Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Petugas Rekam Medis Berdasarkan Metode Wisn Di Rsia Sitti Khadijah Gorontalo Reskilan Mulane; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2040

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, sehingga ketersediaan tenaga rekam medis perlu disesuaikan dengan beban kerja aktual yang ada. Peningkatan jumlah kunjungan pasien tanpa disertai penambahan tenaga berpotensi menimbulkan beban kerja berlebih pada petugas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga rekam medis di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh petugas unit rekam medis yang berjumlah 6 orang, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch dan jam digital, lalu dianalisis mengikuti tahapan metode WISN, meliputi perhitungan waktu kerja tersedia, standar beban kerja, standar kelonggaran, dan kebutuhan tenaga. Hasil penelitian menunjukkan waktu kerja tersedia petugas rekam medis sebesar 128.640 menit per tahun, standar beban kerja tertinggi pada kegiatan assembling dan terendah pada kegiatan pelaporan, serta standar kelonggaran sebesar 0,17. Total kebutuhan tenaga rekam medis berdasarkan perhitungan WISN berkisar 7 hingga 8 orang, sedangkan tenaga yang tersedia saat ini hanya 6 orang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah tenaga rekam medis di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo belum sesuai dengan beban kerja aktual dan masih mengalami kekurangan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit diharapkan dapat mempertimbangkan penambahan atau redistribusi tenaga, khususnya pada kegiatan koding dan pelaporan, agar beban kerja petugas menjadi lebih merata.