This Author published in this journals
All Journal Jurnal Konstituen
Abdurohim
Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kerangka Konseptual Penerapan Genetic Algorithm dalam Penguatan Manajemen Risiko Bencana Pergerakan Tanah di Desa Gemulung, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon Mohammad Rezza Fahlevvi; Ikhbaluddin; Abdurohim; Muhammad Ditra Madyatama
Jurnal Konstituen Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v8i1.6153

Abstract

Bencana pergerakan tanah merupakan ancaman serius yang berulang di Desa Gumulung Lebak dan Gumulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, mengancam permukiman padat dan lahan pertanian produktif. Kapasitas pemerintah desa dalam manajemen risiko bencana masih sangat terbatas, terutama pada aspek identifikasi zona risiko, perencanaan jalur evakuasi, dan alokasi sumber daya darurat. Penelitian ini bertujuan mengusulkan kerangka penerapan Genetic Algorithm (GA) sebagai instrumen optimasi dalam sistem manajemen risiko bencana pergerakan tanah berbasis kapasitas pemerintah desa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis konten terhadap literatur akademis, standar BNPB, serta kajian teoritis algoritma genetika. Hasil kajian menunjukkan bahwa GA mampu mengoptimalkan tiga komponen utama yakni pemetaan zona risiko berbasis data geospasial, penentuan jalur evakuasi optimal dengan meminimalkan jarak dan waktu tempuh, serta distribusi sumber daya darurat yang efisien. Model konseptual yang diusulkan mengintegrasikan GA dalam empat tahapan siklus manajemen bencana: mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan. Faktor penghambat implementasi meliputi keterbatasan infrastruktur digital di tingkat desa, ketersediaan data geospasial yang akurat, serta kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi pentahelix antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, sektor swasta, dan masyarakat sebagai prasyarat keberhasilan adopsi teknologi GA dalam tata kelola bencana lokal.