Naya Zahira Alya Putri
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tatara Planner Book sebagai Media Bantu Peningkatan Pengetahuan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dalam Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Naya Zahira Alya Putri; Muhammad Primiaji Rialihanto; Almira Sitasari; Nugraheni Tri Lestari
Health Educational Laboratory Vol. 1 No. 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/helab.v1i2.2999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai efektivitas penggunaan Tatara Planner Book terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan quasi ekesperimen dengan desain penelitian yaitu pre-test dan post-test with control gorup design. Pengukuran variabel pengetahuan dan kepatuhan dilakukan 2 kali yaitu pre-test dan post-test (minggu ke-4). Total sampel terdiri dari 84 remaja putri, dengan masing masing perlakuan yaitu 42 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan google form. Data dianalisis secara univariat dan bivariat untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kedua kelompok perlakuan dan kontrol setelah 4 minggu pengamatan. Kelompok perlakuan menunjukkan peningkatan lebih tinggi (17,62%) dibandingkan kontrol (13,02%). Pada variabel kepatuhan kelompok perlakuan menunjukkan peningkatan lebih tinggi (42,80%) dibandingkan kontrol (14,82%). Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan kepatuhan yang signifikan pada kelompok perlakuan dan kontrol. Tatara Planner Book lebih efektif dibandingkan CERIA dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam upaya pencegahan anemia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan media pembelajaran inovatif di bidang pendidikan kesehatan serta membuka peluang untuk penelitian lanjutan yang menguji efektivitas pembelajaran secara kuantitatif dan jangka panjang.