Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Implementasi Digitalisasi Rekam Medis dalam Menunjang Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan di RSUD Bolaang Mongondow Utara Siti Mawaddah Patilima; Gladis A. Ismail; Moh. Ichsan A Antu
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1772

Abstract

RSUD Bolaang Mongondow Utara telah menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) sejak tahun 2022, namun penerapannya masih terbatas pada pelayanan rawat jalan, sedangkan unit pelayanan lainnya masih menggunakan sistem manual. Selain itu, masih ditemukan keterbatasan jumlah petugas rekam medis, perangkat pendukung yang belum memadai, jaringan internet yang belum stabil, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) Rekam Medis Elektronik yang belum ditetapkan secara final. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi digitalisasi rekam medis dalam menunjang pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Bolaang Mongondow Utara berdasarkan pendekatan 5M, yaitu Man, Money, Machine, Method, dan Material. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif terhadap 6 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia pada umumnya telah siap dan memperoleh pelatihan mengenai Rekam Medis Elektronik, meskipun jumlah petugas masih terbatas. Dukungan anggaran tersedia, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan rumah sakit. Infrastruktur teknologi berupa SIMRS berbasis cloud dan jaringan internet telah mendukung implementasi Rekam Medis Elektronik, meskipun ketersediaan komputer, printer, dan scanner masih perlu ditingkatkan. Standar Operasional Prosedur Rekam Medis Elektronik masih dalam tahap penyusunan, sedangkan formulir elektronik dan data pendukung sebagian besar telah tersedia sesuai standar Kementerian Kesehatan. Proses alih media dokumen rekam medis lama juga masih dilakukan secara bertahap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi digitalisasi rekam medis di RSUD Bolaang Mongondow Utara telah mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan, namun masih memerlukan pengembangan berkelanjutan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyempurnaan infrastruktur, penguatan kebijakan, serta evaluasi sistem secara berkala untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan pelayanan kesehatan.
Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Tahun 2025 Elsawati Abdul; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1804

Abstract

Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menilai pemanfaatan sumber daya, mutu pelayanan, dan kinerja operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie tahun 2025 berdasarkan empat indikator Grafik Barber Johnson, yaitu Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh pasien rawat inap selama tahun 2025 sebanyak 7.411 pasien. Data diperoleh dari rekapitulasi sensus harian rawat inap dan laporan statistik unit rekam medis, kemudian diolah melalui perhitungan indikator serta pemetaan titik koordinat pada Grafik Barber Johnson. Hasil penelitian menunjukkan nilai BOR sebesar 52%, yang masih berada di bawah standar ideal 60%-85%; AvLOS sebesar 3 hari, yang belum memenuhi standar 6-9 hari; TOI sebesar 3 hari, yang telah sesuai dengan standar 1-3 hari; dan BTO sebesar 57 kali per tahun, yang melebihi standar 40-50 kali. Pemetaan keempat indikator menunjukkan bahwa posisi koordinat masih berada di luar zona efisiensi. Dengan demikian, penggunaan tempat tidur secara keseluruhan belum efisien. Rumah sakit disarankan meningkatkan promosi dan akses layanan, mengevaluasi distribusi serta kebutuhan tempat tidur setiap ruang, mempercepat proses administrasi pasien masuk dan keluar, memperkuat ketepatan sensus harian, dan melakukan pemantauan indikator secara berkala sebagai dasar perencanaan pelayanan rawat inap.
Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Di RSUD Toto Kabila Merlin Abd. Rahman; Siti Nur Fadila Umar; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1855

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sistem berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk mengintegrasikan proses pelayanan, administrasi, dan pengelolaan data rumah sakit sehingga mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan mutu pelayanan kesehatan. Implementasi SIMRS di RSUD Toto Kabila telah diterapkan dalam pelayanan rumah sakit, namun berdasarkan observasi awal masih ditemukan beberapa kendala, seperti gangguan jaringan, belum optimalnya pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta keterbatasan kemampuan pengguna dalam mengoperasikan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi SIMRS di RSUD Toto Kabila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Informan dipilih menggunakan Teknik purposive sampling sebanyak 5 orang yang terdiri dari informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sumber daya manusia masih dipengaruhi oleh kompetensi pengguna dan pelaksanaan pelatihan yang belum merata. Faktor organisasi telah didukung kebijakan dan manajemen, namun pelaksanaan SOP belum konsisten. Faktor teknologi masih menghadapi kendala jaringan, proses loading sistem, dan kecepatan akses. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIMRS telah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kompetensi pengguna, penguatan pelaksanaan SOP, peningkatan kualitas jaringan, evaluasi berkala, serta pengembangan sistem agar implementasi SIMRS dapat mendukung pelayanan rumah sakit secara optimal dan berkelanjutan.  
Analisis Kepatuhan Regulasi Pemusnahan Dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daereh Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango Sasmitha Ubadila Natsir; Gladis A. Ismail; Merlin Abd. Rahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1953

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen penting yang harus dikelola sesuai regulasi, termasuk pada tahap retensi dan pemusnahan setelah dokumen tidak lagi memiliki nilai guna. Pengelolaan yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan penumpukan arsip, kerusakan dokumen, hingga risiko kebocoran informasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pelaksanaan pemusnahan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian berjumlah 5 orang yang terdiri atas informan kunci, informan utama, dan informan tambahan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Toto Kabila telah memiliki SOP pemusnahan dan SK Direktur tentang pembentukan tim retensi dan pemusnahan, namun jadwal retensi arsip belum diperbaharui. Prosedur retensi berupa pemisahan dokumen aktif-inaktif dan penilaian nilai guna telah berjalan, tetapi masa retensi lima tahun yang digunakan belum selaras dengan ketentuan masa simpan rekam medis elektronik selama 25 tahun. Pelaksanaan pemusnahan menunjukkan kepatuhan pada aspek kelembagaan, namun ditemukan inkonsistensi metode pemusnahan antar sesi observasi. Dokumentasi pemusnahan tergolong lengkap, meski pelaporan hasil pemusnahan kepada pihak eksternal belum tergali mendalam. Secara keseluruhan, kepatuhan RSUD Toto Kabila terhadap regulasi pemusnahan dokumen rekam medis berada pada kategori kepatuhan sebagian (partial compliance). Rumah sakit disarankan memperbaharui jadwal retensi arsip, menstandarkan metode pemusnahan, dan memperkuat pelaporan eksternal guna mendukung tata kelola rekam medis yang lebih baik.
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Rawat Jalan Berdasarkan Perlindungan Data Pribadi (PDP) di RSUD Toto Kabila Bone Bolango Filan Yunus; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1981

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berperan penting dalam mengintegrasikan pelayanan rumah sakit, termasuk pelayanan rawat jalan, sekaligus menuntut perlindungan data pribadi pasien yang optimal sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022. Observasi awal di RSUD Toto Kabila menunjukkan penerapan SIMRS telah berjalan baik, namun masih terdapat kendala berupa human error dan keterbatasan pelatihan keamanan data. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan SIMRS pada pelayanan rawat jalan ditinjau dari aspek Perlindungan Data Pribadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah lima orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMRS pada pelayanan rawat jalan di RSUD Toto Kabila telah berjalan optimal dan memberikan dampak positif terhadap efektivitas pelayanan, sedangkan pengelolaan data pasien telah menerapkan prinsip PDP melalui pembatasan hak akses, penggunaan akun pribadi, dan penerapan SOP, meskipun pelatihan keamanan data belum dilaksanakan secara rutin. Dapat disimpulkan bahwa penerapan SIMRS telah terlaksana dengan baik dan pengelolaan data pasien telah berlandaskan prinsip PDP, namun pelatihan keamanan data bagi petugas masih perlu ditingkatkan secara berkala
Analisis Kepatuhan Tenaga Kesehatan Dalam Pengisian Rekam Medis Elektronik Di Instalasi Rawat Di Rsud Dr. Ainun Habibie Kabupaten Gorontalo Risa Aprilia Mohi; Gladis A. Ismail; Riska Ahmad
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1995

Abstract

Risa Aprilia Mohi. 2026. “ Analisis kepatuhan Tenaga Kesehatan Dalam Pengisian Rekam Medis Elektronik Di Instalasi Rawat Inap RSUD Ainun Habibie”. Mahasiswa Program Studi Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan. (Dibimbing oleh Pembimbing I Gladis A. Ismail dan Pembimbing II Riska Ahmad). Kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengisian Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan faktor penting dalam menjamin kualitas dokumentasi pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan mutu pelayanan rumah sakit. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala yang dapat memengaruhi kelengkapan dan ketepatan waktu pengisian RME. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengisian Rekam Medis Elektronik di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari dokter, perawat, kepala rekam medis, petugas rekam medis, dan petugas kelengkapan berkas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengisian RME telah dilakukan sesuai alur pelayanan yang berlaku di rumah sakit. Kesesuaian pengisian dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara umum telah terlaksana dengan baik, meskipun masih ditemukan beberapa dokumen yang belum terisi lengkap. Ketepatan waktu pengisian RME belum sepenuhnya optimal karena dipengaruhi oleh tingginya beban kerja tenaga kesehatan, banyaknya pasien, serta kendala teknis berupa loading sistem dan gangguan jaringan internet. Disimpulkan bahwa kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengisian RME di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie sudah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi, pengawasan, dan evaluasi secara berkala guna mendukung optimalisasi pengisian Rekam Medis Elektronik.
Hubungan Kelengkapan Data Rekam Medis Elektronik Dengan Keberhasilan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap Di Rsia Sitti Khadijah Gorontalo Nur Fian Mohamad; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2037

Abstract

Kelengkapan data rekam medis merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan proses klaim BPJS Kesehatan di rumah sakit. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis elektronik (RME) dapat menghambat proses verifikasi klaim sehingga berisiko menyebabkan klaim tertunda atau ditolak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan data rekam medis elektronik dengan keberhasilan klaim BPJS pasien rawat inap di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh berkas rekam medis pasien rawat inap peserta BPJS pada triwulan pertama tahun 2026 sebanyak 1.580 berkas, dengan jumlah sampel 320 berkas yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist terhadap kelengkapan data RME, sedangkan status klaim BPJS diperoleh dari data sekunder rumah sakit. Analisis data menggunakan uji Chi-square yang kemudian dilanjutkan dengan Fisher's Exact Test karena salah satu asumsi Chi-square tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 320 berkas yang diteliti, 278 berkas (86,9%) memiliki data RME lengkap dan 42 berkas (13,1%) tidak lengkap, sementara 282 klaim (88,1%) berstatus disetujui dan 38 klaim (11,9%) berstatus pending. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan data RME dengan keberhasilan klaim BPJS (p=0,000; p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin lengkap data rekam medis elektronik, semakin besar peluang keberhasilan klaim BPJS. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam mengisi rekam medis secara lengkap agar proses klaim BPJS dapat berjalan efektif dan efisien.
Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Petugas Rekam Medis Berdasarkan Metode Wisn Di Rsia Sitti Khadijah Gorontalo Reskilan Mulane; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2040

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, sehingga ketersediaan tenaga rekam medis perlu disesuaikan dengan beban kerja aktual yang ada. Peningkatan jumlah kunjungan pasien tanpa disertai penambahan tenaga berpotensi menimbulkan beban kerja berlebih pada petugas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga rekam medis di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh petugas unit rekam medis yang berjumlah 6 orang, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch dan jam digital, lalu dianalisis mengikuti tahapan metode WISN, meliputi perhitungan waktu kerja tersedia, standar beban kerja, standar kelonggaran, dan kebutuhan tenaga. Hasil penelitian menunjukkan waktu kerja tersedia petugas rekam medis sebesar 128.640 menit per tahun, standar beban kerja tertinggi pada kegiatan assembling dan terendah pada kegiatan pelaporan, serta standar kelonggaran sebesar 0,17. Total kebutuhan tenaga rekam medis berdasarkan perhitungan WISN berkisar 7 hingga 8 orang, sedangkan tenaga yang tersedia saat ini hanya 6 orang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah tenaga rekam medis di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo belum sesuai dengan beban kerja aktual dan masih mengalami kekurangan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit diharapkan dapat mempertimbangkan penambahan atau redistribusi tenaga, khususnya pada kegiatan koding dan pelaporan, agar beban kerja petugas menjadi lebih merata.