Bawang merah (allium ascalonicum L) merupakan satu diantara jenis komoditas tanaman hortikultura yang tergolong dalam sayuran rempah. Pemanfaatan tanah aluvial di Kalimantan Barat untuk budidaya bawang merah memiliki hambatan yaitu tingkat produktifitasnya rendah. Satu diantara upaya dalam meningkatkan produktivitas tanah aluvial adalah dengan menambahkan pupuk kandang kambing namun pupuk kandang kambing harus dikomposkan terlebih dahulu dan upaya untuk mempercepat proses pengomposan adalah dengan solarisasi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan lama solarisasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Sungai Kakap. Penelitian dilaksanakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor perlakuan dengan 3 ulangan. Solarisasi sebagai main plot (S) yaitu S1 Solarisasi 2 minggu, S2 Solarisasi 3 minggu, S3 Solarisasi 4 minggu dan dosis pupuk kandang kambing sebagai sub plot (P) yaitu P1 Pupuk kandang kambing 20 ton/ha, P2 Pupuk kandang kambing 40 ton/ha, P3 Pupuk kandang kambing 60 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, berat segar umbi perbedengan, berat kering angin umbi per rumpun dan berat kering angin umbi perbedengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama solarisasi dan dosis pukan kambing memberikan hasil yang sama terhadap semua variabel pengamatan. perlakuan solarisasi 2 minggu dan dosis pupuk kandang kambing 20 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial.