Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Pesan Adat Kalosara Dalam Penyelesaian Konflik Sosial Di Desa Tetenggabo Kecamatan Sabulakoa Kabupaten Konawe Selatan Wahyuning Wahyuning; Syahruddin Syahruddin; Paramitha Purwita Sari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1745

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran adat Kalosara sebagai media komunikasi budaya dalam menyelesaikan konflik sosial di masyarakat Tolaki, khususnya di Desa Tetenggabo, Kecamatan Sabulakoa, Kabupaten Konawe Selatan. Meskipun penyelesaian konflik melalui jalur hukum formal semakin berkembang, masyarakat setempat masih mempertahankan Kalosara sebagai simbol perdamaian yang mengandung nilai persatuan, penghormatan, tanggung jawab, dan musyawarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi pesan adat Kalosara dalam penyelesaian konflik sosial serta menjelaskan makna yang terbentuk melalui proses komunikasi antara tokoh adat dan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga yang pernah mengikuti proses penyelesaian konflik menggunakan Kalosara. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi pesan adat Kalosara dibangun melalui komunikasi simbolik yang menanamkan nilai perdamaian, keadilan, penghormatan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Pesan-pesan tersebut diterima sebagai pedoman dalam memulihkan hubungan antarpihak yang berkonflik sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kalosara tidak hanya berfungsi sebagai simbol adat, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang efektif dalam menciptakan penyelesaian konflik secara damai serta menjaga kelestarian nilai-nilai budaya masyarakat Tolaki di tengah perubahan sosial.