Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Rawat Jalan Berdasarkan Perlindungan Data Pribadi (PDP) di RSUD Toto Kabila Bone Bolango Filan Yunus; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1981

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berperan penting dalam mengintegrasikan pelayanan rumah sakit, termasuk pelayanan rawat jalan, sekaligus menuntut perlindungan data pribadi pasien yang optimal sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022. Observasi awal di RSUD Toto Kabila menunjukkan penerapan SIMRS telah berjalan baik, namun masih terdapat kendala berupa human error dan keterbatasan pelatihan keamanan data. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan SIMRS pada pelayanan rawat jalan ditinjau dari aspek Perlindungan Data Pribadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah lima orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMRS pada pelayanan rawat jalan di RSUD Toto Kabila telah berjalan optimal dan memberikan dampak positif terhadap efektivitas pelayanan, sedangkan pengelolaan data pasien telah menerapkan prinsip PDP melalui pembatasan hak akses, penggunaan akun pribadi, dan penerapan SOP, meskipun pelatihan keamanan data belum dilaksanakan secara rutin. Dapat disimpulkan bahwa penerapan SIMRS telah terlaksana dengan baik dan pengelolaan data pasien telah berlandaskan prinsip PDP, namun pelatihan keamanan data bagi petugas masih perlu ditingkatkan secara berkala