p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL BAHARI PAPADAK
Alexander Leonidas Kangkan
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN ALAT TANGKAP RAWAI DASAR (MINI BOTTOM LONG LINE) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TENAU KUPANG Maria Selviana Luruk; Alexander Leonidas Kangkan; Lady Cindy Soewarlan; Kiik Gretty Sine
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi sosial ekonomi nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tenau Kupang yang masih menghadapi ketidakpastian pendapatan akibat hasil tangkapan yang dipengaruhi musim, cuaca, serta biaya operasional penangkapan. Padahal sektor perikanan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan rawai dasar (mini bottom long line). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan nelayan alat tangkap rawai dasar di PPP Tenau Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan didukung analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 17 responden nelayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dianalisis meliputi biaya tetap, biaya operasional, penerimaan, dan pendapatan bersih nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan rawai dasar dipengaruhi oleh jumlah hasil tangkapan, jenis ikan, harga jual ikan, serta besarnya biaya operasional yang dikeluarkan selama kegiatan penangkapan. Sistem bagi hasil antara pemilik dan nahkoda juga memengaruhi besarnya pendapatan yang diterima nelayan di PPP Tenau Kupang.Kata kunci: pendapatan nelayan, rawai dasar, biaya operasional, penerimaan, PPP Abstract - This research is motivated by the socio-economic conditions of fishermen at the Tenau Kupang Coastal Fishing Port (PPP), who still face income uncertainty due to catches influenced by seasons, weather, and fishing operational costs. However, the fisheries sector has great potential in improving the welfare of coastal communities, especially bottom long line fishermen. This study aims to analyze the income of bottom long line fishermen at the Tenau Kupang Coastal Fisheries Port (PPP). The research method used is a survey method with a quantitative approach and supported by qualitative descriptive analysis. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation of 17 fishermen selected using a purposive sampling technique. The data analyzed included fixed costs, operational costs, revenues, and net income. The results showed that the income of bottom longline fishermen was influenced by the amount of catch, fish species, fish selling price, and the amount of operational costs incurred during fishing activities. The profit-sharing system between the owner and the captain also influenced the amount of income received by fishermen at the Tenau Kupang PPP.Keywords: fishermen's income, bottom longline, operational costs, revenue, PPP
KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN POLA PEMASARAN GURITA (OCTOPUS SP.) HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI DESA HADAKAMALI, KABUPATEN SUMBA TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR Ronaldo Turu Maramba Ndima; Alexander Leonidas Kangkan; Nikanor Hersal Armos; Aludin Al Ayubi
Jurnal Bahari Papadak Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kondisi sosial ekonomi nelayan memengaruhi kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Sumba Timur. Penangkapan gurita (Octopus sp.) menjadi mata pencaharian utama masyarakat Desa Hadakamali, namun keterbatasan akses pasar dan ketergantungan pada pengepul masih memengaruhi pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi sosial ekonomi nelayan dan pola pemasaran gurita di Desa Hadakamali. Penelitian dilakukan pada Desember 2025–Januari 2026 menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif kualitatif terhadap 36 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi nelayan masih tergolong rendah dengan rata-rata pendapatan Rp 2.450.000 per bulan. Pola pemasaran gurita didominasi pemasaran tidak langsung melalui pengepul sehingga posisi tawar nelayan relatif lemah. Kata kunci: Kondisi Sosial Ekonomi, Nelayan Gurita, Pola Pemasaran, Octopus Sp., Sumba Timur. Abstract - The socio-economic conditions of fishermen affect the welfare of coastal communities in East Sumba Regency. Octopus (Octopus sp.) fishing is the main livelihood of the people in Hadakamali Village; however, limited market access and dependence on collectors still influence fishermen’s income. This study aimed to analyze the socio-economic conditions of fishermen and the marketing patterns of octopus in Hadakamali Village. The research was conducted from December 2025 to January 2026 using a quantitative method with descriptive qualitative analysis involving 36 respondents. The results showed that the socio-economic conditions of fishermen were still relatively low, with an average income of IDR 2,450,000 per month. The octopus marketing pattern was dominated by indirect marketing through collectors, resulting in a relatively weak bargaining position for fishermen. Keywords: Socio-Economic Conditions, Octopus Fishermen, Marketing Patterns, Octopus sp., East Sumba.