Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Gambaran Lama Waktu Tunggu Pasien Di Unit Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie Riska Ahmad; A.Suci Mutiara Islami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7581

Abstract

Latar Belakang: Waktu tunggu pelayanan merupakan masalah yang masih banyak dijumpai dalam praktik pelayanan kesehatan, dan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan adalah menunggu dalam waktu yang lama. Lamanya waktu tunggu pasien merupakan salah satu hal penting dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie diketahui bahwa pelayanan pasien di rawat jalan sendiri masih belum berjalan dengan baik dan kurang maksimal khususnya yang terjadi pada pasien lama rawat jalan. Tujuan: Lama waktu tunggu pasien di unit pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Hasil: penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie mengalami keterlambatan pelayanan pasien rawat jalan. Kesimpulan dan Saran: Lama waktu tunggu pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie masih terdapat beberapa pelayanan terhadap pasien yang belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) atau masih mengalami keterlambatan pelayanan terhadap pasien.
ETIKA PENYELENGGARA TENAGA PEREKAM MEDIS DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEBOCORAN DATA DAN INFORMASI MEDIS PASIEN DI RSUD DR. HASRI AINUN HABIBIE Fahria Dangkua; Riska Ahmad; Rismunandar Katili
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i1.2263

Abstract

The confidentiality of patients’ medical data and information is a crucial aspect of healthcare services, particularly in the era of digitalized medical records that requires stronger information security. The use of hospital information systems facilitates healthcare services; however, it also increases the risk of data breaches if not properly managed. Medical record officers play a vital role in maintaining data security in accordance with applicable regulations. Based on this urgency, this study was conducted to identify potential risks of data breaches and preventive efforts at RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie. This study employed a qualitative descriptive method with a normative–empirical approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the hospital has implemented several security measures, including the use of individual passwords, two-factor authentication, access restrictions, and data backup within the hospital information system. Nevertheless, risks still arise from human resource factors, such as limited understanding of data security, the potential for human error, and network constraints. In addition, specific training on data confidentiality and professional ethics has not yet been conducted. In conclusion, the role of medical record officers is essential in preventing data breaches. Strengthening competencies, increasing training programs, and reinforcing information security policies are necessary to ensure optimal protection of patients’ data.
Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Tahun 2025 Elsawati Abdul; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1804

Abstract

Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menilai pemanfaatan sumber daya, mutu pelayanan, dan kinerja operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie tahun 2025 berdasarkan empat indikator Grafik Barber Johnson, yaitu Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh pasien rawat inap selama tahun 2025 sebanyak 7.411 pasien. Data diperoleh dari rekapitulasi sensus harian rawat inap dan laporan statistik unit rekam medis, kemudian diolah melalui perhitungan indikator serta pemetaan titik koordinat pada Grafik Barber Johnson. Hasil penelitian menunjukkan nilai BOR sebesar 52%, yang masih berada di bawah standar ideal 60%-85%; AvLOS sebesar 3 hari, yang belum memenuhi standar 6-9 hari; TOI sebesar 3 hari, yang telah sesuai dengan standar 1-3 hari; dan BTO sebesar 57 kali per tahun, yang melebihi standar 40-50 kali. Pemetaan keempat indikator menunjukkan bahwa posisi koordinat masih berada di luar zona efisiensi. Dengan demikian, penggunaan tempat tidur secara keseluruhan belum efisien. Rumah sakit disarankan meningkatkan promosi dan akses layanan, mengevaluasi distribusi serta kebutuhan tempat tidur setiap ruang, mempercepat proses administrasi pasien masuk dan keluar, memperkuat ketepatan sensus harian, dan melakukan pemantauan indikator secara berkala sebagai dasar perencanaan pelayanan rawat inap.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketepatan Koding INA-CBGS Pada Rekam Medis Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Gorontalo Tahun 2026 Risandi Abdullah; Riska Ahmad; Merlin Abd. Rahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1919

Abstract

Ketepatan koding INA-CBGs merupakan salah satu aspek penting dalam proses klaim pelayanan kesehatan karena berpengaruh terhadap ketepatan tarif dan kualitas data rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan koding INA-CBGs pada rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Islam Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi koder, kelengkapan rekam medis, kelengkapan dan spesifikasi diagnosis pada rekam medis elektronik, serta sistem pendukung koding merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan koding INA-CBGs. Kompetensi koder yang baik, dokumentasi rekam medis yang lengkap, diagnosis yang jelas dan spesifik, serta tersedianya pedoman dan aplikasi pendukung berkontribusi dalam menghasilkan pengodean yang akurat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keempat faktor tersebut saling mendukung dalam mewujudkan ketepatan koding INA-CBGs sehingga kualitas data dan proses klaim rumah sakit dapat dipertahankan.
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Rawat Jalan Berdasarkan Perlindungan Data Pribadi (PDP) di RSUD Toto Kabila Bone Bolango Filan Yunus; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1981

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berperan penting dalam mengintegrasikan pelayanan rumah sakit, termasuk pelayanan rawat jalan, sekaligus menuntut perlindungan data pribadi pasien yang optimal sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022. Observasi awal di RSUD Toto Kabila menunjukkan penerapan SIMRS telah berjalan baik, namun masih terdapat kendala berupa human error dan keterbatasan pelatihan keamanan data. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan SIMRS pada pelayanan rawat jalan ditinjau dari aspek Perlindungan Data Pribadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah lima orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMRS pada pelayanan rawat jalan di RSUD Toto Kabila telah berjalan optimal dan memberikan dampak positif terhadap efektivitas pelayanan, sedangkan pengelolaan data pasien telah menerapkan prinsip PDP melalui pembatasan hak akses, penggunaan akun pribadi, dan penerapan SOP, meskipun pelatihan keamanan data belum dilaksanakan secara rutin. Dapat disimpulkan bahwa penerapan SIMRS telah terlaksana dengan baik dan pengelolaan data pasien telah berlandaskan prinsip PDP, namun pelatihan keamanan data bagi petugas masih perlu ditingkatkan secara berkala
Analisis Terhadap Perlindungan Data Rekam Medis Elektronik (RME) Di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo Sri Mutiarawati Nango; Riska Ahmad; Merlin Abd. Rahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1983

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian dari transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan mutu, efektivitas, dan efisiensi pelayanan. Di sisi lain, penerapan RME menimbulkan tantangan dalam perlindungan data pribadi pasien karena informasi yang tersimpan bersifat rahasia dan memiliki nilai hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Rekam Medis Elektronik serta perlindungan data pasien di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo berdasarkan aspek hukum dan implementasinya di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas informan kunci, informan utama, dan informan tambahan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie telah dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2022 dan telah diterapkan secara luas pada tahun 2025 menggunakan aplikasi SIMGOS yang terintegrasi. Perlindungan data dilakukan melalui pembatasan hak akses sesuai tugas dan kewenangan pengguna, penggunaan akun pribadi berupa username dan password, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), pelaksanaan backup data secara berkala, serta pengawasan oleh tim teknologi informasi. Kendala yang dihadapi meliputi gangguan jaringan, gangguan sistem, serta perlunya peningkatan pemahaman sebagian petugas mengenai keamanan informasi. Upaya yang dilakukan rumah sakit antara lain penguatan sistem keamanan, pelatihan dan sosialisasi kepada tenaga kesehatan, monitoring penggunaan sistem, serta evaluasi berkala. Berdasarkan hasil penelitian, belum ditemukan kebocoran data rekam medis yang signifikan. Secara keseluruhan, penerapan perlindungan data Rekam Medis Elektronik di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie telah berjalan dengan baik dan telah mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, meskipun masih diperlukan penyempurnaan terhadap infrastruktur teknologi informasi, digitalisasi seluruh dokumen pelayanan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk mendukung keamanan data secara optimal.
Analisis Kepatuhan Tenaga Kesehatan Dalam Pengisian Rekam Medis Elektronik Di Instalasi Rawat Di Rsud Dr. Ainun Habibie Kabupaten Gorontalo Risa Aprilia Mohi; Gladis A. Ismail; Riska Ahmad
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1995

Abstract

Risa Aprilia Mohi. 2026. “ Analisis kepatuhan Tenaga Kesehatan Dalam Pengisian Rekam Medis Elektronik Di Instalasi Rawat Inap RSUD Ainun Habibie”. Mahasiswa Program Studi Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan. (Dibimbing oleh Pembimbing I Gladis A. Ismail dan Pembimbing II Riska Ahmad). Kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengisian Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan faktor penting dalam menjamin kualitas dokumentasi pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan mutu pelayanan rumah sakit. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala yang dapat memengaruhi kelengkapan dan ketepatan waktu pengisian RME. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengisian Rekam Medis Elektronik di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri dari dokter, perawat, kepala rekam medis, petugas rekam medis, dan petugas kelengkapan berkas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengisian RME telah dilakukan sesuai alur pelayanan yang berlaku di rumah sakit. Kesesuaian pengisian dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara umum telah terlaksana dengan baik, meskipun masih ditemukan beberapa dokumen yang belum terisi lengkap. Ketepatan waktu pengisian RME belum sepenuhnya optimal karena dipengaruhi oleh tingginya beban kerja tenaga kesehatan, banyaknya pasien, serta kendala teknis berupa loading sistem dan gangguan jaringan internet. Disimpulkan bahwa kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengisian RME di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie sudah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi, pengawasan, dan evaluasi secara berkala guna mendukung optimalisasi pengisian Rekam Medis Elektronik.
Analisis Angka Kematian Pasien Dengan Penyakit Kronis Berdasarkan Kelengkapan Rekam Medis Di Rumah Sakit Islam Kota Gorontalo Siti Nur Raisya Umar; Merlin Abd. Rahman; Riska Ahmad
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2014

Abstract

Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan dengan insidensi yang terus meningkat, sehingga kelengkapan rekam medis menjadi esensial untuk menghasilkan data mortalitas yang akurat sebagai bahan evaluasi mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kematian pasien penyakit kronis berdasarkan tingkat kelengkapan rekam medis di Rumah Sakit Islam Gorontalo pada periode 2023–2025. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap populasi 54 berkas rekam medis pasien meninggal dunia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar checklist, pendokumentasian, dan wawancara, untuk selanjutnya dianalisis melalui perhitungan indikator Gross Death Rate (GDR) dan Net Death Rate (NDR). Berdasarkan data hasil penelitian, terjadi tren peningkatan kematian dari 8 kasus (2023) menjadi 29 kasus (2025), dengan nilai GDR dan NDR masing-masing sebesar 7,29‰, yang mana masih memenuhi standar ideal Kementerian Kesehatan. Meskipun demikian, observasi dokumen menunjukkan kelengkapan rekam medis belum optimal; ditemukan 51,9% (28 berkas) tidak memiliki sertifikat kematian dan 11,1% (6 berkas) catatan perkembangan pasien tidak lengkap. Kesimpulannya, meski angka mortalitas memenuhi standar nasional, peningkatan absolut jumlah kematian dan ketidaklengkapan dokumen kritis dapat mendistorsi evaluasi pelayanan, sehingga pengawasan terhadap kepatuhan pengisian rekam medis oleh tenaga kesehatan perlu diperketat.
Hubungan Kelengkapan Data Rekam Medis Elektronik Dengan Keberhasilan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap Di Rsia Sitti Khadijah Gorontalo Nur Fian Mohamad; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2037

Abstract

Kelengkapan data rekam medis merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan proses klaim BPJS Kesehatan di rumah sakit. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis elektronik (RME) dapat menghambat proses verifikasi klaim sehingga berisiko menyebabkan klaim tertunda atau ditolak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan data rekam medis elektronik dengan keberhasilan klaim BPJS pasien rawat inap di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh berkas rekam medis pasien rawat inap peserta BPJS pada triwulan pertama tahun 2026 sebanyak 1.580 berkas, dengan jumlah sampel 320 berkas yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist terhadap kelengkapan data RME, sedangkan status klaim BPJS diperoleh dari data sekunder rumah sakit. Analisis data menggunakan uji Chi-square yang kemudian dilanjutkan dengan Fisher's Exact Test karena salah satu asumsi Chi-square tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 320 berkas yang diteliti, 278 berkas (86,9%) memiliki data RME lengkap dan 42 berkas (13,1%) tidak lengkap, sementara 282 klaim (88,1%) berstatus disetujui dan 38 klaim (11,9%) berstatus pending. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan data RME dengan keberhasilan klaim BPJS (p=0,000; p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin lengkap data rekam medis elektronik, semakin besar peluang keberhasilan klaim BPJS. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam mengisi rekam medis secara lengkap agar proses klaim BPJS dapat berjalan efektif dan efisien.
Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Petugas Rekam Medis Berdasarkan Metode Wisn Di Rsia Sitti Khadijah Gorontalo Reskilan Mulane; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2040

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, sehingga ketersediaan tenaga rekam medis perlu disesuaikan dengan beban kerja aktual yang ada. Peningkatan jumlah kunjungan pasien tanpa disertai penambahan tenaga berpotensi menimbulkan beban kerja berlebih pada petugas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga rekam medis di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh petugas unit rekam medis yang berjumlah 6 orang, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch dan jam digital, lalu dianalisis mengikuti tahapan metode WISN, meliputi perhitungan waktu kerja tersedia, standar beban kerja, standar kelonggaran, dan kebutuhan tenaga. Hasil penelitian menunjukkan waktu kerja tersedia petugas rekam medis sebesar 128.640 menit per tahun, standar beban kerja tertinggi pada kegiatan assembling dan terendah pada kegiatan pelaporan, serta standar kelonggaran sebesar 0,17. Total kebutuhan tenaga rekam medis berdasarkan perhitungan WISN berkisar 7 hingga 8 orang, sedangkan tenaga yang tersedia saat ini hanya 6 orang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah tenaga rekam medis di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo belum sesuai dengan beban kerja aktual dan masih mengalami kekurangan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit diharapkan dapat mempertimbangkan penambahan atau redistribusi tenaga, khususnya pada kegiatan koding dan pelaporan, agar beban kerja petugas menjadi lebih merata.