Nyamuk Aedes sp. merupakan vektor penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penggunaan larvasida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan sehingga diperlukan alternatif larvasida alami, salah satunya larutan serbuk biji pepaya kering (Carica papaya). Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai LC50 larutan serbuk biji pepaya kering serta mengetahui perbedaan kematian larva Aedes sp. pada berbagai variasi konsentrasi dengan waktu kontak 24 jam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai pemanfaatan biji pepaya sebagai bahan larvasida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan variasi konsentrasi 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, dan 15% dalam 100 mL air. Setiap perlakuan menggunakan 25 ekor larva Aedes sp. instar III dengan empat kali pengulangan selama 24 jam. Analisis data menggunakan uji probit, Shapiro–Wilk, Levene, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring bertambahnya konsentrasi, yaitu 0%, 28%, 44%, 68%, 80%, dan 96%. Nilai LC50 diperoleh sebesar 6,557% dengan batas bawah 4,731% dan batas atas 7,936%. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar variasi konsentrasi (p=0,000), dengan konsentrasi 15% sebagai perlakuan paling efektif. Larutan serbuk biji pepaya kering (Carica papaya) efektif digunakan sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes sp. dan berpotensi menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode ekstraksi, mengukur kandungan senyawa aktif, serta mengendalikan pH secara lebih optimal.