Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Development Of Problem Based Learning Media On Periodic System Materials Oriented To Students’ Learning Interests Nadia Laras Sati; Kriswantoro Kriswantoro; Febbry Romundza; Asrial Asrial; Isra Miharti; Asmiyunda Asmiyunda
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11 No 1 (2026): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI MARET 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v11i1.11512

Abstract

This research aims to produce Problem Based Learning-based learning media on the periodic system material of elements. This research is a developmental research using the Lee & Owens development model. The research instruments include interview sheets, validation questionnaires for material experts and media experts, teacher assessment questionnaires, and student response questionnaires. The product developed was validated by material experts and media experts, then assessed by teachers and tested in one-on-one trials and small group trials. The data analysis techniques used are qualitative data analysis and quantitative data analysis. The results of the study showed that the learning media based on Problem Based Learning on the periodic system material obtained a percentage of validation of material experts of 92% and media experts of 93.2% with the category of "Very Feasible". The teacher's assessment showed a percentage of 98.67% with the category "Very Feasible", while the students' response in the one-on-one trial obtained a percentage of 95% and the small group trial obtained a percentage of 96.8% with the category "Very Good". Based on these results, Problem Based Learning-based learning media is suitable for use as a chemistry learning medium and has the potential to grow students' interest in learning.
Development of Project-Based Learning (PjBL)-Based Learning Videos on Green Chemistry Materials Oriented to Student Learning Motivation Jaspiya jaspiya; Haryanto Haryanto; Febbry Romundza; Rayandra Asyhar; Kriswantoro Kriswantoro; Firdiawan Ekaputra
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11 No 1 (2026): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI MARET 2026
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v11i1.11513

Abstract

Learning videos are one of the digital learning media that can support a more interesting and meaningful learning process. In green chemistry material, students are required to understand the concept of applying chemical principles in daily life and have concern for the environment. However, the learning process that still uses a less varied approach causes low student motivation to learn. This study aims to develop a Project Based Learning (PjBL)-based learning video on green chemistry material, determine the feasibility level of learning videos based on the assessment of material experts, media experts, and teacher assessment, and determine students’ responses to the develop learning videos from the student’s learning motivation.  This research is a developmental research using the Lee & Owens model. The research instruments used included interview sheets, validation questionnaires for material experts and media experts, teacher assessment questionnaires, and student response questionnaires. The product developed was validated by material experts and media experts, then assessed by teachers and tested in small group trials. The data analysis teachniques used are qualitative data analysis and quantitative data analysis. The results of the study showed that the Project Based Learning (PjBL)-based learning video on green chemistry materials obtained a validation percentage of material experts of 90% and media experts of 92% with the category of "Very Feasible". The teacher's assessment showed a percentage of 90% with the "Very Feasible" category, while the students' response to the small group trial obtained a percentage of 93.7% with the "Very High" category. Based on the results obtained, this Project Based Learning (PjBL)-based learning video has the potential to foster student learning motivation and the product developed is declared theoretically and practically feasible as one of the learning resources that can help students understand concepts independently.
ANALISIS SELF REGULATION LEARNING MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA DALAM PENGGUNAAN PLATFORM E-LEARNING Geavrilla Asti Laksono; Watini Tri Rohmawati; Chika Celciyana; Mira Kurniati; Kriswantoro Kriswantoro
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v9i1.22804

Abstract

Penelitian bertujuan mendapatkan hasil analisis Self-regulated learning pada Mahasiswa aktif Pendidikan Kimia Universitas Jambi dalam penggunaan e-learning sebagai sarana belajar mandiri. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode wawancara pada Mahasiswa aktif Pendidikan Kimia Universitas Jambi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis untuk mengukur sejauh mana mahasiswa dapat mengatur, memantau, dan mengevaluasi hasil belajar menggunakan platfoarm e-learning. Hasil penelitian ini pada dasarnya memiliki tingkat SRL yang baik terutama dalam aspek manajemen waktu dan motivasi belajar. Tentu jelas ada kendala dalam aspek konsistensi pengawasan diri (self-monitoring) serta manajemen tugas. Hasil ini menekankan pentingnya peran dosen dalam menyediakan dukungan, bimbingan, dan stratgei belajar yang lebih efektif guna mendorong kemandirian belajar mahasiswa dalam platfoarm digital.
KETERKAITAN FOMO TERHADAP MANAJEMEN WAKTU DAN EFEKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA Sari Nurrahmi; Gea Ramadhani; Dinda Rahmadani; Ade Indra Rean Agum Patwa; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kemajuan media sosial yang semakin intens telah memengaruhi kebiasaan belajar mahasiswa, termasuk munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang berpotensi mengganggu fokus serta pengaturan waktu belajar. Tujuan: untuk mengetahui sejauh mana FOMO berkaitan pada kemampuan manajemen waktu dan efektivitas belajar mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Jambi. Metode: menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner tertutup yang disebarkan melalui Google Form kepada 30 mahasiswa. Instrumen penelitian mencakup 21 pernyataan berskala Likert yang menilai tingkat FOMO, pengelolaan waktu belajar, dan efektivitas belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk melihat kecenderungan persentase tiap variabel. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa 47% responden tidak mengalami mengalami kecemasan digital. Sementara itu, 54% responden tidak setuju manajemen waktu belajar dan efektivitas belajar mereka yang baik dan buruk berkaitan dengan FOMO. Kesimpulan: bahwa FOMO memang memiliki keterkaitan dengan manajemen waktu dan efektivitas belajar, tetapi tidak menjadi faktor dominan yang menentukan keberhasilan akademik. Mahasiswa masih mampu beradaptasi dengan lingkungan digital dan tetap menjaga performa belajar secara optimal.
Karakteristik Instrumen Tes Higher Order Thinking Skills (HOTS) Kimia SMA Kriswantoro Kriswantoro; Lucya Wulandari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.2063

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji alat ukur instrumen yang digunakan untuk menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa dalam kimia. Jenis penelitian ini yang digunakan aadalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model pengembangan tes Wilson, Oriondo, dan Antonio yang terdiri atas desain tes, uji coba tes, dan pengukuran tes diterapkan dalam penyusunan ujian kimia HOTS. Instrumen pengumpulan data berupa tes HOTS kimia berbentuk multiple choice beralasan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tes tersebut telah terbukti sesuai dengan PCM pada tahap uji coba dan pengukuran, menurut kriteria INFIT MNSQ. Ketiga puluh elemen tersebut sesuai dengan model, menurut batas terendah dan maksimum INFIT MNSQ, yaitu 0,77 dan 1,3. Tingkat kesulitan item berkisar dari -0,88 hingga 1,04. Tes tahap uji coba memiliki peringkat reliabilitas 0,97. Tes dengan kesalahan pengukuran terkecil, 0,21, akan menghasilkan informasi terbanyak, 20,92.
Eksplorasi Nilai Etnokimia dalam Kearifan Lokal Suku Sasak Lombok Tradisi Merarik terhadap Relevansi Sains Modern Pembelajaran Kimia Dini Rahmawati; Neni Avisha Setya Utami; Neneng Elis Rohmayati; Naziroh Zulfa Aa; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tradisi Merarik pada masyarakat Sasak di Lombok dengan konsep ikatan kimia melalui pendekatan etnokimia. Tradisi Merarik yang mengandung nilai sosial dan budaya memiliki keterkaitan dengan konsep serah terima elektron dalam pembentukan ikatan ionik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi sorong serah dalam tradisi Merarik menggambarkan adanya keseimbangan dan saling ketergantungan, serupa dengan proses perpindahan elektron antaratom untuk mencapai kestabilan. Analogi ini membantu memperkaya pembelajaran kimia sehingga lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran kimia tidak hanya meningkatkan pemahaman ilmiah, tetapi juga mendukung pelestarian budaya serta penanaman nilai karakter. Dengan demikian, etnokimia berperan penting dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berlandaskan kearifan lokal guna memperkuat pendidikan berkarakter serta menjaga keberlanjutan budaya.
Pengaruh Model Pembelajaran Socio Scientific Issues (SSI) Terintegrasi STEM pada Materi Kimia Hijau dalam Meningkatkan Literasi Sains Siswa Feni Situmorang; Epinur Epinur; Isra Miharti; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4161

Abstract

Dalam pengajaran kimia, siswa masih kesulitan dengan kurangnya literasi ilmiah. Hal ini terutama berlaku di bidang kimia hijau, yang berkaitan dengan keberlanjutan dan masalah lingkungan. Pentingnya sains dalam masyarakat dan lingkungan seringkali diabaikan oleh siswa karena pembelajaran yang berpusat pada guru dan kegagalan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah pada masalah praktis. Hal ini menyoroti perlunya mekanisme pembelajaran yang dapat menerapkan ide-ide ilmiah abstrak pada masalah dunia nyata. Kerangka pedagogis Socio-Scientific Issues (SSI)/STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) adalah salah satu pilihan yang memungkinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak model pembelajaran SSI dengan STEM terhadap kemampuan siswa untuk memahami dan menerapkan konsep kimia hijau di kelas. Dengan menggunakan desain kelompok pretest-posttest, penelitian ini menggunakan teknik kuasi-eksperimental. Siswa tahun terakhir di SMAN 2 Kota Jambi dipilih secara acak untuk dijadikan populasi penelitian. Lembar observasi dan tes esai yang mengukur literasi ilmiah merupakan alat penelitian yang telah menjalani pengujian validasi dan reliabilitas. Uji independent sample t-test, uji homogenitas, dan pengujian normalitas data digunakan untuk analisis data. Perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol ditunjukkan oleh hasil analisis, yang menunjukkan Asymp. Sig (2-tailed) < 0,001 (< 0,05). Oleh karena itu, masuk akal untuk berasumsi bahwa pengetahuan siswa tentang isu keberlanjutan lingkungan dan literasi ilmiah mereka ditingkatkan dengan pengajaran kimia hijau menggunakan paradigma pembelajaran SSI terintegrasi STEM.
Pengembangan e-Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Faktor Laju Reaksi Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kasidah Solin; M. Naswir; Asmiyunda Asmiyunda; Yusnidar Yusnidar; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4215

Abstract

Materi faktor laju reaksi dalam pembelajaran kimia sering dianggap sulit oleh peserta didik karena memerlukan pemahaman konsep yang mendalam serta keterkaitan antara teori dan fenomena nyata. Berdasarkan hasil wawancara serta analisis kebutuhan di SMAN 5 Kota Jambi mengungkapkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik masih tergolong rendah, ditambah bahan ajar konveksional berbentuk buku cetak yang minim interaktivitas. Hal ini menggarisbawahi kebutuhan pengembangan bahan ajar berbasis teknologi yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-Modul berbasis inkuiri terbimbing yang layak digunakan dalam pembelajaran kimia. Metode yang digunakan adalah Research & Development yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA, dengan instrumen berupa angket validasi ahli, angket respon guru, dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-Modul memperoleh nilai rata-rata 4,23 dari ahli materi dan 4,47 dari ahli media dengan kategori sangat layak, serta penilaian sebesar 4,6 dan respon peserta didik 84,40% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, e-Modul yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbantuan Google Sites Pada Materi Sistem Periodik Unsur Tria Ismiani; Yusnidar Yusnidar; Firdiawan Ekaputra; Wilda Syahri; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4216

Abstract

Peserta didik sering merasa materi sistem periodik unsur menantang karena memuat konsep yang abstrak. Hasil wawancara dan analisis kebutuhan di SMA Negeri 10 Kota Jambi mengungkapkan kesulitan memahami hubungan konfigurasi elektron dengan posisi unsur serta sifat-sifat keperiodikan. Media pembelajaran yang digunakan masih bersifat satu arah sehingga kurang optimal meningkatkan partisipasi dan minat belajar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan media ajar yang lebih variatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, tingkat kelayakan, serta respon peserta didik terhadap multimedia interaktif berbantuan google sites. Metode yang diterapkan yaitu Research & Development dengan model Leee & Owens yang mencangkup analysis, design, development, implementation dan evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner validasi ahli materi dan media, kuesioner penilaian guru, dan tanggapan peserta didik. Penelitian ini mengindikasikan bahwa multimedia interaktif yang dihasilkan menunjukkan keriteria sangat layak berdasarkan validasi ahli materi dengan persentase 88%, ahli media 90,1%, penilaian guru 84%, tanggapan peserta didik 91%. Dengan demikian, hasil tersebut mengindikasikan bahwa multimedia tidak hanya memenuhi keriteria kelayakan sebagai sarana pembelajaran, tetapi dapat menarik minat dan meningkatkan motivasi belajar. Selain itu multimedia interaktif ini memiliki keunggulan dalam penyajian materi yang lebih variatif, mendorong keterlibatan aktif peserta didik, serta membantu memvisualisasikan konsep abstrak, sehingga lebih mudah dipahami.
PENERAPAN INOVASI ECO ENZYM DARI KULIT NANAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMAN 3 DAN SMKN 8 MUARO JAMBI Dawam Suprayogi; Rahma Dani; Firdiawan Ekaputra; Kriswantoro Kriswantoro
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7255

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 3 dan SMKN 8 Muaro Jambi dengan fokus pada penerapan inovasi eco enzyme dari kulit nanas sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya pengelolaan limbah organik, keterbatasan penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL), serta kurangnya integrasi kearifan lokal dalam kurikulum sains. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan Eco Enzyme, pembangunan unit fermentasi sederhana di sekolah, hingga pendampingan integrasi Eco Enzyme dalam perangkat pembelajaran biologi, kimia, dan prakarya. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan. Produksi Eco Enzyme rata-rata mencapai enam liter per bulan, melampaui target awal lima liter, serta berhasil mengurangi timbulan sampah organik hingga 30% dalam enam bulan pertama. Sebanyak 92% peserta pelatihan (guru dan siswa) mampu membuat Eco Enzyme secara mandiri, sementara tingkat pemahaman meningkat rata-rata 40% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Dari sisi pembelajaran, 80% guru IPA telah mengintegrasikan PjBL berbasis Eco Enzyme dalam RPP, disertai tersusunnya modul pembelajaran dan lembar kerja ilmiah (LKI). Selain menghasilkan produk nyata berupa Eco Enzyme, kompos, SOP, modul, dan LKI, program ini juga memperkuat kapasitas guru dan siswa, membentuk Tim Adiwiyata Eco Enzyme sebagai motor keberlanjutan, serta mendorong terciptanya budaya sekolah yang ramah lingkungan. Luaran non-fisik lainnya mencakup publikasi kegiatan, pameran produk, dan presentasi hasil pada forum adiwiyata tingkat kabupaten. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada pengelolaan lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong inovasi pembelajaran kontekstual yang berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan.