Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pemanfaatan Limbah Kulit Ari Tape dalam Meningkatkan Nilai Tambah Produk pada UMKM di Desa Mandalasari Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Angger Faiz Aulia Bintang Pratama; Nadya Khairunnisa; Faridatul Maharani; Rini Hernita; Astiannur Arijzahro Afifah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zg46gt51

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk dalam pemanfaatan potensi lokal dan pengelolaan limbah. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada industri pengolahan tape singkong adalah limbah kulit ari yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemanfaatan limbah kulit ari tape menjadi tepung serta potensi nilai ekonominya pada UMKM di Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah observasi dan wawancara langsung dengan pelaku usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa limbah kulit ari tape dapat diolah menjadi tepung melalui proses pemerasan, pengeringan selama 2–3 hari, dan penumbukan menggunakan mesin. Tepung yang dihasilkan memiliki warna putih dan tekstur halus, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif, seperti pembuatan jipang dan renginang. Dari segi ekonomi, tepung tersebut memiliki nilai jual sekitar Rp8.000 per kilogram, sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam proses pengolahan, seperti keterbatasan modal dan ketergantungan pada cuaca dalam proses pengeringan. Secara keseluruhan, pemanfaatan limbah kulit ari tape menjadi tepung merupakan inovasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam meningkatkan nilai tambah dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT DESA MANDALASARI KECAMATAN KADUHEJO KABUPATEN PANDEGLANG DALAM PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIC SEBAGAI MEDIA TANAM HYDROBOKAS Abdul Bahits; Indah Rahayu; Nadya Khairunnisa; Rini Hernita; Erlangga Dwi Putra; Muhammad Reyhan Ferdiansyah
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 6 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v6i2.263

Abstract

This Community Service Program (PkM) aimed to enhance the capacity of the community in Mandalasari Village, Kaduhejo District, Pandeglang Regency, by promoting the creative economy through the utilization of plastic bottle waste as Hydrobokas planting media. The primary issues identified were the low utilization of plastic waste and the limited public knowledge regarding waste management with economic value. The program employed the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, consisting of socialization, observation, training, demonstrations, hands-on practice, mentoring, and evaluation. The activities actively involved lecturers, university students, village officials, farmers, and local community members throughout all stages of implementation. The results demonstrated significant improvements in community knowledge regarding waste management based on the 3R principles (reduce, reuse, and recycle), enhanced participants' skills in independently producing Hydrobokas planting media, and increased public awareness of transforming plastic bottle waste into products with practical and economic value. In addition to contributing to environmental conservation through plastic waste reduction, the program created opportunities for developing creative economy-based microenterprises, strengthened household food security through home gardening, and fostered collaboration among universities, village governments, and local communities. Therefore, the Hydrobokas-based community empowerment model has strong potential to be replicated in other regions as a sustainable strategy for plastic waste management while supporting the implementation of a circular economy and sustainable rural development.