This article is motivated by the reality that non-Muslims are often regarded as second-class citizens in Indonesia due to their continued classification as Ahl al-Dhimmah within the framework of classical Fiqh. This article was written using a qualitative approach and a literature review, and the findings were analyzed using content analysis. The findings of this article are that Al-Qur’an and Hadith demonstrate concern for the theme of Ahl al-Dhimmah, as evidenced by the Tafsir Tarbawi of Surah at-Taubah/9:8–9, al-Hajj/21:40, and al-Mumtahanah/60:8–9, which is reinforced by Hadis Tarbawi of the hadiths narrated by Abu Dawud and al-Thabarani. The classical terms Dar al-Islam and Dar al-Harb are contextualized within modern realities as Dar al-Sulh and the Nation-State, thereby enabling an understanding of the rights, obligations, and models of interaction with the Ahl al-Dhimmah within the context of Indonesian Fiqh. Through this contextual and contemporary understanding, it is hoped that social interactions with the Ahl al-Dhimmah will align with Indonesia’s multicultural character. Artikel ini dilatar-belakangi realita status minoritas yang kerap membuat non-muslim dianggap sebagai warga kelas dua di Indonesia, karena masih diposisikan sebagai Ahl al-Dzimmah dalam kerangka berpikir Fikih klasik. Artikel ini disusun dengan pendekatan kualitatif dan jenis studi pustaka, lalu ditelaah dengan teknik analisis isi. Temuan artikel adalah Al-Qur’an dan Hadis menunjukkan kepedulian terhadap tema Ahl al-Dzimmah, sebagaimana hasil analisis Tafsir Tarbawi terhadap Surat at-Taubah/9: 8-9, al-Hajj/21: 40 dan al-Mumtahanah/60: 8-9, yang diperkuat Hadis Tarbawi terhadap Hadis riwayat Abu Dawud dan al-Thabarani. Istilah klasik Dar al-Islam dan Dar al-Harb dikontekstualisasikan dengan realita modern dalam bentuk Dar al-Shulh dan Nation State, sehingga dapat dipahami hak-hak, kewajiban dan model interaksi dengan Ahl al-Dzimmah dalam konteks Fikih KeIndonesiaan. Melalui pemahaman yang kontekstual dan aktual, diharapkan interaksi sosial dengan Ahl al-Dzimmah sesuai dengan karakteristik Indonesia yang multikultural. Kata Kunci: Ahl al-Dzimmah; Fikih Keindonesiaan; Hadis Tarbawi; Tafsir Tarbawi.