Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

SLR: Discovering STEAM Integrated Science Disciplines for Learning Planning for Primary School Students in Indonesia Towards the Era of Society 5.0 Rafiuddin, Rafiuddin; Syarifuddin, Syarifuddin; Saparuddin, Saparuddin; Nurjihadin, Nurjihadin; Rahmat, Farah Alfian Ghofar
Scientica Education Journal Vol. 1 No. 5 (2024): SEJ-November
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/5aqcnd04

Abstract

This research aims to find elements related to STEAM from 100 Google Scholar indexed articles resulting from scientific research. Elements related to STEAM can be implemented in elementary school students in facing the era of society 5.0. The method used in this research is the SLR (Literature Review System) PCR model (Planning, Conducting, Reporting) with the aim of systematically reviewing the literature to find elements related to STEAM based on research results from the last 7 years (2017-2024). The research results showed that other elements were compared with STEAM, such as language, social sciences, economics, religion, culture and literacy with the terms STREAM, SELAMeT, STREAME, STELAM and STEAMS and were even used as a basis for curriculum development such as in South Korea with the term WS-STEAM . Based on these findings, there are elements that can be used as a reference in developing learning plans in elementary schools towards the era of society 5.0 which are in accordance with the national basic education curriculum, especially in elementary schools in Indonesia, namely language, social (including culture and economics in social science learning ), religious, and literacy.         
IDENTIFIKASI SPESIES LALAT BUAH DENGAN MEDIA BUAH PEPAYA DAN BUAH MANGGA DI KENALI ASAM, JAMBI Zahra, Mahar Hazzillia Az; Rohman, Nur; Salsabila, Syifa; Salsabila, Niken Alya; Hamidah, Afreni; Tentia, Ine; Saparuddin, Saparuddin; Siburian, Jodion
BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Vol 11 No 2 (2025): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol11issue2page218-224

Abstract

Background: This research was conducted with the aim of observing and obtaining information about fruit fly species in the home area of Kenali Asam, Jambi. Methods: Research was carried out using experimental methods and a microscope. The trapping medium uses mango and papaya that have been left to rot. Put the two types of fruit in a container and wait for the fruit flies to get inside. Results: The results of the study show that there is diversity in fruit fly species in the home area of Kenali Asam, Jambi. Conclusion: This research emphasizes the importance of understanding how to make fruit fly stock media (rejuvenation media) that is appropriate and remains hygienic. This research also requires further studies to explore factors that can influence the development of fruit flies and their distribution in various environments
E-Modul Pencemaran Mikroplastik Berbasis PBL: Upaya Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Lingkungan Kontekstual pada Siswa: (PBL-Based E-Module on Microplastic Pollution: An Effort to Improve Students Contextual Environmental Problem-Solving Skills) Syarif, Eka Aghnia; Saparuddin, Saparuddin; Putri, Husmayani Muny
BIODIK Vol. 11 No. 02 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i02.45280

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of a Problem-Based Learning (PBL)-based e-module on microplastic pollution in the Sengguruh Reservoir in improving students’ problem-solving skills. This research employed a quasi-experimental design involving two classes selected through purposive sampling. The experimental class was taught using the e-module integrated with the PBL model, while the control class used a conventional textbook and direct instruction model. The results revealed that the use of the PBL-based e-module on microplastic pollution in the Sengguruh Reservoir was more effective in enhancing students’ problem-solving skills compared to traditional teaching methods. Therefore, the PBL-based e-module on microplastic pollution can serve as an effective alternative learning media to foster students' problem-solving skills in biology education. Key words: e-module, Problem-Solving Skills, Problem-Based Learning (PBL), Microplastic Pollution
Identifikasi lalat buah (Drosophila sp.) berdasarkan perbedaan lokasi penangkapan dengan menggunakan media tangkap buah pisang (Musa paradisiaca) di Mendalo, Jambi Amelia, Dwi; Titik, Titik; Putri, Febriyanti; Simamora, Lidia Contesa; Siburian, Jodion; Anggreini, Evita; Saparuddin, Saparuddin; Tentia, Ine
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v7i1.65

Abstract

Drosophila sp. atau yang disebut dengan lalat buah merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki peran sangat penting di dalam perkembangan ilmu genetika. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi lalat buah yang ditangkap berdasarkan lokasi yang berbeda dengan media tangkap berupa buah pisang (Musa paradisiaca) dan untuk mengetahui spesies apa saja yang terdapat di lokasi penangkapan Drosophila sp. Penangkapan dilakukan di dua lokasi Mendalo Mas dan kebun percobaan fakultas  pertanian universitas jambi, mendalo. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dan pengidentifikasian dilakukan dengan kunci determinasi Markow & O’Grady. Jenis lalat buah yang didapatkan yaitu  berjumlah tujuh ekor, 2 jantan dan 8 betina. 2 individu Jantan  spesies Drosophila Biarmipes malloch, 4 individu betina Drosophila Tropicalis Burla & Cunha, in Burla et al, dan 4 individu betina spesies Drosophila Equinoxialis Dobzhansky.
Penguatan Kemampuan Guru dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Mendalam Berbantuan AI: Workshop pada MGMP Biologi Kota Jambi Wicaksana, Ervan Johan; Saparuddin, Saparuddin; Syarif, Eka Aghnia; Putri, Husmayani Muny; Habidzar, Habidzar
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1182

Abstract

Integrasi teknologi khususnya Artificial Intelligence (AI) menjadi imperatif dalam pengembangan profesionalisme guru Biologi untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Kota Jambi mengenai pembelajaran mendalam, meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran mendalam berbantuan AI, serta menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualitas. Kegiatan ini melibatkan 29 guru dan dilaksanakan melalui metode pelatihan serta pendampingan hands-on yang intensif. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan rencana dan materi pelatihan, pelatihan konsep pembelajaran mendalam, workshop penyusunan perangkat pembelajaran dan evaluasi pelaksanaan program. Hasil workshop menunjukkan keberhasilan dalam peningkatan kompetensi guru dalam penguasaan konsep dan teknik penyusunan perangkat pembelajaran. Peningkatan diketahui dari rerata skor pretest sebesar 56,55 dan rerata skor post-test sebesar 76,50, yang menunjukkan adanya peningkatan rerata skor sebesar 20,00 dengan persentase peningkatan relatif sebesar 35,37%. Perangkat pembelajaran mendalam berbantuan AI yang dihasilkan oleh guru juga dinilai memiliki kualitas yang baik. Hal ini menunjukkan tercapainya standar produk yang inovatif. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan guru Biologi untuk mengintegrasikan AI dalam desain instruksional, menyusun perangkat pembelajaran Biologi yang adaptif, mendukung peningkatan mutu pendidikan Biologi, dan pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan di Kota Jambi.
Lipprint Patterns of Malay, Javanese, and Batak Tribes in Biology Education Students at Jambi University Qurrota’Aini, Nasywa; Meilin, Meilin; Junia, Resy; Mulya, Yonata Wira; Siburian, Jodion; Anggereini, Evita; Saparuddin, Saparuddin; Tentia, Ine
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10978

Abstract

Lip printing (Cheiloscopy) is an effective secondary forensic identification method, based on the unique groove patterns in the lip mucosa that reflect genetic differences between ethnic groups. This descriptive cross-sectional study aimed to analyze and compare the lip print patterns of students from three main ethnic groups: Malay, Batak, and Javanese. A sample of 75 students (25 from each ethnic group) from the Biology Education Study Program, University of Jambi, was selected using a purposive sampling technique based on non-mixed criteria. Lip print analysis was performed visually and classified using the Suzuki-Tsuchihashi system which divides the patterns into six types (I, I’, II, III, IV, V). Lip print pattern Type I (Complete Vertical) was found to be the dominant pattern in all three ethnic groups, with the highest dominance in the Javanese (84.61%), followed by Malay (72%), and Batak (60%). Type V (Irregular) was not found in the sample. Contrary to previous studies, this study did not find significant variations in lip print patterns among the three ethnic groups. This Type I dominance may support the view that the three share a common ancestry or is caused by inter-ethnic interactions (gene flow) in a heterogeneous university environment. Therefore, there was no significant variation in lip print patterns between the Malay, Javanese, and Batak ethnic groups in this study population, with a consistent dominance of the Type I (complete vertical) pattern.
Uncovering Gaps in Deductive Geometry Thinking: Rasch-Based Evidence from Students’ Work on Quadratic Functions Fiki Alghadari; Bella Arisha; Nurul Hidayah; Saparuddin Saparuddin; Budi Eka Dharma
Journal of Instructional Mathematics Vol. 6 No. 2 (2025): Innovative Approaches to Mathematical Understanding and Literacy
Publisher : Pendidikan Matematika STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jim.v6i2.2510

Abstract

The deductive structure is fundamental in mathematics, but students often struggle to derive logical consequences when constructing proofs or engaging in the bridging process. This study analyzed students’ ability to deduce logical relationships between properties in geometric thinking on quadratic functions. The participants were students (N=139) from the mathematics education program. The properties of quadratic functions and their interrelationships contained in the premises represented students’ responses to the instrument. The responses were dichotomously coded based on the criteria of the carried-out deduction process and then evaluated using Rasch analysis. The findings revealed that, in general, the distribution of students’ ability levels was below most levels of the carried-out deduction process. Although a group of students had already reached the high-ability category, the overall distribution was still dominated by low-ability levels. Many students continued to face serious challenges in reaching the final stage of the deduction process—advanced premise integration and deductive synthesis—since most of them established relationships among properties merely from the given information. There were indications that learning experiences during higher education contributed positively to the improvement of students’ ability at the deduction level. The study recommends four steps to habituate students to the process of deduction.
Analisis Pola Pewarisan Sifat Earlobe (Cuping Telinga Menempel dan Bebas) dalam Tiga Generasi Keluarga Wulan Rahmadaniati; Nasha Febiola; Salyabila Zahrani; Selia Aina; Jodion Siburian; Evita Anggereini; Saparuddin Saparuddin; Ine Tentia
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2026): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v14i1.22334

Abstract

Pewarisan karakter pada manusia merupakan salah satu kajian penting dalam genetika, khususnya dalam menjelaskan variasi fenotip yang muncul antar generasi. Salah satu sifat morfologi yang sering digunakan sebagai contoh dalam studi genetika dasar adalah bentuk earlobe (cuping telinga bebas atau menempel), yang secara klasik dijelaskan mengikuti pola pewarisan Mendel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pewarisan bentuk earlobe pada tiga generasi dari tiga keluarga serta menelaah kesesuaiannya dengan prinsip dominansi dalam genetika Mendel. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional deskriptif melalui pengamatan langsung terhadap bentuk cuping telinga, dokumentasi visual, serta wawancara untuk memperoleh informasi silsilah keluarga. Penentuan kemungkinan genotipe individu dilakukan berdasarkan fenotip yang diamati dan pola kemunculan sifat pada silsilah keluarga, dengan asumsi bahwa individu berfenotip dominan yang memiliki keturunan dengan fenotip resesif dikategorikan sebagai heterozigot. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fenotip cuping telinga bebas lebih sering muncul pada anggota keluarga yang diamati dibandingkan dengan cuping telinga menempel. Pola transmisi sifat yang terlihat antar generasi menunjukkan kecenderungan yang selaras dengan model pewarisan autosomal dominan, di mana alel E (cuping telinga bebas) bersifat dominan terhadap alel e (cuping telinga menempel). Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran mengenai pola pewarisan bentuk earlobe dalam lingkup keluarga yang diamati serta menunjukkan kesesuaian umum dengan prinsip pewarisan Mendel. Temuan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai contoh kontekstual dalam pembelajaran genetika berbasis studi keluarga.Kata Kunci: Autosomal Dominan, Cuping Telinga, Genetika Mendel, Pewarisan Sifat, Tiga Generasi Keluarga
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif dan Pemecahan Masalah Siswa SMA dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Project dengan Rasch Model Nadia Lorenza; Evita Anggereini; Saparuddin Saparuddin; Kriswantoro Kriswantoro
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1411

Abstract

Pembelajaran biologi pada abad ke-21 dituntut mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, termasuk kemampuan berpikir kreatif. Namun, profil kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran biologi berbasis proyek masih belum banyak dipetakan secara objektif menggunakan pendekatan pengukuran modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMA dalam pembelajaran biologi berbasis Project-Based Learning (PjBL) menggunakan Rasch Model. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei ex post facto. Sampel penelitian terdiri atas 225 siswa kelas X Fase E SMA Negeri 11 Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes esai kemampuan berpikir kreatif yang mencakup indikator fluency, flexibility, originality, elaboration, dan metaphorical thinking. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Rasch Model untuk menguji kualitas instrumen serta memetakan kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki kualitas pengukuran yang sangat baik dengan nilai person reliability sebesar 0,86 dan item reliability sebesar 0,99. Seluruh butir berada pada kategori fit, kategori skor berfungsi dengan baik, dan instrumen memenuhi asumsi unidimensionalitas. Kemampuan berpikir kreatif siswa berada pada kategori baik dengan rata-rata kemampuan sebesar 0,35 logit. Indikator fluency merupakan aspek yang paling mudah dikuasai siswa, sedangkan metaphorical thinking menjadi indikator yang paling sulit. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran biologi berbasis proyek berpotensi mendukung pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa, meskipun aspek orisinalitas dan berpikir metaforis masih memerlukan penguatan.