Retno Tri Siswanti
Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Ketorolak dan Parekoksib Terhadap Gambaran Histopatologi Gaster Tikus Wistar Retno Tri Siswanti; Danu Soesilowati; Uripno Budiono; Devia Eka Listiana
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 6, No 3 (2014): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.246 KB) | DOI: 10.14710/jai.v6i3.9120

Abstract

Latar Belakang : Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) digunakan sebagai analgetik paska operasi. Berbagai jenis OAINS dapat menghambat sintesis prostaglandin (PG) yang merupakan mediator inflamasi dan mengakibatkan berkurangnya tanda inflamasi.Akan tetapi PG khususnya PGI sebenarnya merupakan zat yang bersifat protektor untuk mukosa saluran cerna atas. Hambatan sintesis PG akan mengurangi ketahanan mukosa, dengan efek berupa lesi akut mukosa gaster bentuk ringan sampai berat. Gastropati OAINS adalah lesi mukosa gaster yang berhubungan dengan terapi OAINS.Tujuan : Membandingkan gambaran histopatologi gaster antara tikus wistar yang diberikan ketorolak intramuskular dan parekoksib intramuskular.Metode : Dilakukan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan randomized post test control group design pada 21 ekor tikus wistar jantan yang terbagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol (K) tikus wistar yang diberikan luka insisi sepanjang 2 cm dan tidak diberikan injeksi ketorolak maupun parekoksib, Kelompok perlakuan 1 (P1) tikus wistar yang diberikan luka insisi sepanjang 2 cm dan diberikan injeksi ketorolak intramuskuler setara dosis manusia 30 mg tiap 8 jam, kelompok perlakuan 2 (P2) tikus wistar yang diberikan luka insisi sepanjang 2 cm dan diberikan injeksi parekoksib setara dosis manusia 40 mg tiap 12 jam. Pada hari ke 5 dilakukan terminasi dan pada hari ke 6 dilakukan pembuatan blok parafin.Hasil : Ketorolak 0,54 mg/8 jam selama 5 hari mempengaruhi integritas mukosa lambung tikus wistar lebih buruk dibandingkan dengan parekoksib 0,72 mg /12 jam selama 5 hari (p<0,001)Kesimpulan : Parecoxib kurang menimbulkan kerusakan mukosa lambung dibandingkan ketorolak.
Pemberian Masker dan Bantuan Makanan Pokok pada Tunanetra sebagai Pencegahan Infeksi Covid-19 di Kecamatan Pondok Gede Bekasi Resiana Karnina; Farsida Farsida; Rahma Ayu Larasati; Ihsanil Husna; Syahfreadi Syahfreadi; Retno Tri Siswanti; Azka Zifa Tanama; Bagus Destriambodo
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.1.1.45-50

Abstract

Pandemi Covid-19 banyak memberikan pengaruh pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, tidak hanya pada orang yang sempurna jasmaninya tapi juga sangat memberikan dampak berat bagi penyandang disabilitas. Tunanetra yang pekerjaannya hanya memijat, maka dengan pandemi ini mereka tidak bisa memijat lagi dan sehingga banyak diantara mereka berdagang keliling. Pengabdian ini bertujuan untuk membagikan masker dan kebutuhan pokok pada tunanetra yang terkena dampak pandemi Covid-19 secara ekonomi di Kecamatan Pondok Gede Bekasi. Metode pelaksanaan pengabdian dimulai dengan melakukan kerjasama dengan paguyuban tunanetra untuk mendapatkan informasi jumlah tunanetra dan kegiatan yang dijalankan selama pandemi. Kemudian menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk pembagian masker dan kebutuhan pokok pada 30 orang tunanetra. Pengabdian ini membantu masyarakat khususnya tunanetra dalam mendapatkan kebutuhan pokoknya dengan keterbatasan kondisi saat kondisi pandemi dan pemberian masker dalam pencegahan terhadap penularan Covid-19.
Edukasi Pencegahan dan Tatalaksana MRSA pada Tenaga Kesehatan Rike Syahniar; Farsida Farsida; Reny Luhur Setyani; Malayanti Malayanti; Retno Tri Siswanti; Wa Ode Asmawati; Inas Farida
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.42-47

Abstract

Hasil surveilans nasional pada delapan rumah sakit rujukan utama, menunjukkan bahwa permasalahan MRSA ini sangat tinggi. Prevalensi infeksi akibat MRSA menunjukkan rentang antara 25%-65% dengan rata-rata nasional adalah 38%. Maka penting adanya edukasi mengenai pencegahan penularan dan tatalaksana MRSA pada tenaga kesehatan. Rumah sakit perlu memastikan bahwa mampu mencegah penularan penyakit di dalam dan dari rumah sakit. Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi pencegahan dan tatalaksana MRSA pada tenaga kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa dari 196 responden yang diberikan edukasi, 83,16% memiliki tingkat pengetahuan pada kategori baik, 11,22% masuk dalam kategori pengetahuan cukup dan 5,61% dalam kategori kurang. Simpulan yaitu sebagian besar tenaga kesehatan memiliki tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi mengenai mengenai pencegahan penularan dan tatalaksana MRSA pada tenaga kesehatan.