Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Biaya Produksi dan Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih Pada Industri Foods and Beverage di Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2024 Fredy Sanjaya Kusuma; Aditya Adhi Flesia; Muhamad Azully; Ricco Kantona Setiawan; Shevani Dwinov; Dede Puspa Pujia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih pada perusahaan subsektor foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Laba bersih merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, sehingga pengelolaan biaya produksi dan biaya operasional menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research untuk menguji hubungan kausal antara variabel independen dan variabel dependen. Populasi penelitian terdiri atas seluruh perusahaan subsektor foods and beverages yang terdaftar di BEI. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh sebanyak 66 observasi yang dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa biaya produksi tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan nilai signifikansi sebesar 0,548 (>0,05). Sebaliknya, biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih dengan nilai signifikansi <0,001 (<0,05). Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa biaya produksi dan biaya operasional secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan nilai signifikansi <0,001. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 68,4% variasi laba bersih, sedangkan 31,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan biaya operasional merupakan faktor yang lebih berperan dalam memengaruhi laba bersih dibandingkan biaya produksi. Sementara itu, biaya produksi tidak terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan subsektor foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian.