Pengembangan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, mudah diakses, dan berbasis pangan lokal merupakan tantangan penting dalam mengatasi masalah kurang gizi pada bayi dan balita, khususnya di pedesaan. Desa Balongrejo, Bagor, Nganjuk, memiliki potensi melimpah namun belum termanfaatkan dari komoditas singkong yang diolah menjadi gaplek. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif dengan mengembangkan produk olahan gaplek menjadi makanan ringan yang diterima baik dan bergizi, yaitu Gaplek Crunch Cookies (disingkat "GaCruKies"), sebagai alternatif MPASI berbasis pangan lokal. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi yang melibatkan 10 peserta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pretest dan post-test. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan dari 0% pada pretest menjadi 100% pada post-test. Sebanyak 90 % peserta juga mampu melakukan praktik pembuatan GaCruKies setelah kegiatan pelatihan. Pengembangan GaCruKies tidak hanya memberikan solusi nutrisi yang inovatif tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal melalui peningkatan nilai jual komoditas gaplek. Dengan demikian, GaCruKies diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi desa lain dalam memanfaatkan potensi pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan anak.