Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Promosi Terhadap Minat Beli Di Kopi Siloka Jl. Ir. H. Juanda Kota Tasikmalaya Syahla Nursalsabila; Agus Fatah Hidayat; Andi Andi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1700

Abstract

Persaingan dalam dunia bisnis menjadi fenomena yang umum terjadi, adanya perkembangan usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia menjadi salah satu dari persaingan dalam dunia bisnis tersebut. Kelompok usaha terbanyak ditempati oleh usaha kedai makanan minuman, kedai obat tradisional, kafe, bar, dan sejenisnya mencapai 2,78 juta usaha. Pada beberapa tahun terakhir trend Coffee Shop atau kedai kopi meningkat pesat, hal ini didorong dengan adanya perubahan gaya hidup atau Lifestyle pada masyarakat di Indonesia. Minum kopi bukan hanya sekedar minum saja akan tetapi menjadi gaya hidup dan menimbulkan berbagai varian menu yang menarik konsumen. Promosi menjadi salah satu cara agar dapat membantu dalam meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan, melalui promosi yang tepat perusahaan akan dapat berinteraksi secara langsung dengan konsumen sehingga dapat menciptakan minat beli pada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran pengaruh promosi terhadap minat beli di Kopi Siloka Jl. Ir. H. Juanda Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling insidental dengan menggunakan rumus Yamane dan Issac and Michael dengan penentuan responden sebanyak 100. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, lalu dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan diolah melalui SPSS 25. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sebesar 21,2% adapun sisanya dipengaruhi oleh variabel lain sebesar 78,8% yang tidak dimasukkan kedalam penelitian ini, maka dapat dijelaskan setiap adanya kenaikan satu atau 1% variabel indipenden (promosi) akan menyebabkan kenaikan variabel dependen (minat beli) sebesar 0,350.