Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif dan Pemecahan Masalah Siswa SMA dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Project dengan Rasch Model Nadia Lorenza; Evita Anggereini; Saparuddin Saparuddin; Kriswantoro Kriswantoro
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1411

Abstract

Pembelajaran biologi pada abad ke-21 dituntut mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, termasuk kemampuan berpikir kreatif. Namun, profil kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran biologi berbasis proyek masih belum banyak dipetakan secara objektif menggunakan pendekatan pengukuran modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMA dalam pembelajaran biologi berbasis Project-Based Learning (PjBL) menggunakan Rasch Model. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei ex post facto. Sampel penelitian terdiri atas 225 siswa kelas X Fase E SMA Negeri 11 Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes esai kemampuan berpikir kreatif yang mencakup indikator fluency, flexibility, originality, elaboration, dan metaphorical thinking. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Rasch Model untuk menguji kualitas instrumen serta memetakan kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki kualitas pengukuran yang sangat baik dengan nilai person reliability sebesar 0,86 dan item reliability sebesar 0,99. Seluruh butir berada pada kategori fit, kategori skor berfungsi dengan baik, dan instrumen memenuhi asumsi unidimensionalitas. Kemampuan berpikir kreatif siswa berada pada kategori baik dengan rata-rata kemampuan sebesar 0,35 logit. Indikator fluency merupakan aspek yang paling mudah dikuasai siswa, sedangkan metaphorical thinking menjadi indikator yang paling sulit. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran biologi berbasis proyek berpotensi mendukung pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa, meskipun aspek orisinalitas dan berpikir metaforis masih memerlukan penguatan.