Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGEMBANGAN BISNIS PHOTOBOX SEBAGAI PELUANG USAHA KREATIF DI ROYAL BAROE KOTA SERANG Angger Faiz Aulia Bintang Pratama; Ade Fauji; Amilatussolihah Amilatussolihah; Faridatul Maharani
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 6 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v6i1.256

Abstract

Community Service (PkM) activities on the optimization of photobox business development as a creative business opportunity were conducted at Royal Baroe, Serang City, in January 2026. The program aimed to improve the knowledge and skills of business partners in managing photobox businesses through observation, socialization, training, mentoring, and evaluation activities. The implementation adopted a participatory and mentoring approach that actively involved business partners in identifying problems and formulating development strategies. The results demonstrated improvements in partners’ understanding of the creative economy concept, digital entrepreneurship, and experience-based business development. Furthermore, partners gained enhanced capabilities in utilizing social media for promotion, developing digital marketing content, and designing innovative service packages. Several service innovations were successfully developed, including family packages, birthday packages, friendship packages, and seasonal-themed packages to increase customer attraction and satisfaction. The mentoring activities also encouraged partners to formulate more systematic and sustainable business development plans. Overall, this community service activity positively contributed to strengthening business capacity, improving competitiveness, and increasing the readiness of photobox entrepreneurs to adapt to market changes. The photobox business at Royal Baroe has significant potential to become a sustainable creative business that contributes to local economic development and promotes the growth of the creative economy sector in Serang City.
Pendampingan Pemanfaatan Limbah Kulit Ari Tape dalam Meningkatkan Nilai Tambah Produk pada UMKM di Desa Mandalasari Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Angger Faiz Aulia Bintang Pratama; Nadya Khairunnisa; Faridatul Maharani; Rini Hernita; Astiannur Arijzahro Afifah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zg46gt51

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk dalam pemanfaatan potensi lokal dan pengelolaan limbah. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada industri pengolahan tape singkong adalah limbah kulit ari yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemanfaatan limbah kulit ari tape menjadi tepung serta potensi nilai ekonominya pada UMKM di Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah observasi dan wawancara langsung dengan pelaku usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa limbah kulit ari tape dapat diolah menjadi tepung melalui proses pemerasan, pengeringan selama 2–3 hari, dan penumbukan menggunakan mesin. Tepung yang dihasilkan memiliki warna putih dan tekstur halus, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif, seperti pembuatan jipang dan renginang. Dari segi ekonomi, tepung tersebut memiliki nilai jual sekitar Rp8.000 per kilogram, sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam proses pengolahan, seperti keterbatasan modal dan ketergantungan pada cuaca dalam proses pengeringan. Secara keseluruhan, pemanfaatan limbah kulit ari tape menjadi tepung merupakan inovasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam meningkatkan nilai tambah dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.
Pendampingan Pembuatan Irigasi Selang Piping dalam Budidaya Melon di Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang Faridatul Maharani; Abdul Bahits; Aria Cendana Kusuma; Nadya Khairunisa; Angger Faiz Aulia Bintang Pratama5; Astiannur Arijzahro Afifah; Rini Hernita
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2h9jtz23

Abstract

Melon merupakan komoditas hortikultura yang sangat bergantung pada ketersediaan air selama masa pertumbuhannya, sehingga diperlukan sistem irigasi yang efisien untuk mendukung produksi yang optimal. Salah satu metode yang diterapkan petani adalah sistem irigasi selang piping, yaitu teknik irigasi tetes yang dimodifikasi menggunakan selang plastik berlubang yang dipasang di atas mulsa plastik. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemasangan dan penerapan sistem irigasi selang piping dalam budidaya bibit melon pada kebun milik Bapak H. Deni di Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara langsung dengan pemilik kebun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sistem selang piping mampu mendistribusikan air secara merata dan efisien ke setiap lubang tanam, mengurangi penguapan air karena tertutup mulsa, serta mempermudah proses penyiraman pada bibit melon dalam jumlah banyak. Selain itu, sistem ini menghemat waktu dan tenaga kerja serta membantu menjaga kelembapan tanah dan kestabilan iklim mikro di sekitar perakaran. Namun demikian, ditemukan beberapa kendala, di antaranya penyumbatan selang akibat endapan kotoran serta perlunya perawatan rutin terhadap jaringan irigasi. Secara keseluruhan, sistem irigasi selang piping merupakan inovasi yang praktis dan adaptif yang dapat diterapkan petani untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya melon.