This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR PROFIL LIPID DENGAN FUNGSI PARU MASYARAKAT KELURAHAN KOTA BAMBU, JAKARTA BARAT Hadisono Hadisono; Alexander Halim Santoso; Fiona Valencia Setiawan
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.36446

Abstract

Penurunan fungsi paru pada masyarakat urban merupakan isu kesehatan yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor metabolik, lingkungan, dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara kadar profil lipid—meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida—dengan fungsi paru pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu. Desain penelitian menggunakan pendekatan potong lintang dengan 135 responden berusia 18–65 tahun yang menjalani pemeriksaan profil lipid dan spirometri sesuai standar ATS/ERS. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa dari seluruh komponen lipid, trigliserida memiliki hubungan paling konsisten dan signifikan dengan parameter fungsi paru, termasuk VC Percentage, FVC Actual dan Percentage, serta FEV₁ Actual dan Percentage (r = 0,18–0,32; p < 0,05). Sebaliknya, kolesterol total, HDL, dan LDL tidak menunjukkan hubungan bermakna terhadap kapasitas ventilasi (p > 0,05). Korelasi positif antara trigliserida dan fungsi paru dapat mencerminkan pengaruh status metabolik terhadap elastisitas paru, kemampuan ekspansi toraks, serta performa otot pernapasan. Temuan ini mengindikasikan bahwa trigliserida dapat menjadi indikator tambahan dalam menilai risiko gangguan ventilasi pada komunitas urban dengan faktor metabolik yang tinggi. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya integrasi pemeriksaan lipid dengan spirometri sebagai strategi skrining promotif–preventif berbasis risiko. Meski demikian, desain potong lintang dan tidak dikontrolnya faktor perancu seperti paparan polusi dan kebiasaan merokok menjadi keterbatasan yang perlu diperbaiki dalam studi longitudinal mendatang untuk memperkuat pemahaman kausalitas hubungan metabolik-respirasi di populasi Indonesia.