Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Tahun 2025 Elsawati Abdul; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1804

Abstract

Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menilai pemanfaatan sumber daya, mutu pelayanan, dan kinerja operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie tahun 2025 berdasarkan empat indikator Grafik Barber Johnson, yaitu Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh pasien rawat inap selama tahun 2025 sebanyak 7.411 pasien. Data diperoleh dari rekapitulasi sensus harian rawat inap dan laporan statistik unit rekam medis, kemudian diolah melalui perhitungan indikator serta pemetaan titik koordinat pada Grafik Barber Johnson. Hasil penelitian menunjukkan nilai BOR sebesar 52%, yang masih berada di bawah standar ideal 60%-85%; AvLOS sebesar 3 hari, yang belum memenuhi standar 6-9 hari; TOI sebesar 3 hari, yang telah sesuai dengan standar 1-3 hari; dan BTO sebesar 57 kali per tahun, yang melebihi standar 40-50 kali. Pemetaan keempat indikator menunjukkan bahwa posisi koordinat masih berada di luar zona efisiensi. Dengan demikian, penggunaan tempat tidur secara keseluruhan belum efisien. Rumah sakit disarankan meningkatkan promosi dan akses layanan, mengevaluasi distribusi serta kebutuhan tempat tidur setiap ruang, mempercepat proses administrasi pasien masuk dan keluar, memperkuat ketepatan sensus harian, dan melakukan pemantauan indikator secara berkala sebagai dasar perencanaan pelayanan rawat inap.