Erni Kusmiat
STAI Siliwangi Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi Keagamaan dan Pembentukan Kesadaran Hukum Islam dalam Kehidupan Masyarakat Pedesaan Putri Reginata Prasutia; Erni Kusmiat; Yudi Kuswandi; Lena Ishelmiany Ziaharah
ISLAMICA Vol 10 No 1 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i1.172

Abstract

Literasi keagamaan masyarakat pedesaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami ajaran agama, tetapi juga berpengaruh terhadap pembentukan kesadaran dalam menjalankan ketentuan Hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara pengetahuan keagamaan normatif dan penerapannya dalam praktik sosial masyarakat Kampung Citegel, Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan literasi keagamaan sebagai proses pembentukan kesadaran Hukum Islam dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan metode kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan masyarakat, tokoh agama, dan aktor sosial yang berperan dalam proses pendidikan dan pembinaan keagamaan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen dan literatur yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi keagamaan berkontribusi terhadap pembentukan kesadaran Hukum Islam melalui peningkatan pemahaman, internalisasi nilai, dan penerapan norma dalam praktik kehidupan sosial. Efektivitasnya dipengaruhi oleh peran tokoh agama, lingkungan keluarga, lembaga keagamaan, dan konteks budaya lokal. Kebaruan penelitian terletak pada pemaknaan literasi keagamaan sebagai mekanisme pembentukan kesadaran Hukum Islam berbasis pengalaman sosial masyarakat, bukan sekadar transfer pengetahuan agama. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian empiris Hukum Islam dan Ilmu Agama mengenai hubungan antara literasi, kesadaran hukum, dan praktik keberagamaan masyarakat pedesaan.
Kepercayaan Diri dan Motivasi Belajar sebagai Prediktor Kemampuan Pemecahan Masalah Perspektif Psikologi Pendidikan Islam Nur Tahiyat; Ahmad Hafidz; Asep Suhana; Jaka Lordra Ardita; Erni Kusmiat; Barzan Faizin
ISLAMICA Vol 10 No 2 (2026): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v10i2.248

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran, karena menunjukkan kemampuan peserta didik mengintegrasikan pengetahuan, penalaran, ketekunan, dan pengambilan keputusan ketika menghadapi persoalan. Dalam perspektif psikologi pendidikan Islam, kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kapasitas kognitif, tetapi juga dengan kondisi psikologis yang membentuk keyakinan terhadap kemampuan diri, kesungguhan dalam berikhtiar, orientasi belajar, dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepercayaan diri dan motivasi belajar sebagai prediktor kemampuan pemecahan masalah fisika serta menginterpretasikan hubungan tersebut dari perspektif psikologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris berbasis data kuantitatif dengan desain korelasional ex post facto untuk menganalisis hubungan antarvariabel berdasarkan kondisi yang telah terjadi tanpa memberikan perlakuan terhadap subjek penelitian. Responden terdiri atas 86 siswa kelas X MIA yang diambil dari tiga SMA swasta di Kota Bandung. Data kepercayaan diri dan motivasi belajar dikumpulkan menggunakan skala psikologis, sedangkan kemampuan pemecahan masalah diukur menggunakan tes. Data dianalisis melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan motivasi belajar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah dengan R = 0,778, R² = 0,606, dan F = 63,760 (p < 0,001). Secara parsial, kepercayaan diri (β = 0,278; p = 0,019) dan motivasi belajar (β = 0,537; p < 0,001) merupakan prediktor signifikan. Dalam perspektif psikologi pendidikan Islam, temuan tersebut menunjukkan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri perlu ditempatkan dalam relasi ikhtiar dan tawakal, sedangkan motivasi belajar diperluas melalui niat, kesungguhan, tanggung jawab, dan orientasi kemanfaatan ilmu.