelum senam diabetes pada minggu pertama dengan setelah senam diabetes pada minggu ke empat sebesar 18.433 mg/dl.Simpulan: Terdapat pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus.Kata kunci: Senam Diabetes; Kadar Gula darah; Diabetes Melitus.
Education On The Impact Of Gadget Use On Children's Health At SDN 2 Wonorejo Karanganyar solikah, siti nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i2.5246

Abstract

Technology is increasingly developing day by day following the development of world globalization. Gadgets as a communication tool are experiencing rapid development. Since Covid-19, gadgets have become children's friends in everyday life. Uncontrolled use of gadgets causes various health problems in children, such as decreased eye sharpness, behavioral disorders, social, emotional and psychological disorders in children. Education about the impact of gadget use on children is important to improve the level of health of children in Indonesia so that they grow and develop well in the future as a generation of the nation. The aim of this activity is to increase the knowledge and understanding of students at SDN 2 Wonorejo Karangayar regarding the impact of using gadgets on children's health. The implementation method was carried out using the health education method in the form of presentation of material and questions and answers targeting 23 elementary school age children. Based on the analysis of pre and post-test data, there was an increase in the average understanding of students in receiving information from the extension team. The recommendation for follow-up to this activity is that teachers coordinate with all parents in assisting them in using gadgets while at home and at school so that they do not affect children's health, so that optimal levels of children's health are achieved.  Keywords: education, gadgets, health, children
Deteksi Dini Dan Edukasi Kesehatan: Pencegahan Kecanduan Gadget Pada Anak Usia Pra Sekolah solikah, siti nur; Sakitri, Ganik
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v5i1.178

Abstract

The advancement of technology has significantly facilitated children's access to information and entertainment. However, it has also increased the risk of gadget addiction across all age groups. Preschool children who excessively use gadgets are more likely to experience social, emotional, and cognitive developmental disorders. Prolonged gadget use can negatively impact both their physical and psychological development. This community service program aimed to conduct early detection of gadget addiction and provide education to parents regarding its negative impacts and preventive measures. The program was implemented through educational sessions for parents, children, and teachers at TK Budi Karya Surakarta on November 20, 2024. A total of 20 parents participated in the session. The results indicated an improvement in parental understanding after the educational intervention, as evidenced by an increase in the average post-test score (94.2) compared to the pre-test score (87.5). In conclusion, educating parents on healthy gadget use for preschool children is crucial in preventing gadget addiction and supporting children's overall well-being.
Hubungan Persepsi Pemahaman Mahasiswa tentang Pendidikan Anti Korupsi dengan Hasil Belajar Mahasiswa Keperawatan Solikah, Siti Nur; Waluyo, Sunaryo Joko
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, korupsi telah mewabah hampir padaseluruh sendi kehidupan berbangsa di Indonesia. Hal ini memerlukanupaya yang luar biasa untuk memberantasnya. Salah satu upayauntuk memberantasnya adalah memberikan pembekalan tentang antikorupsi kepada mahasiswa sebagai pewaris masa depan bangsa.Pada mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi mahasiswa diajarkanuntuk berpikir kritis bahwa melakukan korupsi itu adalah suatukejahatan. Pembelajaran pendidikan anti korupsi mengandungprinsip-prinsip moral yang baik seperti: kejujuran, kepedulian,kemandirian, kedisiplinan, tanggungjawab, kerja keras,kesederhanaan, keberanian dan keadilan yang merupakan prinsipprinsipmoral yang baik yang bisa diterapkan dalam lingkunganakademik kampus keperawatan. Mahasiswa keperawatan diharapkandapat memahami nilai - nilai anti korupsi dan menerapkannyasehingga dapat mewujudkan perawat yang professional sesuaistandar kompetensi keprawatan.Tujuan: untuk mengetahui hubunganantara persepsi tentang pemahaman mahasiswa tentang pendidikananti korupsi dengan hasil belajar mahasiswa AKPER Insan Husadaangkatan 2015. Metode: penelitian ini menggunakan desain crosssectional. Sampel berjumlah 102 mahasiswa, dengan menggunakanproportional random sampling. Data yang diperoleh diolah denganuji Spearman rank. Penelitian ini menggunakan 2 alat ukur yaitukesioner pengetahuan tentang persepsi pendidikan anti korupsi danhasil belajar mahasiswa berupa nilai IPK semester 1 hingga 3. Hasilpenelitian: menunjukkan persepsi pemahaman mahasiswa tentangpendidikan anti korupsi mayoritas berada dalam kategori baiksebanyak 67 responden (65,6%). Sementara itu, gambaran hasilbelajar mahasiswa AKPER Insan Husada Surakarta angkatan 2015sebagian besar adalah kategori baik sejumlah 54 responden (52,9%).Hasil analisis terdapat hubungan antara persepsi pemahamanmahasiswa tentang pendidikan anti korupsi dengan hasil belajarmahasiswa dengan nilai signifikansi pada hasil menunjukkan 0,000(p=<0,05) dan nilai korelasi +0,347. Kesimpulan: terdapathubungan antara persepsi pemahaman mahasiswa tentangpendidikan anti korupsi dengan hasil belajar mahasiswa AKPERInsan Husada Surakarta.
Pelatihan dan Sosialisasi Pupuk Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada KWT di Desa Wilayu, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo Talia, Naila Arzaq; Irfana, Ita Isna; Hakim, Muhammad Faishal; Solikah, Siti Nur; Riandra, Ilham; Armanda, Dian Triastari
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v6i3.6266

Abstract

increase production costs and reduce soil quality. Members of the Women Farmers Group in Wilayu Village still rely heavily on synthetic chemical fertilizers for rice, vegetables, and horticultural crops, despite the negative impacts on soil and the environment. To address this issue, a community service activity was conducted in the form of training and socialization on the production of biofertilizers based on plant growth-promoting bacteria. This activity aimed to improve the knowledge and skills of the Women Farmers Group in producing and utilizing biofertilizers from bamboo roots as an environmentally friendly alternative. The methods applied included structured socialization, lectures, hands-on practice using simple materials from the local environment, and question-and-answer and discussion sessions. The results showed an increase in the knowledge and skills of members in producing biofertilizers, enabling them to reduce dependency on synthetic chemical fertilizers, implement environmentally friendly farming practices, improve the quality and added value of agricultural products, reduce production costs, and enhance the independence and welfare of members. The activity also raised awareness of the importance of sustainable agricultural innovation by utilizing local potential, particularly bamboo roots as a source of biofertilizer.
PRESEPSI KEMUDAHAN DAN HAMBATAN PERAWAT TERHADAP PENGAPLIKASIAN ELECTRONIC HEALTH RECORD (EHR): SISTEMATIC REVIEW Priyanto, Pris; Solikah, Siti Nur
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2981

Abstract

Electronik Health Record (EHR) merupakan inovasi dalam sistem pelayanan kerehatan modern yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi melalui digitalisasi catatan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presepsi kemudahan dan hambatan pada perawat terhadap pengaplikasian EHR. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan di database online yaitu PubMed, Google Cendekia, Scopus, dan ScienceDirect untuk rentang tahun 2015-2025, menggunakan kata kunci seperti "EHR," "Electronic Health Record," "Nurse Perception," dan "Nurse Experience." Kriteria inklusi mencakup artikel full-text mengenai persepsi kemudahan dan hambatan penggunaan EHR oleh perawat dengan desain studi cross-sectional, mix-method, dan kualitatif. Total 12 artikel relevan berhasil diekstraksi dan dinilai kualitasnya menggunakan CASP. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perawat memberikan presepsi positif terkait kemudahan EHR karena meningkatkan efisiensi, akurasi, dan akses informasi, didukung oleh fitur manajemen tugas dan integrasi data. Namun, terdapat hambatan signifikan yang meliputi isu teknis (misalnya, antarmuka rumit, sistem crash, koneksi lambat, keterbatasan perangkat), hambatan psikologis (resistensi, kecemasan), dan organisasi (beban kerja, prosedur rumit, kurangnya pelatihan memadai), serta gangguan interaksi langsung perawat-pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaplikasian EHR memerlukan pendekatan yang lebih holistik yang tidak hanya berfokus pada teknologi tetapi juga kesiapan pengguna, infrastruktur, pelatihan berkelanjutan, dan mitigasi dampak psikologis untuk mengoptimalkan dukungan terhadap perawat dan kualitas pelayanan.Kata Kunci: Electronic Health Record (EHR), presepsi EHR, kepuasan HER, perawat