Marta Klarita Lessa
Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembinaan Guru Sekolah Minggu Tentang Cara Mengajar Sekolah Minggu Yang Efektif di GKJ Gunungkidul Yogyakarta Sri Dwi Harti; Amellia Ardaning Sandrawati; Ardison Nenoliu; Marta Klarita Lessa; Gita Amanda; Ince Selan; Yenni Kasse
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 3 No. 1 (2026): MANGENTANG: Mei 2026
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v3i1.143

Abstract

Abstract Sunday School teacher training is a crucial foundation for shaping the quality of children's faith education in the church. This study aims to describe effective training strategies for Sunday School teachers within the context of GKJ Gunungkidul Yogyakarta, focusing on teaching methods that align with children's developmental stages and the demands of the times. A qualitative approach was used to gather data through observation, literature study, and interviews. The findings indicate that effective teaching strategies must consider children's age-related developmental stages, the use of visual aids and teaching media, interactive classroom management, and the implementation of contextual and collaborative learning models. In addition, Sunday School teachers must be equipped as spiritual facilitators who serve as role models of faith, possess reflective competence, and demonstrate sensitivity to children's character. Ongoing training—through workshops, peer discussions, and post-class evaluations—is essential to improve teaching quality and nurture children to grow in their faith in Christ.    Abstrak Pembinaan guru Sekolah Minggu merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas pelayanan pendidikan iman anak-anak di gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi pembinaan guru Sekolah Minggu yang efektif dalam konteks GKJ Gunungkidul Yogyakarta, dengan fokus pada metode mengajar yang sesuai dengan perkembangan anak dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali data melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mengajar yang efektif harus mempertimbangkan tahap perkembangan usia anak, penggunaan alat peraga dan media visual, pengelolaan kelas yang interaktif, serta penerapan model pembelajaran kontekstual dan kolaboratif. Selain itu, guru Sekolah Minggu harus dipersiapkan sebagai fasilitator rohani yang berperan sebagai teladan iman, memiliki kompetensi reflektif, dan peka terhadap karakter anak. Pembinaan yang berkelanjutan, baik melalui pelatihan, diskusi kelompok, maupun evaluasi pascakelas, menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan membentuk anak-anak yang bertumbuh dalam iman kepada Kristus.
Pembinaan Kerohanian Anak Sekolah Minggu Melalui Panggung Boneka di GKJ Wiladeg Gunungkidul Yogyakarta Sri Dwi Harti; Amellia Ardaning Sandrawati; Ardison Nenoliu; Marta Klarita Lessa; Gita Amanda; Ince Selan; Yenni Kasse
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 2 (2025): MANGENTANG: November 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i2.144

Abstract

Abstract The spiritual development of Sunday School children is an important foundation in the development of their faith, character, and personal relationship with God from an early age. This development process places Sunday School teachers as central figures, not only as teachers, but also as spiritual role models who reflect the love and integrity of Christ in their daily lives. The consistency of the teachers' spiritual lives serves as a tangible example for children in living out biblical values. In addition, effective nurturing requires synergy between the church and the family. Parents have an important role in reinforcing faith practices such as prayer, Bible reading, and acts of love at home, which complement the lessons children receive at church. At GKJ Wiladeg, there are challenges in the spiritual development of children because conventional teaching methods are not very interesting, resulting in low enthusiasm and understanding of God's word among children. Sunday School teachers also find it difficult to convey biblical values in a contextual and interesting way. In facing the challenges of the times, innovative teaching methods such as the use of puppet stages have proven effective in conveying Bible stories by engaging children's visual, auditory, and emotional aspects. This multisensory approach allows children to more easily understand, remember, and apply God's word in their daily lives. Through this comprehensive approach, Sunday School spiritual development is expected to produce a generation that knows God, loves Him, and lives as witnesses of Christ in the world. Abstrak Pembinaan kerohanian anak Sekolah Minggu merupakan fondasi penting dalam pengembangan iman, karakter, dan hubungan pribadi anak dengan Tuhan sejak dini. Proses pembinaan ini menempatkan guru Sekolah Minggu sebagai tokoh sentral, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan rohani yang mencerminkan kasih dan integritas Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi kehidupan rohani guru menjadi contoh nyata bagi anak dalam menghidupi nilai-nilai Alkitab. Selain itu, pembinaan yang efektif memerlukan sinergi antara gereja dan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam memperkuat pembiasaan iman seperti doa, pembacaan Alkitab, dan perbuatan kasih di rumah, yang melengkapi pembelajaran yang diterima anak di gereja. Di GKJ Wiladeg terdapat tantangan dalam pembinaan kerohanian anak karena metode pengajaran yang konvensional kurang menarik, sehinga antusiasme dan pemahaman anak terhadap firman Tuhan rendah. Guru Sekolah Minggu juga kesulitan menyampaikan nilai-nilai Alkitab secara kontekstual dan menarik. Dalam menghadapi tantangan zaman, inovasi metode pembinaan seperti penggunaan panggung boneka terbukti efektif dalam menyampaikan cerita Alkitab dengan melibatkan aspek visual, auditori, dan emosional anak. Pendekatan multisensori ini memungkinkan anak lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang menyeluruh ini, pembinaan kerohanian Sekolah Minggu diharapkan mampu menghasilkan generasi yang mengenal Tuhan, mengasihi-Nya, dan hidup sebagai saksi Kristus di tengah dunia.